Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003 Pasal 16, cacat secara “HUKUM”

News / Nasional

Bambang Widjojanto Bantah Suruh Saksi Berikan Keterangan Palsu

Rabu, 4 Februari 2015 | 00:44 WIB
TRIBUNNEWS / DANY PERMANAWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto saat tiba untuk memenuhi panggilan Bareskrim Polri, di Jakarta, Selasa (3/2/2015). Bambang diperiksa terkait dugaan mengarahkan pemberian kesaksian palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi, 2010 silam.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto membantah telah menyuruh sejumlah saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) 2010 silam.

“Yang saya lakukan adalah apa yang biasanya dilakukan pengacara lain, legal consulting,” ujar Bambang usai sekitar 12 pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Selasa(3/2/2015).

Legal consulting yang dimaksud, yakni hanya sebatas mengorek keterangan saksi terkait kasus yang disengketakan, serta memberitahu saksi soal tata cara persidangan di MK.

Bambang mengatakan, kegiataan pengacara dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Pasal 16 di UU tersebut menyebutkan, “Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan”.

Adapun, dalam Pasal 15 di UU yang sama menyebutkan, “Advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan”.

“Kalau legal consulting itu mengakibatkan satu pengacara dipidana, maka seluruhnya pengacara pasti bisa dipidana,” ujar Bambang.

Bambang mengaku siap jika penyidik mengkonfrontir dirinya dengan saksi-saksi yang memberatkan.

Bambang adalah tersangka kasus dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pilkada di Kotawaringin Barat pada 2010 silam. Bambang ditangkap, 23 Januari 2015 usai mengantarkan anaknya ke sekolah di bilangan Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan surat panggilan pertama, BW disangka atas Pasal 242 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

Kuasa hukum Sugianto Sabran, pelapor kasus yang menjerat Bambang Widjojanto, Karel Ticualu mengatakan, pihaknya memiliki bukti Bambang Widjojanto menyuruh para saksi memberikan keterangan palsu di depan hakim MK. Karel mencontohkan, ada saksi yang diminta Bambang untuk mengatakan bahwa terjadi pesta seks dan minuman keras di kubu Sugianto usai memenangkan Pemilukada 6 Juni 2010 silam.

Kedua, ada saksi yang diminta Bambang mengaku tidak dapat berbahasa Indonesia di depan hakim sidang.

“Kami punya bukti pengakuan saksi yang telah dituangkan dalam berita acara ke penyidik Bareskrim. Perlu diketahui, bukan hanya BW yang mengarahkan itu, tapi rekannya juga, yakni Ujang Iskandar,” ujar Karel di pelataran Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Karel mengatakan, pihaknya menyertakan pengakuan empat orang saksi sidang sengketa Pemilukada yang diperintahkan Bambang memberi keterangan palsu di depan hakim. Informasi dari penyidik Bareskrim Mabes Polri, mereka juga menyertakan saksi-saksi yang lainnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Bayu Galih

Kutipan dari :

http://nasional.kompas.com/read/2015/02/04/00443351/Bambang.Widjojanto.Bantah.Suruh.Saksi.Berikan.Keterangan.Palsu?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Bantahan akan Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003

Menurut UU Nomor 18 Tahun 2003 “Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan”.

Sekilas saja,

 

Hukum ada “karena ada pihak yang dirugikan” yang mengartikan ada korban untuk membuktikan akan Kebenaran dan memberi perimbangan dan di lihat di ketahui oleh masyarakat menjadi pelajaran sehingga tidak melakukan perbuatan buruk (harus terbuka tidak boleh tertutup untuk menghindari prasangka buruk akan kinerja  hukum).

1. jika tersangka memang salah dan di bela, tentunya hal itu tidak bermasalah selama pengacara dari tersangka mengetahui secara pasti tentang seluruh kejadian dari kasus yang di sangka-kan pada tersangka.

2. Pembelaan (Pengacara) tentu harus sesuai koridor HUKUM bukan berdasarkan hanya dari kata-kata, karena jika salah dan Pengacara benarkan apakah hal tersebut benar.

3. Apakah perngacara membela sesuai Kebenaran? Jikalau Pengacara membela sesuai Kebenaran 100 nilai poin untuk Pengacara. Jika anda membela yang salah untuk membenarkan 0 Poin untuk Pengacara.

Tepatnya UU Nomor 18 Tahun 2003 “Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan”. tidak dapat di benarkan menjadi UU karena membenarkan yang salah adalah perbuatan melanggar HUKUM.

Mengapa melanggar Hukum? Jikalau membenarkan yang salah dan di ketahui oleh Pengacara, berarti telah melakukan pembohongan yang merugikan HUKUM, Negara, Publik sehingga berapa besar yang di rugikan? Jauh lebih banyak di banding yang Pengacara bela.

 

Benar belum tentu Baik  (Karena pengakuan salah adalah Kebenaran, Hukuman tetap)

Baik belum tentu Benar (Karena Baik bagi diri sendiri dan merugikan yang lain adalah Buruk)

Benar dengan Tujuan Baik, itu sudah pasti baik. (dalam hal kebajikan)

Membela yang lemah belum tentu benar (upayakan kebajikan)

Membela yang baik, benar sudah pasti baik.

Kejururan, Keterbukaan akan menghasilkan pikiran yang Jernih

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on February 4, 2015, in Makalah Gov, Science, Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: