PANTJASYLA GAROEDHA ,sebagai dasar Hoekoem NAGARA KASATOEAN REPOEBLEK ENDONESEA, 17 Aoegoestoes 1945.

Greeting Prosperous,
The Oenetary of State The Repoeblek of Endonesea (Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea / Koetay Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

The Oenetary of State The Repoeblek of Endonesea
(Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea / Koetay Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

” Pantjasyla ” Garoeda ( Boeddhyst/Hinddhoest )
Dasar/Tatanan Kehidupan sebagai Warga Dunia.
Lakukan segala tindakan berdasarkan Pantjasyla Boeddhyst/Hinddhoest,
1. Bersih
Bersih artinya bersih dari segala kekotoran Batin maupun Badaniah. (Hukum dalam Ajaran Boeddhyst/Hynddhoesm ” tidak merugikan Makhluk, berikan Kebebasan”).
2. Jujur
Jujur dalam kehidupan sehari hari. (Kebenaran, Hukum, Cinta Kasih, Kebajikan)
3. Terbuka
Terbuka akan segala sesuatu pertanyaan dan memberikan jawaban yang tepat dalam berhubungan.
4. Bertanggung-Jawab
Bertanggung-jawab akan segala tingkah laku, perbuatan, perkataan yang di jalani dalam kehidupan.
5. Transparan.
Transparan akan diri sendiri dan Ajaran yang di jalani tanpa ada ketertutupan/menyembunyikan Ajaran yang di pelajari.
Dengan 5 Sila ini, di jamin siapapun saudara akan berhasil dalam kehidupan di manapun berada. (inilah Sila asli dari Boeddhyst maupun Hynddhoest).
Ajaran yang belum lengkap akan 5 Sila di atas maka belum dapat di katakan Ajaran yang Bagus, Baik, Benar, Bersih, Setulus Hati.
*
Syla Pertama, Bersih “Pantjasyla Boddhyst/Hynddhoest”
Bersih, dari kata Bersih maka terasa Bersih sudah pasti Indah.
Bersih Penampilan, Kotor Dalam, maka di katakan Munafik.
Munafik sudah jelas Amoral, Amoral jelas Kejahatan, Kejahatan jelas tidak sesuai dengan “Pantjasyla”, Kejahatan bukan pada Pemerintahan untuk bekerja, tempatnya adalah Bhui/Penjara.
Individu/Keluarga/Perusahaan/Organisasi/Pemerintahan, pasti sulit di periksa tanpa Syla 2, 3, 4 dan 5.
Dengan perihal tersebut, Dasar/Pedoman/Tatanan adalah “Pantjasyla” (Pantja = 5, Syla = Dasar) yang bertujuan menjaga segala Kekotoran, tidak sampai terjadi karena mempunyai Moralitas yang Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati.
Bersih
Bagaimanakah sehingga dapat mecapai pencapaian “Bersih”?
Pencapaian bersih dapat di capai dengan cara “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan”. Perihal kalimat tersebut sangat sederhana, seakan mudah di jalani dan tanpa hambatan.
Apakah pelajaran yang harus di pelajari  untuk mencapai pencapaiaan “Bersih”
Pelajaran yang harus di pelajari adalah pelajaran Moralitas sejak usia dini, dengan kesadaran untuk berubah menjadi baik, usia berapapun tidak menjadi masalah selama mempunyai “Niat” mempelajari dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dasar sudah di sebutkan “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan”, untuk perihal tersebut terbagi menjadi Pelajaran Meditasi untuk menilai diri sendiri.
Menilai diri sendiri tentu mempunyai langkah berikutnya, yaitu,
Jalan Beruas delapan :
1. Pandangan Benar
2. Pikiran Benar
3. Ucapan Benar
4. Perbuatan Benar
5. Penghidupan Benar
6. Usaha Benar
7. Perhatian Benar
8. Konsentrasi Benar
Terlihat mudah, segalanya mudah. Yang mejadi perhatian Khusus adalah dapatkah kita mengetahui mana yang “benar” dan “salah”? Tanpa mengetahui yang di namakan “benar” maka tiada guna melanjutkan pelajaran.
Benar yang di maksud adalah ” Jangan sampai merugikan makhluk, berikan kebebasan”. Merugikan berarti perihal “salah”, memaksakan tanpa alasan jelas berarti perihal “salah”, memaksakan dengan alasan jelas merupakan perihal “salah”.
Mengapa di katakan memaksa adalah perihal salah? Karena makhluk mempunyai Hak menentukan dirinya sendiri setelah 18 Tahun keatas. Selama Usia 0 – 18 Tahun, kita sebagai Makhluk memberikan pelajaran tanpa memaksa, yaitu dengan pengertian (Terutama sebagai Orang Tua, merupakan Kewajiban).
Perihal Jalan Beruas Delapan mengajarkan Moralitas dengan Dasar “Jangan Merugikan Makhluk, Berikan Kebebasan” sehingga kata “Benar” haruslah tentang Kebajikan Tanpa Pamrih yang berdasarkan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas) yang mempunyai sifat “Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati (semua dalam lingkup Moralitas)”.
Bagaimana dengan yang melakukan Amoral? Hukum yang mengadili, dalam “Pribadi, Keluarga, Adat, Organisasi, Perusahaan, Pemerintahan” karena Hukum berdasarkan Moralitas yang bertujuan mendidik sehingga mempunyai sifat Bermoralitas Tinggi.
Sadar
Sadar merupakan Penyelidikan pada diri sendiri. Menyelidikidi diri sendiri akan menemukan Kebajikan dan Kejahatan.
Dari perihal tersebut maka Sadar diri pada Makhluk belum tentu menjadi Boeddha/Hynddhoe, karena Sadar diri dalam melakukan Kejahatan merupakan Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll).
Jelas terlihat bahwa Sadar Diri terbagi,
– Sadar diri berdasarkan Moralitas berarti Boeddha/Hynddhoe
– Sadar diri berdasarkan Amoral berarti Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll)
Sangatlah bahagia terlahir sebagai Makhluk yang berwaujud manusia, karena Manusialah yang tertinggi dalam Pemikiran (Otak) dan berkembang sangat pesat sehingga mengetahui Baik (Kebajikan) dan Buruk (Karma).
Berbahagialah karena Ashoeyra/Eblys/Satan (Azhura/Ibliz/Zatan, dll) tidak akan pernah berada di Alam Roh (sudah musnah) sehingga Kemampuan Makhluk (manusia, dll) dapat meningkat pesat dalam belajar meningkatkan kwalitas Spiritualnya.
Mereka yang berwujud Manusia dasar Amoral (Azhura/Ibliz/Zatan, dll), hanya Hukum yang dapat menahan perkembangannya, tidak berubah sudah pasti Neraka, bahkan musnah.
Dahulu (Azhura/Ibliz/Zatan, dll) di Alam Roh tidak mampu berubah, maka turunlah ke Alam Kehidupan (bukan di Alam Kehidupan Alam Roh, karena tiada punya Roh), tiada perubahan sudah pasti Neraka, bahkan musnah.
Syla kadoea (2), Jujur.
Mengapa Syla 2 ” Jujur “?
Pada saat sudah berhasil mencapai/menjalankan Pencapaian Syla 1 (Pertama), apakah mereka menjawab secara Jujur semua pertanyaan? Belum tentu.
Mengapa belum tentu, diam bukan kategori ” Jujur “, Diam dapat di artikan menyembunyikan sesuatu yang tentu dapat di kategorikan sebagai ” Kotor “, ” Kotor ” berarti tidak menjalankan Syla Pertama (1), sepantasnya di selilidiki lebih jauh penyebab Diam yang di tanya.
” Jujur ” berarti Kebenaran, Kebenaran berari Cinta Kasih, Cinta Kasih berarti Kebajikan, Kebajikan berarti Setulus Hati.
Kebenaran adalah Kejujuran 100% benar, mengapa Kebenaran berarti Cinta Kasih? Akibat dari Kejujuran maka terungkap Kebenaran, dengan adanya Kebenaran maka yang bersalah pasti dapat di didik/bimbing menjadi baik sehingga berhasil berubah dan tidak melakukan Kesalahan/Keburukan/Kejahatan.
Mengapa Jujur merupakan Hukum? Karena Hukum selalu berdasarkan Kebenaran sesuai Kebajikan sehingga setiap terjadi Pihak merugikan dan di rugikan Hukum akan mengambil/memutuskan putusan Perkara secara Kebenaran yang di dasarkan oleh Kejujuran.
Kesalahan bukan berarti sengaja atau secara sadar melakukan, Keburukan merupakan adat/sifat dari Individu/Peribadi yang baruk dan harus mendapatkan pelajaran sehingga tidak terulang, Kejahatan merupakan adat/sifat/watak yang sulit di rubah, dan selalu melakukan Tindakan buruk yang sadar di lakukan secara berulang-ulang sepantasnya di Pidana.
Mengapa di katakan Kejujuran adalah Cinta Kasih? Karena dengan membimbing ke jalan yang benar merupakan Ajaran untuk mengubah dengan cara memperlihatkan Kesalahan yang di lakukan sehingga tidak di lakukan pada kemudian waktu.
Bagaimana dengan Kejujuran di katakan Kebajikan? Kebajikan alah perihal baik seperti mengajar/merubah sifat/watak Individu, yang di laksanakan melalui mekanisme Hukum dan di lakukan tanpa Pamrih.
Di lanjukan dengan Kejujuran adalah Setulus hati. Setulus hati di sebabkan dari Kejujuran yang di ungkap yang di periksa beserta Ketulusan dari Hukum yang memberikan Hukuman sehingga dapat berubah menjadi Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati dalam melakukan pembawaan diri yang baru.
Syla Kathyga (3) Terbuka,
Mengapa Syla Katiga (3) harus terbuka? Ketertutupan merupakan tempat persembunyian untuk Kejahatan, Keterbukan berarti memperlihatkan segala sesuatu apa adanya, tanpa Niat untuk menyembunyikan bahkan menerima Kritik dan Saran sebagai Pemerintah. Kritik dan Saran sudah seharusnya di terima oleh Pemerintah, selama Kritik dan Saran tersebut tidak merugikan Makhluk dan sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan.
Perihal Ketertutupan bukan hanya terjadi di Individu, Keluarga, Organisasi, Pemerintahan, bahkan yang membawa Ajaran banyak yang melaksanakan Kekertutupan untuk menutupi Kejahatannya.
Kejahatan pasti selalu bersembunyi, bahkan bersembunyi pada yang melindungi (Terutama pada Pemerintahan). Dengan di dasarkan perihal tersebut, sebagai pemerintah yang Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati maka siapapun yang memimpin harus melaksanakan Keterbukaan. Mereka yang memimpin dan tidak melaksanakan Keterbukaan (Menjawab semua pertanyaan Rakyat yang di lakukan, baik lewat media TV/Radio/Internet maupun secara Personal/Individu) maka mereka sudah tidak mempunyai Legitimasi untuk memimpin Pemerintahan. Gugur dalam waktu 30 hari sejak pertanyaan tersebut di ajukan dengan di dasarkan Bukti ke tempat pemerintahan dan menyampaikan secara terbuka untuk bertemu dan menanyakan berbagai pertanyaan.
Contoh dari perihal Kejahatan,
– Tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan.
– Tidak melakukan keterbukaan secara Publik dan mempertanggung-jawabkan secara publik berbagai pertanyaan.
– Memakai Gurka (menutupi wajah) di wilayah Timur-Tengah maupun berbagai Wilayah (Negara) dan melakukan aksi terorisme. (Banyak Pria yang menyamar menjadi wanita, siapakah yang dapat mempertanggung jawabkan perihal teroris yang memakai Gurka, tolong ajukan diri Saudara)
– Kejahatan kebanyakan menutup wajah.
– Pelaku Korupsi bersembunyi di balik Jabatannya sebagai Aparatur.
– Konspirasi pencucian Uang/Emas/Berlian skala besar yang melibatkan kalangan pejabat di pemerintahan sebagai Presiden/Wakil/Menteri/Raja/Bangsawan maupun aparatur lain.
– Pencurian hasil tambang secara besar-besaran tanpa mekanisme yang benar sehingga Kesejahteraan (Makan, Sekolah, Kesehatan, Pekerjaan) Rakyat ter-abai-kan.
Bagaimana Pemerintahan dapat di laksanakan secara Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati tanpa keterbukaan. Keterbukan tersebut harus di jaga, jangan sampai mereka yang Munafik terlihat terbuka, ternyata tertutup (banyak).
” Terbuka ” pada Syla katiga (3) Harus dan wajib.
Keterbukaan pasti mendorong Per-Ekonomi-an melesat bagaikan sinar Mentari yang memberikan kekuatannya untuk Kelangsungan Hidup berbagai Makhluk.
Syla Kaampat (4), Bertanggung-Jawab
Syla kaampat (4) adalah Bertanggung-Jawab. Dari Syla Pertama sampai Syla katiga (3), apaka mempunyai bentuk Pertanggung-Jawaban? Belum ada, perihal tersebut dapat tercermin pada saat memimpin.
Memimpin . . . Apakah yang di maksud dengan memimpin? Memimpin yang terbawah adalah memimpin diri sendiri, kemudian Keluarga, Organisasi, Perusahaan, Pemerintahan. Dalam memimpin, siapakah yang harus bertanggung jawab? Di periksa secara seksama, maka Pertanggung-jawaban berada pada masing-masing diri sendiri (mulai dari terbawah) Keluarga, Organisasi, Perusahaan maupun Pemerintahan. (Siapah yang Saudara Pimpin?)
Tanpa pertanggung jawaban maka tiada guna menjadi Makhluk, terutama Manusia.
Seseorang mendapat pertanyaan dari orang lain, apakah pantas tidak menjawab (Diam, Menghindar)? Tidak menjawab (Diam, Menghindar) memperjelas bahwa yang di tanya tidak mempunyai Tanggung-Jawab (Terutama sebagai Pemimpin).
Bagaimana mau memimpin tanpa Pertanggung-Jawaban, di tanya malah tidak menjawab (Diam, Menghindar), sangat menyedihkan mempunyai Pemimpin semacan perihal tersebut.
Syla Kalhyma (5), Transparan
Transparan merupakan bahasa English yang di adolf menjadi bahasa Endonesea.
Pengertian Transparan adalah Jernih, Jelas, tiada ketertutupan, terlihat sampai sekcil apapun atau tiada yang tidak terlihat, termasuk memberikan Kesejukan karena Kejernihannya, memberi rasa sejuk pada hate (diri sendiri).
Mengapa perihal tersebut di katakan transparan seperti penjelasan di atas? Karena setiap yang mendapatkan penjelasan akan tenang karena mendapatkan jawaban pasti yang di lakukan secara “jelas, bagus, baik, benar, bersih dan setulus hati”.
* Lanjutannya adalah Pancasyla dari syla pertama sampai kalhima yang menjadi pemersatu Doenya (Dunia) dansebagai Dasar Hukum Doenya (Dunia). (Satu Hoekoem yang berdasarkan “Panthasyla” untuk Kebahagiaan dan Kesejahteraan tanpa membedakan siapaun dan di manapun mereka).
Pantjasyla sebagai dasar Hoekoem NAGARA KASATOEAN REPOEBLEK ENDONESEA,
17 Aoegoestoes 1945.
Pancasyla sudah di pakai sejak saman Koetay Kartanagara yang bertempat di Sengkawang-Sengapore sebagai Ibu Kota, Kota Sengapore merupakan kawasan perdagangan dan administrasi sejak 350 tahun lalu.
Kemerdekaan ( NAGARA KASATOEAN REPOEBLIK ENDONESEA, 17 Aoegoestoes 1945 )  penyatuan Noesantara (Thailand, Burma, Brunei, Myammar,Laos, Vietnam, Bhutan, Nepal, Malaysia, Papuanugini, India, Australia, Selandia Baru, Thjy Ong Kok, Taipe, Taiwan, Hongkong, Soviet (Russia), Europa, Israel, Canada). Segalanya berjalan dengan baik tanpa ada hambatan, meskipun di Thjy Ong Kok terjadi penghianatan dari dalam dan memerangi Jepang sehingga Jepang menyerang masuk ke Thjy Ong Kok, termasuk United Stated menyerang masuk ke Endonesea, sampai terjadinya perjanjian Renvelle (Eng US Renville).
Pancasyla sebagai Dasar/Pedoman/Tatanan Kehidupan warga Donoea (Dunia) yang seharusnya di mulai 17 Agustus 1945 yang di laksanakan di Kota Sengakwang-Sengapore dan tercatat di Negeri Belanda sebagai NKRE ( “Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea”, Eng. “The Oenetary of State The Repoeblec of Endonesea” )
PANTJASYLA
1. KAPARCAYAAN BARLANDASKAN YANG MAHA KOEASA (BERSEH)
2. KAMANOESYAAN YANG ADHYL DAN BARADAB (JOEJOER)
3. PARSATOEAN ENDONESEA (TERBOEKA)
4. KARAKYATAN YANG DHYE WAKELEY MAJELYS PARMOESYAWARATAN RAKYAT (BERTANGGOENG-JAWAB)
5. KEADHYLAN SOSYAL BAGEY SELOEROEH RAKYAT, NAGARA KASATOEAN REPOEBLEK ENDONESEA (TRANSPARAN)
Penjelasan mengenai syla :
1. KAPARCAYAAN BERLANDASKAN YANG MAHA KOEASA (BERSEH)
Kata Bersih memberikan penjelasan bahwa semua Kepercayaan di Akui oleh Pemerintahan selama masuk kategori Bagus, Baik, Benar, Bersih, Setulus Hati sejalan dengan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).
2. KAMANOESYAAN YANG ADHYL DAN BARADAB (JOEJOER)
Jujur memberikan penjelasan tentang Kebenaran, Kebenaran adalah Hukum, Hukum adalah Cinta Kasih, Cinta Kasih adalah Kebajikan, Kebajikan adalah Setulus Hati. Berdasarkan perihal tersebut maka memberikan rasa adil dan beradab pada semua kalangan slama sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).
3. PARSATOEAN ENDONESEA (TERBOEKA)
Terbuka, Keterbukaan akan menyatukan seluruh kalangan tanpa perbedaan sehingga menuju Kesejahteraan dalam Kebersamaan sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan (Moralitas).
4. KARAKYATAN YANG DHYE WAKELEY MAJELYS PERMOESYAWARATAN RAKYAT (BERTANGGOENG-JAWAB)
Demokrasi terjadi tanpa perlu ada Partai, terlihat dahulu sama Koetay Kartanagara tanpa Partai rakyat Bahagisa dan Sejahtera, Terbukti saat ini, dengan Partai terjadi banyak Kebohongan, Tipu Muslihat yang menyakiti Rakyat tanpa ada tanggung jawab.
Dengan perihal tersebut jelas Tanggung Jawab sangat perlu dan harus di mulai dari diri sendiri.
5. KA-ADHYLAN SOSYAL BAGEY SELOEROEH RAKYAT, NAGARA KASATOEAN REPOEBLEK ENDONESEA (TRANSPARAN)
Syla Kalhyma tercapai dengan cara menjawab semua pertanyaan tanpa ada ketertutupan, perihal tersebut mengakibatkan Rakyat Bahagia karena pemerintahnya memperlihatkan tanpa ada ketertutupan dalam menjalankan pemerintahan. (Konstitusi, arti lain hak bertanya (Rakyat/Pemerintah) dan berhak mendapatkan jawaban dalam waktu mksimal 30 hari).
Apakah yang di maksud dengan Noesantara?
Nusantara mengartikan wilayah di satukan dengan antara Lautan.
Apakah yang di maksud dengan Endonesea?
Endonesea berarti Wilayah yang di antara oleh Laut menyatu tanpa ada rasa jauh, semua adalah sama untuk Kesejahteraan bersama tanpa perbedaan dengan dasar Kebebasan (Sejalan Kebenaran sesuai Kebajikan/Moralitas).
Garuda (Falcon) Asli haruslah menghadap ke kiri. Mengapa menghadap ke kiri? Karena Bhynneka Toenggal Eka yang berarti Berbeda Tetap Satoe, Satoe adalah Kiri.
Lambang Bintang di Syla Pertama bukanlah Bintang segi 5, melainkan Segi Delapan. Mengapa segi delapan? Karena selain Syla masih mempunyai 3 butir yang merupakan kewajiban pemerintah menjalankan dengan Bagus, Baik, Benar, Bersih dan Setulus Hati. Yaitu,
Tiga Permata Kehidupan,
1. Menciptakan Kesejahteraan di manapun tanpa membedakan, sehingga Kebahagiaan merata.
2. Menjadikan Pantjasyla Boeddhyst/Hynddhoest sebagai Dasar/Tatanan/Pedoman dalam kehidupan pada setiap individu.
3. Menciptakan Keamanan di manapun tanpa membedakan.
Peringatan
Peringatan Pimpinan Instansi ke bawah (Apapun Instansinya, termasuk Sekolah dan BUMN beserta Rakyat)
Pengadilan Rakyat di Negeri Belanda di menangkan oleh Rakyat terhadap tergugat Komunis (Pemerintahan Komunis di berbagai Wilayah, terutama Endonesea dan United Stated).
Komunis-nya ” Joko Widodo/Jusuf Kalla, Barrack Obama, Joe Biden beserta pendahulunya”.
Bendera Komunis, Kebohongan, Iblis, Pemberontak

Bendera Komunis, Kebohongan, Iblis, Pemberontak

Bendera Komunis

Bendera Komunis

Dengan perihal tersebut di manapun Instansinya, pimpinannya di pecat dengan masih menaikkan bendera Komunis (Bendera Komunis ada pada gambar).
Setelah pimpinan di pecat ada penggantinya, penggantinya tidak mampu, sampai bendera Komunis Berkibar maka di pecat.
Bendera yang seharusnya berkibar di Endonesea dan United Stated adalah Bendera Merah Putih dengan Logo 8 Bintang (Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea).
The Oenetary of State The Repoeblek of Endonesea (Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea / Koetay Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

The Oenetary of State The Repoeblek of Endonesea
(Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea / Koetay Kartanagara / Oeneted Kengdom (United Kingdom))

 

Untuk Ajaran yang berhaluan Komunis (Kebohongan, Teroris) merupakan Larangan, maka masih terdengar Ajaran tersebut, Pimpinan Angkatan Bersenjata di pecat (Polisi maupun Tentara, termasuk pengganti saat tidak mampu menghilangkan Ajaran Komunis).
Toesday, Jan 26, 2016 , 13.20
Sengkawang-Sengapore, Borneo,
Nagara Kasatoean Repoeblek Endonesea
The Oenetary of State The Repoeblec of Endonesea
Mark Mamangkey Tjost
Tjoapoetra
Law, According Pantjasyla. (Kembalay ke bentoek lampaoe, bentoek Baroe “Pancasila” masa datang tydak akan di pakay)
Us with Dalai Lama, Ajahn Brahm Agreed one voice without words “Agama/Allah/Tuhan”, Relied “The Almeghty/Yang Maha Koeasa/Thien/Anna/TAO/Yahudi”. (for those who do not believe please immediately ask the Police Station)
Islamic, Catholic, Christian, Pentecostal (Komuniz/Zatan); Muslimim, Nasharani (Good).
The purpose of Facebook to make Social Media in which we can learn together, improve the Quality of themselves on understanding through the Media. (if you are shy of asking questions, you will get lost in your way).
I do not believe in “tuhan or Allah (Sewer)”, which I believe/relied is The Almighty. (In English tuhan, Allah does not exist in the dictionary, I called Sewer) Tuhan / Allah (Bibel/Quran, 80% Fiksi) is the greatest hoaxes in the World.
In Indonesian did not know the word Agama, that there is a teachings of, no origin of the word Agama. In written English is the teaching of religious / belief that.
Teach / preach / broadcast / carry / propagate teachings by Media Print / Electronics / Radio / Internet use / using name / book, Allah / Tuhan / Agama / ilahi / Jibril / Bible / Quran, at least 10 Years of the Criminal, terraced.
Reason please read (translate to english than translate where Language wanna) :
Is my duty as a citizen of the World exhibit at the World’s biggest hoaxes in said that was not prolonged.
Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on January 26, 2016, in Artikel Tjoaputra, Umum. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: