Tugas dan Wewenang Penyelidikan Kasus Korupsi (Minyak, dll)

Kamis, Juli 30, 2015, Pukul 14.30

Singkawang, Kalimantan Barat, Singapore, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Singapore Asian Capitol.

Perihal : Bendera NKRI ” The Unitary State Of The Republic Of Indonesia “

Singapore, The Unitary State Of The Republic Of Indonesia

Tugas dan Wewenang Penyelidikan,

Kasus Korupsi (Minyak, dll)

Banyak kasus yang terjadi di berbagai belahan Dunia dan terdapat di hampir semua Negara untuk masalah Kejahatan (Pembunuhan, Konspirasi, Korupsi, dsb). Kasus tersebut banyak pula tidak terungkap. Pertanyaannya adalah mengapa kasus tersebut tidak terungkap? Jawabannya banyak, di antaranya adalah ;

Apakah penyidik mempunyai mekanisme laporan yang di sidik?

Siapakah yang memerika hasil laporan penyidik beserta dengan laporan harian yang penyidik lakukan?

Apakah penyelidikan yang di buat laporan Makhluk yang di selidiki tersebut terbuka untuk umum? (perihal tersebut berlaku jika dalam minimal 1 bulan (maksimal 3 bulan, dan maksimal 6 bulan untuk kasus pembunuhan) tidak dapat di teruskan atau terhenti, harus di buka ke Publik). Jika masih dalam penyelidikan dapat di mengerti mengapa belum bisa di buka di Publik, setelah 1 bulan harus di buka ke Publik untuk memperjelas apakah Makhluk yang di selidiki memang bersalah atau tidak, atau mengalami jalan buntu. Jika tidak bersalah harus di umumkan di Publik untuk memperbaiki nama baik dari Makhluk tersebut. Sudah merupakan kewajiban dari Penyidik sehingga mempermudah tugas dari Hakim maupun pengacara Makhluk yang di bela.

Dalam Undang-Undang Dasar 17 Agustus 1945, NKRI yang di tanda tangani oleh Presiden Soekarno tertulis lengkap jelas beserta penjelasannya untuk melindungi Warga dari berbagai Kejahatan untuk Kebahagiaan dan Kesejahteraan Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Contoh Kasus Kejahatan Korupsi, Pencucian Uang.

Kasus Minyak jadi (Bensin, Ron 92, 94, Solar dll).

Perlu di ketahui,

* Minyak mentah langsung di oleh di tempat (kilang) menjadi minyak jadi (Bensin, Ron 92, 94, Solar dll)

* Minyak jadi bukan di olah di Blok Mahakan (Kalimantan Timur) yang selama ini di dengar, yang di olah adalah Ron 92 menjadi Premium dan Solar (1 liter Ron 92 menjadi 4 Liter bensin premium, demikian pula dengan Solar).

* Blok Mahakan mengolah limbah minyak bumi yang sudah di jadikan minyak jadi di Kilang dan Limbah tersebut di olah menjadi Olie dan lain-lain.

Berapakah awal mula adanya Kilang minyak di Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Berapakah besaran keluaran minyak mentah tersebut lalu langsung di oleh di tempat menjadi minyak jadi? (jumlah kilang minyak, per kilang minyak berbeda hasil keluarnya)

Setahu saya ada 5 kilang minyak pertama dengan hasil sekitar 2 juta barel per hari (pada tahun 1970 an). dari perihal tersebut berarti secara MOU jika di miliki, seharusnya Pemerintah NKRI memiliki sekitar minimal 40% ( maksmal 50% ) dari yang di hasilkan oleh Kilang minyak tersebut).

Mengapa harus minimal 40% dan Maksimal 50% ? Karena NKRI tidak punya kempuan untuk mengangkat/mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi.

Jika minyak mentah di olah menjadi minyak jadi (2 juta barrel) dan menghasilkan sekitar (1 juta barrel minyak jadi), maka Pemerintah NKRI berhak sekitar 40% dari 1 juta barrel = 400.000 barrel (di ambil minimum).

Hal tersebut terjadi pada awal adanya Kilang minyak di NKRI, lalu bagaimana perkembangannya? Tentu berdasarkan penyelidikan. Penyelidikan harus di laksanakan secara seksama dan teliti dengan keterbukaan ke Rakyat.

Dari perihal di atas telah terjadi perbedaan yang besar antara laporan di BI (Bank Indonesia) yang di umukan ke Rakyat. Lalu tugas siapakah untuk perihal tersebut. Tentu sebagai Rakyat NKRI yang ingin membela Negara-nya merupakan tugas untuk semua Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mengungkap kasus kejahatan yang terjadi karena, di Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia mengatakan “Setiap Warga berhak membela Negaranya yang sedang mengalami Keadaan darurat” Keadaan darurat bukan merupakan Invasi dari luar atau kejahatan dari luar, melainkan paling pertama tentu Kejahatan yang terjadi di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelajaran Psikologi, kejahatan itu bermula pada dirinya, bukan bermula pada Makhluk lain. Jika diri sendiri tidak bisa mengontrol bagaimana mau memberikan teladan yang baik bagi Makhluk yang lain.

Selain semua warga, tentu merupakan keharusan dari Aparatur ( Polisi, KPK, Anti Coruption dan lembaga lainnya ) dengan berupaya mengumpulkan bukti yang terjadi.

Bukti tersebut sebagai contoh ;

  • MOU kerja sama perusahaan, pemerintah
  • Pompa minyak mentah untuk melihat nomor keluaran minyak.
  • Pompa minyak jadi
  • Surat keluaran/jalan dari Kilang dan menuju kemana.
  • Tanda terima pada tempat di kirim
  • Rekening perusahaan Kilang, Pertamina yang di pergunakan (pemeriksaan Intensif sampai per transaksi, terbuka untuk umum).
  • Rekening Pertamina di sidik sampai per transaksi, di lanjutkan pada pemilik yang di transaksikan seterusnya sampai semua dana telihat dengan jelas kemana dan dari mana, uang apa, terbuka untuk umum).
  • Berapa besarkah penghasilan Pertamina dalam merubah Ron 92 dan Solar menurut perbandingan 1 : 4. (Kapabilitas mengelolah dalam sehari 400.000 Barrel, Blok Mahakam) Ron 94 menjadi Pertamax 1 : 3.

Dari perihal tersebut mendapatkan banyak Rekening yang di periksa beserta saksi maupun tersangka. (siapapun yang berhubungan dengan Transaksi harus di periksa tanpa kecuali, semua di umumkan secara terbuka di media TV maupun cetak sampai nilai Valau sesuai Nilai yang di dapatkan tanpa ada bahasa agen, bahasa agen maupun pengurangan nilai nol merupakan pembohongan publik dan dapat di pidana minimal 10 tahun, bertingkat).

Contoh penulisan pada pengumuman ke Media TV, Cetak, dll :

$ 10.000.000.000.000,-  ( Sepuluh trilliun Dollar United Stated )

Rp 10.000.000.000.000,- ( Sepuluh Trilliun Rupiah )

Pada saat menemukan adanya Aparatur Negara yang duduk di Pemerintahan sebagai Anggota MPR atau apapun pada Transaksi atau Perusahaan yang di periksa harus di umumkan ke Publik secara umum untuk di ketahui kredibilitasnya pada Perusahaan dan mengapa bisa tercampur aduk atau menjadi Direktur atatu apapun di Perusahaan tersebut (termasuk di periksa gaji berapa dan pantaskan duduk di perusahaan atau memiliki perusahaan tersebut lalu mempunyai kerja sama dengan Pertamina, juga di periksa modal dasar dan uang dari mana mereka peroleh untuk buka perusahaan).

Jika kasusnya terlalu banyak ambil kasus kecil dahalu yang telah di pisahkan lalu kasus berikutnya di ajukan meskipun mereka sudah menjadi terpidana, hukum di berikan bertambah sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan sampai bersih semua di sangka-kan. Jelasnya semua harus terselesaikan di Pengadilan sampai semua sen balik ke Negara (tanpa kecuali, ingat Hukum tidak mengenal kata kecuali).

Semua berdasarkan Undang-Uandang Dasar 17 Agustus 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di tanda tangani oleh Presiden Soekarno,  yang tertulis “semua Warga berhak atas penghasilan benar (Berpenghasilan Benar, jika berpenghasilan salah di tuntut sesuai Hukum)”.

Dalam pemeriksaan yang berkelanjutan dengan awal mulanya Kilang Minyak dan selisih dari Pengeluaran Minyak yang di Pompa dengan yang masuk pada Negara (Pemerintah) maka akan terjadi ketimpangan yang jelas terlihat, yaitu :

  • Selisih yang sangat besar akan Minyak yang di Pompa dengan yang tercatat di Pertamina dan masuk Laporan Pendapatan untuk Pemerintah.
  • Jika di buatkan Balance Sheet untuk Kilang Minyak dan Pertamina akan Keluar dan Masuk sudah terjadi Ketimpangan (Harus di cari Ketimpangan tersebut).
  • Jika terdapat selisih, lalu bentuk apakah selisih tersebut di terima oleh yang menjual tanpa sepengetahuan Rakyat atau tidak di laporkan (tentu dalam bentuk Uang dari Negara lain, Emas ataupun Berlian, atau aset yang bukan berada di Negara yang di ambil hasil alamnya).
  • Jika menerima pada bentuk Mata Uang Asing maka akan terjadi Kelebihan Mata Uang Asing jika menerima di Negara Bersangkutan atau akan di sembunyikan di Luar Negeri untuk menjaga Balance Sheet di Neraca Bank Indonesia.
  • Bagaimana jika Neraca dari Balance Sheet Bank Indonesia tidak ada? Menjadi pertanyaan besar akan selisih Keluaran dan Masukan karena tidak akan pernah di ketahui, berarti ada banyak Kecurangan yang terjadi. (Balance Sheet sangat di perlukan di setiap Neraca Perusahaan di mana menjadi Tulang Punggung dalam memeriksa segala sesuatu selisih yang terjadi).

 

Bank Indonesia

Bank Indonesia merupakan Bank yang mengelolah, membuat uang dan mengedarkan ke Masyarakat untuk Negara Indonesia. Selain Bank Indonesia tentu di tiap Negara mempunyai Bank yang mengelolah, membuat uang dan mengedarkan ke Masyarakat untuk Negara-nya. Lalu ada IMF dan Bank Dunia dan lain-lain.

Pertanyaannya adalah apakah yang mengontrol dan menyatukan Bank dari seluruh Negara sehingga bisa menciptakan Laporan yang sehat tentang Pinjaman, Peredaran Uang dan memberikan Laporan Balance Sheet yang sehat sehingga semua terlihat secara terbuka akan Kekuarangan ataupun Kelebihan dari tiap Negara mengelolah Keuangannya? Dari dahulu belum ada?

Untuk secara Virtual saya mengatakan sudah mempunyai data tersebut dan sudah menyatukan segala sesuatunya sehingga terlihat di mana kecurangan-kecurangan yang terjadi pada tiap Negara.

Demikian pula dengan DNA Code yang akan menjadi penopang dalam Per=Bank-kan sehingga tidak terjadi Pembajakan ataupun Penjarahan secara Elektronik di Kehidupan. Selain perihal tersebut juga menjadi Patokan Pajak Per-orang-an yang mempunyai anak lebih dari 2 Anak akan mendapat-kan Pajak tambahan untuk di setor ke Negara dengan Akte Lahir yang harus men-catat-kan DNA Code dari Ayah dan Ibu Biologis di Akte Lahir beserta Anak biologis.

Perihal Virtual tersebut harus di wujudkan dan di Implementasikan ke Kehidupan untuk Kebahagian dan Kesejahteraan di semua Alam.

 

Dari perihal Minyak Jadi (Minyak Mentah) sudah menciptakan Balance Sheet yang tidak sehat, karena Perihal Pencurian atau peng-gelap-an tidak mungkin di laporkan mengakibatkan Kesenjaan dan Kesejahteraan di Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia sulit di dapatkan.

Dengan terbongkarnya kasus tersebut tentu harus melaporkan ke Bank Indonesia untuk menyesuaikan Neraca dari Bank Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah selama ini Laporan dari Bank Indonesia selalu Kredibel dan dapat di percaya?

Mengapa dapat muncul pertanyaan tersebut? Karena yang mengelolah Minyak Mentah menjadi Minyak jadi adalah Pemerintah dan Perusahaan Asing di mana MOU dari Kerja sama tersebut tidak pernah di beberkan di Publik sehingga tidak ada yang meng-audit masalah tersebut dan mencari Korban untuk di jadikan tersangka dan di buat perihal tersebut OKNUM per-orang-an yang sebenarnya adalah OKNUMISASI (Ter-Organisir) yang melibatkan dari tingkatan paling tinggi sampai paling rendah.

Jika ada Korupsi yang di sangkakan selalu per-orang-an sedangkan yang menjadi Kepala-nya selalu lepas, bagaimana Korupsi dapat di hilang jika bukan Kepala-nya yang di sangka-kan?

Dalam kasus ini dengan tegas saya Pribadi menyatakan dan menjadikan tersangka adalah :

Presiden dan Wakil Presiden beserta yang terlibat siapapun mereka

Joko Widodo/Jusuf Kalla, dll (Berwajah Kelamin Pantat)

Di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Sebelum melanjutkan ke bagian yang lebih mendalam, dengan sangat saya menyampaikan Rakyat yang membaca kangan sampai ada Rush dalam keuangan di Bank ataupun Kekacauan karena Pemerintahan Joko Widodo/Jusuf Kalla (Kelamin Pantat) tidak memegang Kekuasaan tentang Keuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun Pengelolahan-nya atau membuat/mencetak uang baru dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang memegang Kendali Keuangan adalah Negara Singapore (Union Asia) di bawah pengawasan Berbagai Negara di Dunia (Peace Nation).

Segala seuatu Korupsi yang mendapatkan Dampaknya adalah Kalangan Elit yang mempunyai Keuangan yang sedang di sidik per rekening Bank, bukan Rakyat biasa.

Jika ada masalah Makan, Sekolah, Kesehatan untuk keuangan silahkan langsung ke PemProv atau PemDa bagian Dinas Sosial untuk mendapatkan Makan, Sekolah, Kesehatan Gratis atau menghubungi saya (di web tjoaputra.com ada lengkap alamat maupun nomor HP, silahkan sms data dan tempat yang bisa menghubungi anda, tolong jangan menelpon). Pasti akan ada yang merespon balik.

Selaku Pemerintah yang mengawasi dan mengelolah Pemerintahan Indonesia Baru (Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan ke-Wajib-an memberikan Makan, Sekolah dan Kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Ingat . . . Ingat . . . Ingat . . .

Jangan Percaya berita yang di siarkan oleh Media TV maupun Cetak akan segala proyek atau apapun yang memberitakan dengan tujuan membuat Keributan/Kekacauan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

 

 

Anti Austerity ( Langkah Penghematan )

Langka Penghematanyang di lakukan setiap Pemerintah merupakan Kewajiban, karena tanpa penghematan maka mengakibatkan Pemborosan dan tidak adanya Kontrol dalam Pembelian Barang atau Keperluan atau Membangun Sarana/Infrastruktur.

Beberapa Artikel yang saya baca, mereka protes akan langkah Pemerintah dalam Penghematan. Protes bukan merupakan larangan, malah bagus dengan protes tersebut dan keterbukaan Pemerintah dengan merespon memberikan jawaban atas Protes dalam Keterbukaan akan membuka mata para Demonstran yang Protes.

Untuk para Demonstran cobalah bertanya yang secara Publik di depan anda melakukan dialog mengenai Langkah Penghematan tersebut berupa apa? Jangan langsung menuduh, malah dengan Keterbukaan, jaminan para Demonstran akan mendapatkan jawaban yang memuaskan langsung di tempat para Demonstrans.

Temukan jawabannya di tempat ( Negara ) anda. Demikian pula yang Protes mengenai Kenaikan Listrik di Armenia.

Anti Austerity ( Langkah Penghematan ) di lakukan karena Pengeluaran Lebih besar dari Pendapatan maka perlu Penghematan. Dari kalimat sebelumnya jelas jika Pendapatan lebih minim yang berarti mengalami kekuarangan, karena kekurangan tersebut mengakibatkan Defisit. Setelah mengalami Defisit maka berpengaruh pada mata uang yang mengakibatkan melemahnya Mata Uang. Melemahnya mata uang mengakibatkan barang Import akan naik. Dengan naiknya barang Import berarti Kenaikan harga barang yang berarti Inflasi.

Langkap penghematan sangat perlu di lakukan karena barang nya mahal untuk di beli atau di jual ke masyarakat yang mengakibatkan tinngginya biaya Kehidupan. Yang menjadi masalah apakah penyebab dari merosotnya Nilai tukar mata uang tersebut sehingga mengakibatkan Kenaikan harga dan Bailout dari Bank Pemerintah? Apakah ada penyelidikan menyeluruh tentang perihal tersebut? Jika tidak melakukan penyelidikan menyeluruh yang menyentuh dari Level teratas/tertinggi sampai Level terbawah/terendah di Pemerintahan.

Perihal tersebut terjadi bukan hanya di satu Negara melainkan di banyak Negara yang di Motori tentu mendapatkan Bunga Pendanaan/Pimjaman dan menjatuhkan Nilai tukar tersebut untuk mendapatkan Keuntungan Tambahan berikut menguasai Pemerintahan setempat dengan cara mengikat melalui Perjanjian Pinjaman yang di buat pada Perjanjian. Ini merupakan “Aggresi dalam Perdagangan yang bertujuan menguasai Pemerintahan Negara tersebut melalui Pendanaan yang selalu membawa nama Ekonomi Liberal atau Neo Liberal”.

Perihal yang harus di Periksa dalam Pemerintahan untuk Negara yang mengalami Bailout.

  • Jumlah uang beredar pada Negara tersebut (lokal dan mata uang asing). Untuk mata uang asing harus di ketahui pula Negara tersebut mencetak dan mengedarkan berapa besar.
  • Pendapatan dari para Aparatur pada semua Rekening baik Pribadi atau jika ada nama Palsu.
  • Arus masuk maupun arus keluar mata uang (semua jenis) pada Negara, baik melalui Bank maupun pada Per-Individu yang masuk ke Negara (untuk Individu tidak pernah di lakukan menyeluruh, termasuk jika ada yang menyelundupkan uang melalui Kontainer yang masuk Kategori Ekport/Import).
  • MoU dari Perusahaan yang melakukan Ekport/Import. (sebaiknya bukan MoU melain Agrreement).
  • Jumlah uang Giral pada Bank Swasta maupun Negeri (Lokal maupun asing) di mana selain uang Giral juga mempunyai Fisik yang membuktikan benar-benar ada uang tersebut. Jika ternyata banya mata uang Asing dan tidak masuk melalui Pemerintah setempat (tercatat) maka telah terjadi Pencucian uang di mana uang tersebut tidak tercatat di Pemerintahan setempat yang dapat mengakibatkan Bailout pada Bank Sentral Negeri Kelebihan uang tersebut harus di periksa secara Detail dan menyeluruh.

Akhir kata dari Pemerinksaan tersebut maka di temukan :

  • Apakah Partai Politik di perlukan di Pemerintahan?
  • Segala seuatu semua mengarah pada Partai Politik, bukan memberikan Kesejahteraan pada Rakyat malah menyengsarakan melalui Ekonomi Liberal/Neo Liberal dan Inflasi yang termasuk Konspirasi antar Negara dan Lembaga.
  • Lalu uang yang tidak terdaftar tersebut di gunakan untuk apa? Tentu pendanaan Teroris secara terselubung atau perdagangan senjata.
  • Dari pemeriksaan maka di temukan United Stated Bailout dari Penukaran Mata uangnya sendiri (Terhadap mata uang Asing, di mana tiap Negara yang ingin menukar Dollar United Stated ke Mata uang Negaranya), Indonesia Bailout dari Dalam dan Luar Negeri (Dalam Negeri Bank Central Indonesia (Bank Indonesia) tidak mampu menukar/menerima uang Asing $ Dollar united Stated menjadi Rupiah, dari Luar Negeri Bank Central Indonesia (Bank Indonesia) tidak mampu menerima Rupiah dan membayar Mata uang Negara yang ingin menukarkan mata uang Rupiah.

 

 

 

Bersambung . . .

Tuesday, Jun 30, 2015, 11.55

Singakawang, West Borneo,

” The Unitary State Of The Republic Of Indonesia “,

Singapore

Mark Mamangkey Tjoat

Tjoaputra

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on June 30, 2015, in Artikel Tjoaputra, Makalah Gov, Umum, Update. Bookmark the permalink. 5 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: