Definition of ” God (Dewa) ” and ” The Almighty (Yang Maha Kuasa, Thien, TAO, Anna, Yahudi) “

 

Definition of ” God (Dewa) ” and ” The Almighty (Yang Maha Kuasa)

Greeting Prosperous,

God, is certainly good and can be either Human, clearly different from Zatan.

Why do we call it a god?

Because an envoy representing “The Almighty”.

Why should say god, rather than directly to “The Almighty”?

The problem is as human beings, we are already “clean” so that they can get help from other creatures?

That help is another creature, which provide information about terrorists. “The Almighty” is not shaped / Form and can not Think existence (no exception to the Gods).

On the Gods can only feel relief that is given “The Almighty” at the World Spirit (Subconscious, consciously or dream) by communicating, providing help, advice with the aim of both the creature with distance vision, hearing, all of which can not be done by ordinary people.

Who is able to provide these capabilities in humans are designated as messengers “The Almighty” to help humans? Surely we say envoy who believed “The Almighty” with the criteria “Clean, Honest, Open, Responsible and Transparent”.

God was always praying to “The Almighty” because of the help that is given can be felt, not seen, not in the form, not the form, and not thinking ability “The Almighty” give Him (God).

All Beings certainly are suggested to pray directly addressed the “The Almighty” is not the god.

Hope of all Beings Be Happy, Prosperous and Love Peace everywhere.

Namaste

In Indonesiaan

Sejahtera,

Dewa, tentu baik dan dapat berwujud manusia, jelas berbeda dengan Zatan.

Mengapa kita menyebutnya sebagai Dewa ?

Karena merupakan Utusan yang mewakili ” Yang Maha Kuasa “.

Mengapa harus mengatakan Dewa, bukan langsung ke ” Yang Maha Kuasa “?

Yang menjadi permasalahan apakah sebagai manusia, diri kita sudah ” bersih ” sehingga mampu mendapatkan pertolongan dari Makhluk lain ?

Yang menolong adalah Makhluk lain, yang memberikan Informasi tentang Teroris. ” Yang Maha Kuasa “ tidak Berbentuk/Berupa dan tidak dapat di Pikirkan Keberadaannya (tidak terkecuali pada Dewa).

Pada Dewa hanya dapat merasakan bantuan yang di berikan ” Yang Maha Kuasa “ pada Alam Roh (Bawah Sadar, secara sadar atau mimpi) dengan berkomunikasi, memberikan bantuan, saran dengan tujuan baik pada makhluk dengan jarak penglihatan, pendengaran, yang kesemuanya tidak dapat di lakukan oleh manusia biasa.

Siapakah yang mampu memberikan kemampuan tersebut pada manusia yang di tunjuk sebagai utusan ” Yang Maha Kuasa “ untuk menolong manusia ? Sudah pasti kita mengatakan Utusan yang di percaya ” Yang Maha Kuasa “ dengan kriteria “Bersih, Jujur, Terbuka, Bertanggung Jawab dan Transparan”.

Dewa pun selalu berdoa pada ” Yang Maha Kuasa “ karena bantuan yang di berikan dapat di rasakan, tidak terlihat, tidak berbentuk, tidak berupa dan tidak terpikirkan oleh kemampuan ” Yang Maha Kuasa “ berikan padaNya (Dewa).

Semua Makhluk tentu di sarankan berdoa langsung menujukan pada ” Yang Maha Kuasa “ bukan pada Dewa.

Harapan semua Makhluk Berbahagia, Sejahtera dan Cinta Damai di manapun berada.

Namaste _/\_

Mark Mamangkey Tjost

Tjoaputra

The purpose of Facebook to make Social Media in which we can learn together, improve the Quality of themselves on understanding through the Media. (if you are shy of asking questions, you will get lost in your way).

I do not believe in tuhan or Allah (Sewer), which I believe/relied is The Almighty.(In English tuhan, Allah does not exist in the dictionary, I called Sewer) Tuhan / Allah is the greatest hoaxes in the World.

In Indonesian did not know the word Agama, that there is a teachings of, no origin of the word Agama. In written English is the teaching of religious / belief that.

Reason please read (translate to english than translate where Language wanna) :

https://tjoaputra.wordpress.com/2015/07/24/ajaran-bersih-benar-jujur-terbuka-bertanggung-jawab-dan-transparan/

Is my duty as a citizen of the World exhibit at the World’s biggest hoaxes in said that was not prolonged.

Merupakan tugas saya sebagai warga Dunia memperlihatkan Kebohongan terbesar di Dunia untuk di ungkap sehingga tidak berkepanjangan.

If have time please read this Article (must translate to English or other language):

https://tjoaputra.wordpress.com/2015/01/18/mengapa-tuhan-membiarkan-anak-anak-jadi-pelacur/

https://tjoaputra.wordpress.com/2015/04/05/pekerja-seks-bersuara-di-media-sosial/

.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on November 21, 2015, in Artikel Tjoaputra, Cerita Umum, Hoekoem Akherat - Langet, Pelajaran Boeddha - Hynddhoe, TAO'ES, Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: