Komisi Pemberantas Korupsi = Komisi Partner/Pelajoer Koroeptor

Solam Garoedhaya,

kpk-komisi-partnerpalatjoer-koroeptoer-fabro-21-2017-16681647_10208298324404950_8051147340730415936_n

kpk-00001

telkom-00005-gajye-komisaris-direktur-laporan-masoek-ka-laoar telkom-00004-gajye-komisaris-direktur-laporan-masoek-ka-laoar telkom-00002-laporan-masoek-ka-laoar

KPK tadak aedae gaona , laporan doeloe tadak pernah konfermase balek padae makhloek lakoe lapor. Tadak jaempoet baola.

* Kapala Tahye . . . Toeroen ka bawah paste Tahye samoa.

Komisi Pemberantasan Korupsi = Komisi Partner/Pelatjoer Koroeptor

2 Tohan labeh sodah lapor lawat Emael (Abraham Samad), tadak aedae brata/Warta maohe balas Emael saeya,

tjoaputra.wordpress.com/2014/09/26/mata-hati-rakyat-dan-penguasa/

Dasar darey Andang Andang Dasar 17 Agostoes 1945 tantoe Pantjasayla Garoedha, KPK tadak tahoe.

Bagaehe maona toempas Kajahatan. (Kasoes tadak tahoe, Homoem adala wajar jadey Bokte, Akabat Sabab tadak mampoe Jawab padaey Arthakel “Mata Hati Rakyat dan Penguasa”). Soedah 2 Tohan labeh.

Tanya tadak mampoe da Jawab = Boekte soedah aedae tadak “Banar” Wajab da Osoet haengga Toentas. (KPK = Komisi Partner/Pelatjoer Koroeptor = Tolol = Dompal = Begoe)

Mark Tjoapoetra

Tjoaputra Mark Tjoapoetra

Mark Mamangkey Tjost

Catatan,

Rugi Makhluk adalah Kejahatan, dengan contoh,
– Rampok,
– Curi,
– Bohong,
– Tipu,
– Opane (Gelap) = Tutup (Tadak Opana),
– Korupsi,
– Inflasi,
– Cuci Uang, Emas, Bolayen (Berlian), Senjata, Elektronik, Usaha,
– Leceh (Secara Seksual maupun Rusak Nama),
– Rusak,
– Provokator,
– Palsu, (Baik dalam Brata/berita maupun apapun)
– Kraker pada Elekronik,
– Konspirasi
– dan lainnya dalam unsur Ruge Makhluk (Di Luar katagori Makan/Fotad), Hewan Wajib secepat laku untuk tidak bunuh Hewan, di beri lindung.
.

An Andhoneseaan (Palea)

” Pantjasayla Garoedha ” Boeddhyst/Hinddhoest

Dasar/Tatanan Kehidupan sebagai Warga Dunia.

Lakukan segala tindakan berdasarkan Pantjasayla Boeddhyst/Hinddhoest,

1. Bersih

Bersih artinya bersih dari segala kekotoran Batin maupun Badaniah. (Hukum dalam Ajaran Boeddhyst/Hynddhoesm ” tidak merugikan Makhluk, berikan Kebebasan”).

2. Jujur

Jujur dalam kehidupan sehari hari. (Kebenaran, Hukum, Cinta Kasih, Kebajikan)

3. Terbuka

Terbuka akan segala sesuatu pertanyaan dan memberikan jawaban tepat dalam berhubungan.

4. Bertanggung-Jawab

Bertanggung-jawab akan segala tingkah laku, perbuatan, perkataan di jalani dalam kehidupan.

5. Transparan.

Transparan akan diri sendiri dan Ajaran di jalani tanpa ada ketertutupan/menyembunyikan Ajaran.

Dengan 5 Sayla ini, di jamin siapapun saudara akan berhasil dalam kehidupan di manapun berada. (inilah Sayla asli dari Boeddhyst maupun Hynddhoest).

Ajaran belum lengkap akan 5 Sayla di atas maka belum dapat di katakan Ajaran Bagus, Baik, Benar, Bersih, Tulus Hati.

Sayla Kasatoe, Bersih “Pantjasyla Boddhyst/Hynddhoest”

Bersih, dari kata Bersih maka terasa Bersih sudah pasti Indah.

Bersih Penampilan, Kotor Dalam, maka di katakan Munafik.

Munafik sudah jelas Amoral, Amoral jelas Kejahatan, Kejahatan jelas tidak sesuai dengan “Pantjasyla”, Kejahatan bukan pada Pemerintahan untuk bekerja, tempatnya adalah Bhui/Penjara.

Individu/Keluarga/Perusahaan/Organisasi/Pemerintahan, pasti sulit di periksa tanpa Sayla 2, 3, 4 dan 5.

Dengan perihal tersebut, Dasar/Pedoman/Tatanan adalah “Pantjasayla” (Pantja = 5, Syla = Dasar) bertujuan menjaga segala Kekotoran, tidak sampai terjadi karena mempunyai Moralitas Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Tulus Hati.

Bersih

Bagaimanakah sehingga dapat mecapai pencapaian “Bersih”?

Pencapaian bersih dapat di capai dengan cara “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan”. Perihal kalimat tersebut sangat sederhana, seakan mudah di jalani dan tanpa hambatan.

Apakah pelajaran yang harus di pelajari untuk mencapai pencapaiaan “Bersih”

Pelajaran harus di pelajari adalah pelajaran Moralitas sejak usia dini, dengan kesadaran untuk berubah menjadi baik, usia berapapun tidak menjadi masalah selama mempunyai “Niat” mempelajari dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dasar sudah di sebutkan “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan”, untuk perihal tersebut terbagi menjadi Pelajaran Meditasi untuk menilai diri sendiri.

Menilai diri sendiri tentu mempunyai langkah berikutnya, yaitu,

Jalan Beruas delapan :

1. Pandangan Benar

2. Pikiran Benar

3. Ucapan Benar

4. Perbuatan Benar

5. Penghidupan Benar

6. Usaha Benar

7. Perhatian Benar

8. Konsentrasi Benar

Terlihat mudah, segalanya mudah. Menjadi perhatian Khusus adalah dapatkah kita mengetahui mana yang “benar” dan “salah”? Tanpa mengetahui yang di namakan “benar” maka tiada guna melanjutkan pelajaran.

Benar di maksud adalah ” Jangan sampai merugikan makhluk, berikan kebebasan”. Merugikan berarti perihal “salah”, memaksakan tanpa alasan jelas berarti perihal “salah”, memaksakan dengan alasan jelas merupakan perihal “salah”.

Mengapa di katakan memaksa adalah perihal salah? Karena makhluk mempunyai Hak menentukan dirinya sendiri setelah 18 Tahun keatas. Selama Usia 0 – 18 Tahun, kita sebagai Makhluk memberikan pelajaran tanpa memaksa, yaitu dengan pengertian (Terutama sebagai Orang Tua, merupakan Kewajiban).

Perihal Jalan Beruas Delapan mengajarkan Moralitas dengan Dasar “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan” sehingga kata “Benar” haruslah tentang Kebajikan Tanpa Pamrih berdasarkan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas) mempunyai sifat “Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Tulus Hati (semua dalam lingkup Moralitas)”.

Bagaimana dengan melakukan Amoral? Hukum yang mengadili, dalam “Pribadi, Keluarga, Adat, Organisasi, Perusahaan, Pemerintahan” karena Hukum berdasarkan Moralitas bertujuan mendidik sehingga mempunyai sifat Bermoralitas Tinggi.,

Sadar

Sadar merupakan Penyelidikan pada diri sendiri. Menyidik diri sendiri akan menemukan Kebajikan dan Kejahatan.

Dari perihal tersebut maka Sadar diri pada Makhluk belum tentu menjadi Boeddha/Hynddhoe, karena Sadar diri dalam melakukan Kejahatan merupakan Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll).

Jelas terlihat bahwa Sadar Diri terbagi,

– Sadar diri berdasarkan Moralitas berarti Boeddha/Hynddhoe

– Sadar diri berdasarkan Amoral berarti Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll)

Sangatlah bahagia terlahir sebagai Makhluk yang berwaujud manusia, karena Manusia tertinggi dalam Pemikiran (Otak) dan berkembang sangat pesat sehingga mengetahui Baik (Kebajikan) dan Buruk (Karma).

Berbahagialah karena Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll) tidak akan pernah berada di Alam Roh (sudah musnah) sehingga Kemampuan Makhluk (manusia, dll) dapat meningkat pesat dalam belajar meningkatkan kwalitas Spiritualnya.

Mereka berwujud Manusia dasar Amoral (Azhura/Ibliz/Zatan, dll), hanya Hukum dapat menahan perkembangannya, tidak berubah, sudah pasti Neraka, bahkan musnah.

Dahulu (Azhura/Ibliz/Zatan, dll) di Alam Roh tidak mampu berubah, maka turunlah ke Alam Kehidupan (bukan di Alam Kehidupan Alam Roh, karena tiada punya Roh), tiada perubahan sudah pasti Neraka, bahkan musnah

Sayla kadaoae (2), Jujur.

Mengapa Sayla 2 ” Jujur “?

Pada saat sudah berhasil mencapai/menjalankan Pencapaian Sayla 1 (Pertama), apakah mereka menjawab secara Jujur semua pertanyaan? Belum tentu.

Mengapa belum tentu, diam bukan kategori ” Jujur “, Diam dapat di artikan menyembunyikan sesuatu, tentu dapat di kategorikan sebagai ” Kotor “, ” Kotor ” berarti tidak menjalankan Syla Pertama (1), sepantasnya di sidik lebih jauh penyebab Diam yang di tanya.

” Jujur ” berarti Kebenaran, Kebenaran berari Cinta Kasih, Cinta Kasih berarti Kebajikan, Kebajikan berarti Tulus Hati.

Kebenaran adalah Kejujuran 100% benar, mengapa Kebenaran berarti Cinta Kasih? Akibat dari Kejujuran maka terungkap Kebenaran, dengan adanya Kebenaran maka, bersalah pasti dapat di didik/bimbing menjadi baik sehingga berhasil berubah dan tidak melakukan Kesalahan/Keburukan/Kejahatan.

Mengapa Jujur merupakan Hukum? Karena Hukum selalu berdasarkan Kebenaran sesuai Kebajikan sehingga setiap terjadi Pihak merugikan dan di rugikan Hukum akan mengambil/memutuskan putusan Perkara secara Kebenaran di dasarkan oleh Kejujuran.

Kesalahan bukan berarti sengaja atau secara sadar melakukan, Keburukan merupakan adat/sifat dari Individu/Peribadi buruk dan harus mendapatkan pelajaran sehingga tidak terulang, Kejahatan merupakan adat/sifat/watak yang sulit di rubah, dan selalu melakukan Tindakan buruk , sadar di lakukan secara berulang-ulang sepantasnya di Pidana.

Mengapa di katakan Kejujuran adalah Cinta Kasih? Karena dengan membimbing ke jalan benar merupakan Ajaran untuk mengubah dengan cara memperlihatkan Kesalahan sehingga tidak di lakukan pada kemudian waktu.

Bagaimana dengan Kejujuran di katakan Kebajikan? Kebajikan adalah perihal baik seperti mengajar/merubah sifat/watak Individu, di laksanakan melalui mekanisme Hukum dan di lakukan tanpa Pamrih.

Di lanjukan dengan Kejujuran adalah Tulus hati. Tulus hati di sebabkan dari Kejujuran, di ungkap , di periksa beserta Ketulusan dari Hukum yang memberikan Hukuman sehingga dapat berubah menjadi Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Tulus Hati dalam melakukan pembawaan diri yang baru.

Sayla Katagah (3) Terbuka,

Mengapa Sayla Katiga (3) harus terbuka? Ketertutupan merupakan tempat persembunyian untuk Kejahatan, Keterbukan berarti memperlihatkan segala sesuatu apa adanya, tanpa Niat untuk menyembunyikan bahkan menerima Kritik dan Saran sebagai Pemerintah. Kritik dan Saran sudah seharusnya di terima oleh Pemerintah, selama Kritik dan Saran tersebut tidak merugikan Makhluk dan sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan.

Perihal Ketertutupan bukan hanya terjadi di Individu, Keluarga, Organisasi, Pemerintahan, bahkan membawa Ajaran, banyak melaksanakan Ketertutupan untuk menutupi Kejahatannya.

Kejahatan pasti selalu bersembunyi, bahkan bersembunyi pada warga/pejabat (Terutama pada Pemerintahan). Dengan di dasarkan perihal tersebut, sebagai pemerintah Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati maka siapapun memimpin harus melaksanakan Keterbukaan. Mereka memimpin dan tidak melaksanakan Keterbukaan (Menjawab semua pertanyaan Rakyat , di lakukan, baik lewat media TV/Radio/Internet maupun secara Personal/Individu) maka mereka sudah tidak mempunyai Legitimasi untuk memimpin Pemerintahan. Gugur dalam waktu 30 hari sejak pertanyaan tersebut di ajukan dengan di dasarkan Bukti ke tempat pemerintahan dan menyampaikan secara terbuka untuk bertemu dan menanyakan berbagai pertanyaan.

Contoh dari perihal Kejahatan,

– Tidak menjawab pertanyaan.

– Tidak melakukan keterbukaan secara Publik dan mempertanggung-jawabkan secara publik berbagai pertanyaan.

– Memakai Gurka (menutupi wajah) di wilayah Timur-Tengah maupun berbagai Wilayah (Negara) dan melakukan aksi terorisme. (Banyak Pria menyamar menjadi wanita, siapakah dapat mempertanggung jawabkan perihal teroris memakai Gurka, tolong ajukan diri Saudara)

– Kejahatan kebanyakan menutup wajah.

– Pelaku Korupsi bersembunyi di balik Jabatannya sebagai Aparatur.

– Konspirasi pencucian Uang/Emas/Berlian skala besar melibatkan kalangan pejabat di pemerintahan sebagai Presiden/Wakil/Menteri/Raja/Bangsawan maupun aparatur lain.

– Pencurian hasil tambang secara besar-besaran tanpa mekanisme benar sehingga Kesejahteraan (Makan, Sekolah, Kesehatan, Pekerjaan) Rakyat ter-abai-kan.

Bagaimana Pemerintahan dapat di laksanakan secara Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Tulus Hati tanpa keterbukaan. Keterbukan tersebut harus di jaga, jangan sampai mereka Munafik terlihat terbuka, ternyata tertutup (banyak).

” Terbuka ” pada Sayla katiga (3) Harus dan wajib.

Keterbukaan pasti mendorong Per-Ekonomi-an melesat bagaikan sinar Matahari memberikan kekuatannya untuk Kelangsungan Hidup berbagai Makhluk.

Sayla Kaampat (4), Bertanggung-Jawab

Sayla kaampat (4) adalah Bertanggung-Jawab. Dari Syla Pertama sampai Syla katiga (3), apakah mempunyai bentuk Pertanggung-Jawaban? Belum ada, perihal tersebut dapat tercermin pada saat memimpin.

Memimpin . . . Apakah di maksud dengan memimpin? Memimpin terbawah adalah memimpin diri sendiri, kemudian Keluarga, Organisasi, Perusahaan, Pemerintahan. Dalam memimpin, siapakah harus bertanggung jawab? Di periksa secara seksama, maka Pertanggung-jawaban berada pada masing-masing diri sendiri (mulai dari terbawah) Keluarga, Organisasi, Perusahaan maupun Pemerintahan. (Siapakah Saudara Pimpin?)

Tanpa pertanggung jawaban maka tiada guna menjadi Makhluk, terutama Manusia.

Seseorang mendapat pertanyaan dari orang lain, apakah pantas tidak menjawab (Diam, Menghindar)? Tidak menjawab (Diam, Menghindar) memperjelas bahwa di tanya, tidak mempunyai Tanggung-Jawab (Terutama sebagai Pemimpin).

Bagaimana mau memimpin tanpa Pertanggung-Jawaban, di tanya malah tidak menjawab (Diam, Menghindar), sangat menyedihkan mempunyai Pemimpin semacan perihal tersebut.

Sayla kalayma (5), Transparan

Transparan merupakan bahasa English di adolf menjadi bahasa Andhonesea (Palea).

Pengertian Transparan adalah Jernih, Jelas, tiada ketertutupan, terlihat sampai sekecil apapun atau tiada tidak terlihat, termasuk memberikan Kesejukan karena Kejernihannya, memberi rasa sejuk pada hati (diri sendiri).

Mengapa perihal tersebut di katakan transparan seperti penjelasan di atas? Karena setiap mendapatkan penjelasan akan tenang karena mendapatkan jawaban pasti , di lakukan secara “jelas, bagus, baik, benar, bersih dan Tulus hati”.

* Lanjutannya adalah Pancasayla dari sayla pertama sampai kalayma menjadi pemersatu Dunia, dan sebagai Dasar Hukum Dunia. (Satu Hoekoem berdasarkan “Pantjasayla Garoedha” untuk Kebahagiaan dan Kesejahteraan tanpa membedakan siapaun dan di manapun mereka).

Pantjasayla Garoedha sebagai dasar Hoekoem NAGARA KASATOEAN RAEPOEBLEK ANDHONESEA, 17 Aoegoestoes 1945. (Pembaharuan)

Pancasayla sudah di pakai sejak saman Koetay Kartanagara bertempat di Sengkawang-Sengapore sebagai Ibu Kota, Kota Sengapore merupakan kawasan perdagangan dan administrasi sejak 350 tahun lalu.

Kemerdekaan ( NAGARA KASATOEAN REPOEBLIK ENDONESEA, 17 Aoegoestoes 1945 ) penyatuan Nusantara (Thailand, Burma, Brunei, Myammar,Laos, Vietnam, Bhutan, Nepal, Malaysia, Papuanugini, India, Australia, Selandia Baru, Thjy Ong Kok, Taipe, Taiwan, Hongkong, Soviet (Russia), Europa, Israel, Canada). Segalanya berjalan dengan baik tanpa ada hambatan, meskipun di Thjy Ong Kok terjadi penghianatan dari dalam dan memerangi Jepang sehingga Jepang menyerang masuk ke Thjy Ong Kok, termasuk United Stated menyerang masuk ke Endonesea, sampai terjadinya perjanjian Renvelle (Eng US Renville).

Pancasayla sebagai Dasar/Pedoman/Tatanan Kehidupan warga Dunia seharusnya di mulai 17 Agustus 1945, di laksanakan di Kota Singkawang-Sengapore dan tercatat di Negeri Belanda sebagai NKRE ( “Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea”, Eng. “The Oenetary of State The Repoeblec of Endonesea” )

PANTJASAYLA

1. KEPERCAYAAN BERLANDASKAN “YANG MAHA KOEASA” (BARSEH)

2. KEMANUSIAAN ADIL DAN BERADAB (JOEJOER)

3. PERSATUAN ANDHONESEA (TARBOEKA)

4. KERAKYATAN DI WAKILI MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT (BARTANGGOENG-JAWAB)

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT, NAGARA KASATOEAN RAEPOEBLEK ANDHONESEA (TRANSPARAN)

Penjelasan mengenai sayla :

1. KEPERCAYAAN BERLANDASKAN “YANG MAHA KOEASA” (BARSEH)

Kata Bersih memberikan penjelasan bahwa semua Kepercayaan di Akui oleh Pemerintahan selama masuk kategori Bagus, Baik, Benar, Bersih, Tulus Hati sejalan dengan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).

2. KEMANUSIAAN ADIL DAN BERADAB (JOEJOER)

Jujur memberikan penjelasan tentang Kebenaran, Kebenaran adalah Hukum, Hukum adalah Cinta Kasih, Cinta Kasih adalah Kebajikan, Kebajikan adalah Tulus Hati. Berdasarkan perihal tersebut maka memberikan rasa adil dan beradab pada semua kalangan selama sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).

3. PERSATUAN ANDHONESEA (TARBOEKA)

Terbuka, Keterbukaan akan menyatukan seluruh kalangan tanpa perbedaan sehingga menuju Kesejahteraan dalam Kebersamaan sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).

4. KERAKYATAN DI WAKILI MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT (BARTANGGOENG-JAWAB)

Demokrasi terjadi tanpa perlu ada Partai, terlihat dahulu sama Koetay Kartanagara tanpa Partai rakyat Bahagia dan Sejahtera, Terbukti saat ini, dengan Partai terjadi banyak Kebohongan, Tipu Muslihat yang menyakiti Rakyat tanpa ada tanggung jawab.

Dengan perihal tersebut jelas Tanggung Jawab sangat perlu dan harus di mulai dari diri sendiri.

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT, NAGARA KASATOEAN RAEPOEBLEK ANDHONESEA (TRANSPARAN)

Sayla Kalayma tercapai dengan cara menjawab semua pertanyaan tanpa ada ketertutupan, perihal tersebut mengakibatkan Rakyat Bahagia karena pemerintahnya memperlihatkan tanpa ada ketertutupan dalam menjalankan pemerintahan. (Konstitusi, arti lain hak bertanya (Rakyat/Pemerintah) dan berhak mendapatkan jawaban dalam waktu mksimal 30 hari).

Apakah di maksud dengan Noesantara?

Noesantara mengartikan wilayah di satukan dengan antara Lautan.

Apakah di maksud dengan Endonesea?

Endonesea berarti Wilayah di antara oleh Laut menyatu tanpa ada rasa jauh, semua adalah sama untuk Kesejahteraan bersama tanpa perbedaan dengan dasar Kebebasan (Sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan/Moralitas).

Lambang Bintang di Sayla Pertama bukanlah Bintang segi 5, melainkan Segi Delapan. Mengapa segi delapan? Karena selain Sayla masih mempunyai 3 butir yang merupakan kewajiban pemerintah menjalankan dengan Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Tulus Hati. Yaitu,

Tiga Permata Kehidupan,

1. Menciptakan Kesejahteraan di manapun tanpa membedakan, sehingga Kebahagiaan merata.

2. Menjadikan Pantjasyla Boeddhyst/Hynddhoest sebagai Dasar/Tatanan/Pedoman dalam kehidupan pada setiap individu.

3. Menciptakan Keamanan di manapun tanpa membedakan.

Mark Mamangkey Tjost / Tjoapoetra

Sangkawang-Sangapore,
Kotay Kartanagara
Nagara Satoe Raepoeblek Andhonesea
Tjaontry Ane Raepoeblek Andhonesea ,

(Nagara Satoe Raepoeblek Andhonesea (NSRA)/ Nagara Kasatoean Repoeblek Endhonesea / Koetaey Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

Pantjasayla Garoedha/Hynddhoe/Boeddhae = Fondasa Dasar, Sadar Daere Tjara Moral = Banar = Tadak Raoge Bowan/Makhloek = Hokom = Moral.

Pantjasayla Garoedha / Hynddhoe / Boeddhae = Foundation of Basic Literacy Yourself How do With Moral = Right = No Harm/Loss Beings = Law = Moral.

Pantjasayla Garoedha/Hynddhoe/Boeddhae = Fondasi Dasar, Sadar Diri Cara Moral = Benar = Tidak Rugi Makhloek = Hukum = Moral.
.

Law, Atjordeng Pantjasayla Garoedha. (Kambalay ka bantoek lampaoe, bantoek Baroe “Pancasila” masa datang tadak akan da pakay)

Us with Dalai Lama, Ajahn Brahm Agreed one voice without words “Agama/Allah/Tuhan”, Relied “The Almeghty/Yang Maha Koeasa/Thyen/TAO/Yahwoede”. (for those who do not believe please immediately ask the Police Station)

Islamic, Catholic, Christian, Pentecostal , Muslimim, Nasharani (Bohong/Komuniz/Moenafek).

The purpose of Facebook to make Social Media in which we can learn together, improve the Quality of themselves on understanding through the Media. (if you are shy of asking questions, you will get lost in your way).

I do not believe in “tuhan or Allah (Sewer)”, which I believe/relied is The Almeghty. (In English tuhan, Allah does not exist in the dictionary, I called Sewer) Tuhan / Allah (Bibel/Quran, 80% Fiksi) is the greatest hoaxes in the World.

Use name of Allah / Tuhan, Prayer brothers, not we respon and help. Have to catch them, because they are creatures fraudsters.

In Indonesian did not know the word Agama, that there is a teachings of, no origin of the word Agama. In written English is the teaching of religious / belief that.

Teach / preach / broadcast / carry / propagate teachings by Media Print / Electronics / Radio / Internet use / using name / book, Allah / Tuhan / Agama / ilahi / Jibril / Bible / Quran, at least 10 Years of the Criminal, terraced.

Reason please read (translate to english than translate where Language wanna) :

tjoaputra.wordpress.com/2015/07/24/ajaran-bersih-benar-jujur-terbuka-bertanggung-jawab-dan-transparan/

Is my duty as a citizen of the World exhibit at the World’s biggest hoaxes in said that was not prolonged.

If have time please read this Article (must translate to English or other language):

tjoaputra.wordpress.com/2015/01/18/mengapa-tuhan-membiarkan-anak-anak-jadi-pelacur/

tjoaputra.wordpress.com/2015/04/05/pekerja-seks-bersuara-di-media-sosial/

Solam Garoedhaya,

Gajye/Opayeh + Taonjangan Jabatan tjapa Malea (Milliaran) Hebat betul untuk Telkom.

* Parta aeney KPK tadak mampoe lahat, Dasar KPK = Komisi Partner/Pelatjoer Koroeptor.

2 Tohan labeh sodah lapor lawat Emael (Abraham Samad), tadak aedae brata/Warta maohe balas Emael saeya,

tjoaputra.wordpress.com/2014/09/26/mata-hati-rakyat-dan-penguasa/

* Taonjangan tadak kaena Pajak.

Mark Mamangkey Tjost / Tjoapoetra

Sangkawang-Sangapore,
Kotay Kartanagara
Nagara Satoe Raepoeblek Andhonesea
Tjaontry Ane Raepoeblek Andhonesea ,

(Nagara Satoe Raepoeblek Andhonesea (NSRA)/ Nagara Kasatoean Repoeblek Endhonesea / Koetaey Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

Pantjasayla Garoedha/Hynddhoe/Boeddhae = Fondasa Dasar, Sadar Daere Tjara Moral = Banar = Tadak Raoge Bowan/Makhloek = Hokom = Moral.

Pantjasayla Garoedha / Hynddhoe / Boeddhae = Foundation of Basic Literacy Yourself How do With Moral = Right = No Harm/Loss Beings = Law = Moral.

Pantjasayla Garoedha/Hynddhoe/Boeddhae = Fondasi Dasar, Sadar Diri Cara Moral = Benar = Tidak Rugi Makhloek = Hukum = Moral.
.

Law, Atjordeng Pantjasayla Garoedha. (Kambalay ka bantoek lampaoe, bantoek Baroe “Pancasila” masa datang tadak akan da pakay)

Us with Dalai Lama, Ajahn Brahm Agreed one voice without words “Agama/Allah/Tuhan”, Relied “The Almeghty/Yang Maha Koeasa/Thyen/TAO/Yahwoede”. (for those who do not believe please immediately ask the Police Station)

Islamic, Catholic, Christian, Pentecostal , Muslimim, Nasharani (Bohong/Komuniz/Moenafek).

The purpose of Facebook to make Social Media in which we can learn together, improve the Quality of themselves on understanding through the Media. (if you are shy of asking questions, you will get lost in your way).

I do not believe in “tuhan or Allah (Sewer)”, which I believe/relied is The Almeghty. (In English tuhan, Allah does not exist in the dictionary, I called Sewer) Tuhan / Allah (Bibel/Quran, 80% Fiksi) is the greatest hoaxes in the World.

Use name of Allah / Tuhan, Prayer brothers, not we respon and help. Have to catch them, because they are creatures fraudsters.

In Indonesian did not know the word Agama, that there is a teachings of, no origin of the word Agama. In written English is the teaching of religious / belief that.

Teach / preach / broadcast / carry / propagate teachings by Media Print / Electronics / Radio / Internet use / using name / book, Allah / Tuhan / Agama / ilahi / Jibril / Bible / Quran, at least 10 Years of the Criminal, terraced.

Reason please read (translate to english than translate where Language wanna) :

tjoaputra.wordpress.com/2015/07/24/ajaran-bersih-benar-jujur-terbuka-bertanggung-jawab-dan-transparan/

Is my duty as a citizen of the World exhibit at the World’s biggest hoaxes in said that was not prolonged.

If have time please read this Article (must translate to English or other language):

tjoaputra.wordpress.com/2015/01/18/mengapa-tuhan-membiarkan-anak-anak-jadi-pelacur/

tjoaputra.wordpress.com/2015/04/05/pekerja-seks-bersuara-di-media-sosial/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 2, 2017, in Adoewan Maesyarakat, Goverment, Tuntutan pada Pemerintan Rusak/Penghianat/Teroris, Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: