Masalah Reikarnasi

Masalah Reikarnasi
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian XII : Wisnu Prakasa”)

8993_1133715650049326_4305807387738769998_n

Masa lampau bagaikan Mimpi di siang hari.

Suka dan Duka tidak akan dibawa bangun.

 

Macan pun tidak dapat membawa lorengnya.

Gajah pun tidak dapat membawa gadingnya.

Badak juga tidak dapat membawa culanya.

 

Bila mimpi tidak lagi dapat melekat.

Bagaimana Karma dapat melekat ?

 

 

 

Sebagai pembina Dharma Mulia, secara alamiah akan memahami kebenaran Reikarnasi.

 

Pemahaman Reikarnasi yang saya maksudkan dalam konteks ini, sebatas dalam masalah kelahiran kembali dari Roh dan Kesadaran yang masih diperdaya oleh kemelekatan gambaran pikiran. Dimana bagi Roh dan Kesadaran yang telah Jernih, maka tidak lagi dapat diperdaya oleh kemelekatan gambaran pikiran. Sehingga Roh dan Kesadaran yang telah jernih, masalah Reikarnasi atau tidak Reikarnasi, TIDAK lagi berpengaruh atau menjadi suatu masalah besar.

 

Roh dan Kesadaran yang telah Jernih, tidak lagi terpengaruh akan hal dan keadaan yang demikian. Secara kasarnya, saya dapat mengatakan, “Bahkan Langit dan Neraka sekalipun, tidak lagi berbeda, bagi Roh dan Kesadaran Sejati Yang Jernih”.

 

Banyak umat Buddha dan Tao, yang memang telah memahami masalah alamiah proses timbulnya Reikarnasi. Tetapi, justru banyak juga yang cenderung penasaran akan masa lampau kehidupan mereka yang lalu.

 

Setiap kali saya dan Wanita Berjubah Biru membuka hari-hari khusus untuk membantu mahluk lain, setiap saat ada saja yang penasaran untuk mengetahui masa lampau mereka. Mereka selalu bertanya, “Siapakah dirinya dimasa lampaunya ?”

 

Banyaknya umat yang menanyakan pertanyaan yang demikian. Maka pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan sekali lagi, bahwa Saya dan Wanita Berjubah biru, secara pribadi tidak akan menjawab pertanyaan-tanyaan yang demikian, tanpa alasan dan tujuan yang jelas.

 

Hanya bila memang saya melihat, adanya kebaikan bagi dirinya. Saya akan mempertimbangkan sekali lagi untuk mengungkapkan jawabnya, dengan memohon petunjuk langsung dari Yang Maha Kuasa.

 

Satu hal yang harus dipahami oleh para umat pembina spiritual, bahwa timbulnya perasaan dan penasaran untuk mengetahui kehidupan masa lampaunya. Akhirnya hanya akan menjadi suatu penghalang terbesar dalam pembinaan spiritualnya.

 

Bagi umat yang selalu ingin mengetahui masa lampaunya, secara alamiah tentu akan timbul suatu pengharapan yang baik. Hal ini adalah wajar, karena memang sebagai mahluk, tentu lebih mengharapkan kebahagiaan, dan menghindari penderitaan.

 

Jika dirinya dikatakan bahwa masa lampaunya adalah Orang Hebat, Orang Kuat, atau Orang Suci, maka secara tidak langsung diri merasa senang dan bangga. Tetapi kesenangan dan kebanggaan yang demikian, justru dapat mencelakainya.

 

Dengan mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Spiritual dimasa lampau. Secara alamiah dan tanpa disadari, dirinya cenderung menjadi sombong, dan malas untuk lebih membina diri. Mereke cenderung langsung merasa pencapaian mereka sekarang ini, sama seperti pencapaian mereka dimasa lalu. Mereka tidak menyadari, bahwa pencapaian mereka dimasa lalu, berkat pembinaan masa lalu. Dan untuk mencapai tingkat pencapaian seperti masa lampau, mereka harus membina diri dengan giat seperti dimasa lampau.

 

Bahkan seharusnya, bagi mereka yang mengetahui bahwa dirinya adalah baik. Maka pada kehidupan yang sekarang, mereka harus dapat lebih berbuat baik. Jadi seorang yang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Guru Besar dimasa lampau, tentu akan berusaha menjadi seorang Guru Besar kembali, dan membina diri lebih baik lagi dari kehidupan sebelumnya. Mereka yang mengetahui masa lampaunya adalah seorang pembina spiritual, tentunya akan berusaha menjadi seorang pembina spiritual yang lebih baik lagi.

 

Jika dirinya dikatakan bahwa masa lampaunya kurang baik, secara alamiah mereka akan kecewa dan cenderung tidak mempercayainya. Mereka secara alamiah tidak dapat menerima kenyataan yang kurang baik, dan cenderung hanya menganggap kurang beruntung saja.

 

Seharusnya mereka yang mengetahui masa lampaunya kurang baik, maka pada kehidupan yang sekarang, adalah suatu kesempatan yang sangat baik untuk merubahnya menjadi baik. Mereka harus menyadari bahwa kehidupan sekarang ini, merupakan kesempatan yang sangat langkah sekali, untuk memperbaiki segala kekurangan di masa lampau.

 

Ada satu pengalaman saya yang berhubungan dengan masalah umat yang ingin mengetahui Reikarnasi masa lampaunya. Kiranya pengalaman ini cukup menarik, untuk diambil hikmahnya.

 

Pada suatu kesempatan, satu group dari salah satu vihara Tantra di Jakarta, berkunjung kerumah saya untuk bertemu dan berkonsultasi dengan Wanita Berjubah Biru. Kelompok group ini memang sudah terkenal akan kegiatan-kegiatan yang kadang sedikit aneh. Dimana tampaknya mereka lebih tertarik akan mempelajari ilmu-ilmu gaib, dan cenderung mengumpulkan berkah dari para Guru-Guru spiritual di seluruh dunia. Kelompok mereka memiliki pandangan yang cukup menarik, dimana mereka merasa dapat mengambil dan menyerap kekuatan atau ilmu dari para Guru Besar yang mereka datangi. Saya sendiri tidak mengetetahui, bagaimana cara dan jenis ilmu yang mereka percayai itu.

 

Satu persatu, anggota kelompok berkonsultasi langsung kepada Wanita Berjubah Biru. Lalu, pada saat giliran salah satu anggotanya yaitu seorang lelaki yang cukup berumur, memohon agar Wanita Berjubah Biru bersedia untuk mengungkapkan siapa dirinya dimasa lampau. Pemimpin kelompok ini adalah seorang wanita, dan sebenarnya telah mengenal Wanita Berjubah Biru dan saya sejak lama sekali. Bahkan dapat dikatakan sangat dekat, karena saya juga banyak membantu urusan keluarga dan kelompok mereka. Selain itu, Ketua mereka sebenarnya juga sudah mengetahui bahwa Wanita Berjubah Biru dan saya, selalu menghindari pertanyaan-pertanyaan yang demikian. Tetapi rupanya,  kali ini tampak sekali ketua kelompok ini, sedikit memaksakan agar Wanita Berjubah Biru mau menjawab pertanyaannya.

 

Untuk memberi muka kepada Ketua kelompok ini, dengan terpaksa Wanita Berjubah Biru menyanggupinya. Kemudian Wanita Berjubah Biru menggunakan Kesadaran dan Roh Sucinya untuk melihat masa lampau lelaki tua ini. Kemudian dengan tenang, Wanita Berjubah Biru mengatakan bahwa “Dirinya adalah seorang penipu, yang pandai menulis di masa lampau.”

 

Mendengar jawaban dari Wanita Berjubah Biru yang tidak terduga-duga. Wajah lelaki tua langsung memerah dan menundukan kepalanya.

 

Umat lainnya semua langsung terdiam kaget, dan membisu bagaikan patung beberapa menit.

 

Lalu mendadak ketua dari group ini, membuka keheningan dengan berkata “Penipu yang pandai menulis, jangan dianggap rendah.  Pasti menjadi penulis buku dongeng yang hebat.”.

 

Semua umat di group ini kembali berseri wajahnya. Tampak wajah lelaki tua ini langsung cerah kembali.

 

Disini saya melihat, betapa hebatnya Gambaran Pikiran manusia memperdaya Jati Diri. Didalam penderitaanpun, gambaran pikiran masih terus mencelakai manusia. Dan saya akan memastikan bahwa: “Walaupun diri kita telah mencapai neraka yang paling dalam, Gambaran Pikiran tetap masih terus memperdaya selamanya”.

 

Setelah mereka pulang, Wanita Berjubah Biru langsung menjelaskan kepada saya, mengapa dirinya kali ini menjawab pertanyaan tentang Masa Lampu seseorang. Dimana Beliau sendiri, yang sebenarnya melarang saya untuk membongkar rahasia-rahasia alam yang demikian, apalagi yang berhubungkan dengan Reikarnasi dan kehidupan masa lalu.

 

Beliau menjelaskan kepada saya, bahwa Beliau tadinya terpaksa berusaha memuaskan keinginan gambaran pikiran mereka, dengan harapan mereka dapat tersadarkan. Jikalau kehidupan sekarang tidak lagi menyadari perbuatan-perbuatan buruknya. Seharusnya mereka dapat menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami di kehidupan sekarang, adalah hasil dari karma buruk masa lampaunya.

 

Tetapi ternyata harapan Wanita Berjubah Biru sia-sia. Gambaran Pikiran mereka tetap saja dapat memperdaya Kesadaran mereka, karena memang mereka belum pernah sedikitpun menyadari Jati Diri mereka. Sehingga mereka tetap saja menjadi budak dari kemelekatan dan keterperdayaan gambaran pikiran mereka.

 

Disini saya jelas melihat, bagaimana kehebatan Gambaran Pikiran, yang bisa menutupi seluruh Karma Buruk dari Kehidupan seorang Penipu, hanya dengan alasan lainnya. Jika kita sadari, banyak sekali kehidupan manusia yang demikian. Dimana kita dapat menutupi dan melupakan segala Perbuatan Buruk, hanya karena alasan yang tidak pasti.

 

Disini saya melihat, bagaimana manusia lebih menutupi dan berlaga tidak mengetahui segala keburukannya, tetapi sebaliknya mereka lebih cenderung untuk membanggakan dan membesarkan kebaikannya. Tetapi ketika dimalam hari, apakah dirinya masih terus dapat membohongan hati nuraninya ? Apakah didalam mimpinya, mereka masih dapat lepas dari kebohongan-kebohongannya ? Apakah mereka dapat tertidur pulas, dalam kebohongan yang semakin dalam ?

 

Saya benar-benar tidak dapat memahami, bagaimana mereka menghadapinya. Saya hanya dapat memahami bagaimana Kekuatan Gambaran Pikiran mereka yang sungguh-sungguh sangat luar biasa dahsyatnya.

 

Melanjuti cerita tentang group diatas, dimana wajah mereka semua kembali berseri dan gembira. Lelaki tua inipun, kembali tersenyum dan mengangkat kepalanya kembali. Umat lainnyapun, mulai mengangguk-anguk kagum.

 

Lalu tiba-tiba, salah satu anggota group ini, ada yang berkata, “Jangan senang dulu. Kalau seorang penipu yang pandai menulis. Pasti dia itu seorang penipu, yang hebat menulis cek kosong atau palsu…..”

 

Mendengar ungkapan yang begitu polos dan jujur dari umat ini. Maka runtuhlah seketika itu juga Kehebatan Gambaran Pikiran yang memperdaya mereka. Saat ini, ucapan yang sederhana dan polos ini, bagaikan menelanjangi kembali semua keburukan-keburukan yang selalu mereka tutup-tutupi bersama dalam kelompoknya.

 

Seketika itu juga, suasa langsung berubah menjadi keheningan yang dalam. Sayang sekali, didalam keheningan ini, Gambaran Pikiran mereka ternyata masih bergejolak didalam dirinya. Sehingga mereka tetap saja tidak dapat mendengarkan Keindahan dan Kesederhaan dari Keheningan ini.

 

Kisah ini memang sangat sederhana. Tetapi sangat besar sekali manfaatnya bagi saya. Melihat kejadian ini, saya benar-benar bersyukur, ternyata di dunia ini. Masih ada umat yang mempunyai hati nurani dan kejernihan Kesadaran. Ternyata benar, jerih payah dari Wanita Berjubah Biru yang terpaksa menjawab pertanyaan demikian, tidak sia-sia.

 

Walaupun mungkin, manfaatnya tidak disadari oleh lelaki yang bertanya dan kelompoknya. Tetapi saya melihat, ternyata hal ini sangat bermanfaat buat saya dan umat lain yang memahaminya.

 

Untuk menutup masalah Reikarnasi ini, Saya akan mengungkaan suatu rahasia Reikarnasi yang akan dialami oleh para pembina spiritual dalam jalan kehidupan spiritualnya.

 

Para sahabat pembina Spiritual, dan para umat pembina spiritual. Ketahuilah bahwa:

 

“Pada tingkat tertentu dalam Pencapaian Pembinaan Spiritual.

Pasti secara secara alamiah dan otomatis, semua akan memahami kembali seluruh kehidupan-kehidupan masa lampaunya.

Walau demikian, Kesadaran Sejati mereka tetap tidak lagi dapat diperdaya oleh apapun juga, bahkan karma-karma masa lampaunya tidak lagi dapat memperdaya Kesadaran Sejati”.

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/L-M/Masalah%20Inkarnasi.htm

Tambahan :

Dalam kehidupan, jalanilah kehidupan anda apa adanya. Selalu berbuat Kebajikan akan menghasilkan perihal yang Baik, selalu melakukan Kejahatan Neraka sudah pasti.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on January 27, 2015, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: