Badrodin Akui Polri Ajukan Surat Permohonan Sita Dokumen Milik KPK

News / Nasional

Jumat, 6 Februari 2015 | 20:18 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRILWakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti membenarkan adanya pengajuan permohonan penyitaan dokumen milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia menyebutkan, permohonan itu ditujukan untuk melengkapi proses penyidikan yang dilakukan terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang menjadi tersangka kasus dugaan saksi palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

“Ya, ada salah satu salinan dokumen yang kita perlukan untuk penyelidikan. Kalau kami minta begitu saja, KPK pasti tidak mau kasih, maka kami minta persetujuan penetapan ke pengadilan untuk bisa dijadikan barang bukti,” kata Badrodin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Badrodin menilai, dengan adanya penetapan pengadilan itu, KPK berkewajiban menyerahkan dokumen terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diinginkan kepolisian.

“Kemarin KPK datang, meminta RH (riwayat hidup) personel Polri, ya kami kasih. Maka kami memerlukan seperti itu, maka harapan saya bisa diberikan,” katanya.

Menurut Badrodin, keputusan melayangkan surat permohonan penyitaan adalah kewenangan penyidik. Ia mengaku tak bisa memutuskan apakah hal itu diperbolehkan atau tidak.

“Itu kewenangan penyidikan, tetapi itu dilakukan untuk bisa melengkapi penyidikan yang dilakukan Bareskrim,” kata dia.

Ajukan izin penyitaan ke PN Jaksel

Seperti diberitakan, Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutisna mengatakan, sudah ada pengajuan permohonan izin dari kepolisian untuk melakukan penyitaan dalam kasus yang menjerat pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.

“Surat izin penyitaan untuk barang bukti atas nama BW (Bambang Widjojanto) sudah ada dari penyidik, sudah diajukan, tetapi belum ada surat penetapan (dari pengadilan),” kata Made saat dihubungiKompas.com, Jumat (6/2/2015) malam.

Namun, Made mengatakan, saat ini surat permohonan itu tengah diproses pihak pengadilan. Permohonan akan diproses oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutuskan apakah penyitaan disetujui atau tidak.

“Satu-dua hari inilah prosesnya. Nanti ketua pengadilan akan kaji. Tinggal disetujui atau tidak. Paling tidak, hari Senin sudah ada jawabannya,” ujar Made.

Terkait kabar soal penggeledahan hari ini, Made menepisnya.

“Yang bisa saya pastikan, untuk keluarnya izin, sampai sekarang belum ada,” kata Made.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis : Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Kutipan dari :

http://nasional.kompas.com/read/2015/02/06/20180041/Badrodin.Akui.Polri.Ajukan.Surat.Permohonan.Sita.Dokumen.Milik.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Tambahan :

Bukti untuk BW bukannya sudah berada di Mabes POLRI beserta copy dari rekaman pembakaran penelitian kasus yang menimpa :

Susilo Bambang Yudhoyono, Mengawati Soekarno Putri, Jero Wacik, Joko Widodo beserta organisasi Politik yang terlibat karena Kasus Minyak yang menjadi kebohongan Publik dengan menjual langsung ke Negara lain.

Rekning Bank yang berada di Negara lain di luar Indonesia dan di dalam Negeri.

Aset yang berada di Indonesia di atas namakan Pribadi (10 orang) senilai 800.000 Trilliun rupiah. Tersebar di berbagai BUMN, Bangunan Kantoran tinggi, Real Estated, Perusahaan Go Publik dll.

Selain dari itu mengapa harus menyita Dokumen yang ada, sedangkan kasus masih dalam penelitian, berarti ada Niatan menghilangkan dan menyelamatkan para Koruptor yang termasuk OKNUMISASI karena keterlibatan banyak pihak perorangan dan Perusahaan (Konspirasi).

Kaus Korupsi yang di teliti adalah sebesar 9 Trilliun Dollar United Stated belum termasuk pengembangan yang di lakukan oleh Soeharto (KOMUNIS).

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on February 7, 2015, in Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: