Hoekoem (Hukum, eng. Law), menurunkan Aparatur Rusak. (Presiden atau setingkat Perdana Menteri ke bawah)

Greeting Prosperous,
Hoekoem (Hukum, eng. Law)
Hai para Aparatur di manapun berada, Rakyat sudah sakit.
Mengapakah para Aparatur diam? Dimanakah Hukum saat ini? Penderitaan pada Rakyat sudah jauh menyakitkan hati setiap Individu (perorangan).
Ingat . . . Ingat . . . Ingat . . .
Aparatur tidak mampu menangkap maka Rakyat akan menangkapnya di manapun mereka berada.
Apakah Rakyat manangkap Kejahatan merupakan Kejahatan, terbukti Aparatur tidak mampu menangkap kejahatan maka sepantasnya Rakyat menangkapnya.
Siapapun Aparatur yang membela Kejahatan,  maka menjadi musuh dari Rakyat karena membela kejahatan.
Siapapun Rakyat yang menangkap Kejahatan maka pantas di acungkan Jempol sebagai Pahlawan dan tidak pantas di tangkap oleh Aparatur.
Siapa berani menangkap Rakyat yang menangkap Kejahatan maka menjadi musuh utama dari Rakyat.
Ingat . . . Ingat . . Ingat . . . Tanpa Rakyat maka tiada Pemerintahan, Rakyat adalah Kekuasaan Tertinggi pada Pemerintahan.
Harapan pelaku kejahatan segera di tangkap tanpa perlu Rakyat yang menangkapnya dengan mengumumkan melalui berbagai Media secara langsung.
Cara menurunkan Pejabat yang tidak
– menjawab pertanyaan Rakyat,
– memberikan pertanggung jawaban,
– Melarikan diri
Endonesea di jamin melalui Hukum yang berdasarkan Pantjasyla dan di tuangkan ke Oendang-Oendang Dasar 17 Aoegoestoes 1945 dengan memberikan kejelasan Hoekoem, bahwa semua warga Setara di hadapan Hoekoem.
Dengan jaminan tersebut maka yang perlu di lakukan,
– Pergi ke kantor Polisi maupun Denpom untuk meminta di kawal untuk menangkap pelaku Kejahatan karena Polisi tidak mampu menangkap Pelaku Kejahatan tersebut.
Bagaimana dengan Bukti,
– Tidak mampu menjawab pertanyaan Rakyat sudah membuktikan sepantasnya di periksa dan di tangkap karena mangkir lebh dari 30 hari.
Aparatur sudah seharusnya mengawal dan melakukan penangkapan yang di serahkan Rakyat ke Aparatur.
Buatlah dokumentasi dengan Vedeo maupun Photo dan di Publikasikan ke masyarakat umum.
Endonesea adalah Pemerintahan Hoekoem, maka Hoekoem tidak mengenal jabatan, mayoritas, minoritas, Raja maupun bangsawan atau Rakyat.
Wednesday, Feb 10, 2016, 18.10
Sengkawang-Sengapore,
The Oenetary of State The Repoeblek of Endonesea
Mark Mamangkey Tjost
Tjoapoetra
Law, According Pantjasyla. (Kembalay ke bentoek lampaoe, bentoek baroe “Pancasila” tydak akan dy pakay ke depannya)
Us with Dalai Lama, Ajahn Brahm Agreed one voice without words “Agama/Allah/Tuhan”, Relied “The Almighty/Yang Maha Kuasa/Thien/Anna/TAO/Yahudi”. (for those who do not believe please immediately ask the Police Station)
Islamic, Catholic, Christian, Pentecostal (Komuniz/Zatan); Muslimim, Nasharani (Good).
The purpose of Facebook to make Social Media in which we can learn together, improve the Quality of themselves on understanding through the Media. (if you are shy of asking questions, you will get lost in your way).
I do not believe in “tuhan or Allah (Sewer)”, which I believe/relied is The Almighty. (In English tuhan, Allah does not exist in the dictionary, I called Sewer) Tuhan / Allah (Bibel/Quran, 80% Fiksi) is the greatest hoaxes in the World.
In Indonesian did not know the word Agama, that there is a teachings of, no origin of the word Agama. In written English is the teaching of religious / belief that.
Use name of Allah / Tuhan, Prayer brothers, not we respon and help. Have to catch them, because they are creatures fraudsters.
Teach / preach / broadcast / carry / propagate teachings by Media Print / Electronics / Radio / Internet use / using name / book, Allah / Tuhan / Agama / ilahi / Jibril / Bible / Quran, at least 10 Years of the Criminal, terraced.
Reason please read (translate to english than translate where Language wanna) :
Is my duty as a citizen of the World exhibit at the World’s biggest hoaxes in said that was not prolonged.
If have time please read this Article (must translate to English or other language):
.
Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on February 11, 2016, in Artikel Tjoaputra, MPR ( Indonesia Gov, Interaksi ), Tuntutan pada Pemerintan Rusak/Penghianat/Teroris, Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: