Mengapa Tuhan Membiarkan Anak-anak Jadi Pelacur?

Minggu, 18 Januari 2015 | 14:39 WIB
OSSERVATORE ROMANO / AFPPaus Fransiskus, dalam hari kedua kunjungannya di Filipina, menyapa anak-anak di ibu kota Manila (16/1/2015).

MANILA, KOMPAS.com – Seorang gadis Filipina berusia 12 tahun dengan sambil menangis bertanya kepada Paus Fransiskus di Manila, Minggu (18/1/2015), bagaimana mungkin Tuhan membiarkan anak-anak jadi pelacur. Adegan tersebut mendorong Paus memeluk remaja itu dan meminta semua orang untuk lebih menunjukkan kasih sayang terhadap sesama.

Glyzelle Palomar, seorang anak tunawisma yang kini ditampung sebuah badan amal gereja, menyampaikan permohonan emosionalnya dalam upacara di sebuah universitas Katolik di Manila, jelang misa yang dipimpin Paus bagi jutaan umat pada sore ini. “Banyak anak ditinggalkan oleh orang tua mereka. Banyak anak terlibat narkoba dan prostitusi,” kata Palomar kepada Sri Paus saat dirinya berdiri di atas panggung bersama seorang remaja laki-laki usia 14 tahun yang sebelumnya juga seorang tunawisma.

“Mengapa Tuhan membiarkan hal-hal semacam ini terjadi pada kami? Anak-anak tidak bersalah apa-apa.”

Palomar lalu jadi sedih dan menangis kencang. Hal itu mendorong Paus (78 tahun) itu merangkulnya dan memeluknya selama beberapa detik.

Paus kemudian memotong sebagian besar pidatonya yang telah dipersiapkan untuk disampaikan dalam bahasa Inggris. Ia lalu menggunakan bahasa ibunya, yaitu bahasa Spanyol untuk memberikan tanggapan dadakan dan tulus atas pertanyaan itu.

“Dia hanyalah salah seorang yang mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak ada jawabannya dan dia bahkan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata tetapi dengan tangisan,” kata Paus kepada orang banyak yang menurut penyelenggara mencapai 30.000 orang. “Inti dari pertanyaanmu … hampir tidak punya jawabannya.”

Paus, yang berada di Filipina untuk kunjungan lima hari, mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa mereka pertama-tama harus belajar untuk menangis bersama orang lain yang terpinggirkan dan menderita. Ia mengatakan kasih sayang yang dangkal, yang berujung hanya pada pemberian sedekah, yang ditunjukkan oleh banyak orang di dunia tidaklah cukup. “Jika Kristus memiliki kasih sayang semacam itu, Dia hanya akan lewat, menyalami tiga orang, memberi mereka sesuatu dan jalan terus,” kata Fransiskus.

Paus meminta mereka untuk menunjukkan perhatian yang nyata dan tulus bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan. “(Ada) sejumlah realitas tertentu dalam hidup, (yang) kita hanya bisa lihat melalui mata yang dibersihkan dengan air mata kita,” kata Paus.

Ia mendesak mereka “untuk berpikir, merasakan dan melakukan,” meminta mereka mengulangi kata-kata ini dalam sebuah paduan suara.

Paus juga meminta para umat untuk meniru santo pelindung namanya, Santo Fransis (dari Asisi). “Dia meninggal dengan tangan yang hampa, dengan kantong yang kosong tetapi dengan hati yang sangat penuh,” katanya.

Paus juga mengatakan, topik pertanyaan Palomar menunjukkan bahwa perempuan tidak terwakili secara memadai dalam masyarakat. “Dalam masyarakat dewasa ini, perempuan punya banyak peran. Kadang-kadang, kita terlalu ‘machista‘ (bangga akan maskulinitas secara berlebihan) dan kita tidak memberikan ruang bagi perempuan,” katanya. “Perempuan mampu melihat hal-hal dengan sudut pandang yang berbeda dari kita. Perempuan dapat mengajukan pertanyaan yang kita para laki-laki tidak bisa mengerti.”

Paus menempatkan kasih sayang bagi orang miskin sebagai tema sentral perjalanannya ke Filipina, yang merupakan basis Gereja Katolik di Asia tetapi puluhan juta rakyatnya bertarung dalam kondisi kemiskinan yang ganas. Sekitar 80 persen dari 100 juta penduduk Filipina adalah orang Katolik.

Dalam pidato perdananya di negara itu pada Jumat lalu, Paus mengecam para elite bangsa itu yang selama beberapa dekade menikmati kekuasaan sementara sebagian besar warga Filipina menderita. Dalam sebuah pidato di istana presiden, Paus berbicara tentang “kesenjangan sosial yang memalukukan” di Filipina.

“Dewasa ini, lebih penting dari sebelumnya, bahwa pemimpin politik harus menjadi sangat jujur, berintegritas dan berkomitmen untuk kebaikan bersama,” kata Paus dalam pidato itu.

Dia menantang “semua orang, di semua tingkat masyarakat, untuk menolak setiap bentuk korupsi, yang mengalihkan sumber daya dari orang-orang miskin”.

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 25 juta warga Filipina, atau seperempat dari populasi, hidup dengan penghasilan 60 sen dollar atau kurang dari itu dalam sehari.

Puncak perjalanan Paus ke negara itu adalah perayaan misa terbuka di central park Manila pada Minggu sore ini. Sekitar enam juta orang diperkirakan akan hadir pada misa itu.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber : AFP

Kutipan dari :

http://internasional.kompas.com/read/2015/01/18/14391891/Mengapa.Tuhan.Membiarkan.Anak-anak.Jadi.Pelacur.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Sedikit membantu Paus Fransiskus dengan pandangan pribadi :

Dalam Bibel selalu menyebutkan nama Tuhan maupun Allah.

Bolehkah bertanya siapakah Tuhan dan Allah tersebut? Adakah yang bisa menjelaskan, jika tidak mari kita kupas bersama.

Saya bernama Mark Tjost, atau di web selalu menyebutkan Tj atau Tjoaputra karena web pribadi saya http://www.tjoaputra.com

Makhluk yang mempunyai pikiran, dapat di perkirakan, mempunyai tulisan, bersuara. Apakah mark pencipta? Jika mark membuat dari pasir berbentuk bangunan apakah sudah termasuk pencipta. Apakah mark penyayang? Jika mark mengelus binatang, memeluk siapa saja, membantu siapa saja tanpa pamrih maka jawabannya Yess. Dari dua hal tersebut merupakan sifat dari Manusia (Makhluk).

Jika mark melakukan hal tersebut dengan pamrih (harapan balasan atau mendapat keuntungan, apakah pantas untuk di katakan penyayang? Jawabannya Nooo.

Jadi dalam hal pertama yang perlu mark tanyakan pada pembaca apakah anda mengenal Tuhan atau Allah anda? Bagi mark Tuhan atau Allah tersebut hanyalah Dewa (Makhluk juga, lihat baik-baik banyak juga yang jahat, jika mengajarkan hal jahat sudah pasti salah karena merupakan kejahatan).

Jika Tuhan atau Allah anda mempunyai suara apakah jika ada yang bertanya pada anda sudah anda yakini sebagai Tuhan atau Allah yang anda percayai? Pribadi mark mengatakan bahwa itu makhluk juga, karena mark dapat berbicara dengan anda tanpa perlu melihat anda atau dengan melihat anda dari jarak berapapun jauhnya. Itu namanya Spiritual yang jika anda peroleh merupakan suatu Hadiah dari Yang Maha Kuasa karena Karma masa lampau anda bagus.

Siapakah Yang Maha Kuasa yang mark sebutkan? Yang Maha Kuasa yang mark sebutkan tidak dapat di bayangkan, di rasakan, di dengar, ataupun mempunyai sifat tertentu atau istilah lain tidak terpikirkan dan terbayangkan oleh Manusia (Makhluk).

Sekarang menjawab pertanyaan adik yang berusia 12 tahun yang menurut saya suatu hal perlu di perhatikan.

Sebagai Manusia (Makhluk) mulai lahir di ajar, apakah hal yang pantas untuk di ajar? Moralitas, kemampuan berpikir, kebajikan atau silahkan buka : http://tjoaputra.com/2013/10/30/jalan-beruas-delapan/

Pada saat sudah mulai SD (jika masih bayi-pun mampu katakan) pasti sudah mempunyai pikiran (kemampuan) akan menganalisa sesuatu. Beritakan jika ada Manusia (Makhluk) yang kurang ajar pada anak kecil sehingga terjadi pelecehan seksual karena hal demikian merusak bakal Tunas Bangsa di manapun berada. Yang Maha Kuasa tidak akan turun langsung, sebagai Manusia (Makhluk) banyak yang akan membantu mengawasil hal tersebut terjadi untuk kemudian hari baik dalam hal pelecehan ataupun segala kejahatan yang mereka lakukan. Mark jamin 100% tidak akan membiarkan segala sesuatu hal kejahatan berlangsung dan akan menjadi penjaga beserta semua manusia (Makhluk)  yang berjalan sesuai dengan Jalan Beruas Delapan tentang Kebajikan.

Pada saat sudah sekolah atau berumur sekitar 12 tahun ke atas, adik adik tentu sudah mengetahui bahwa Manusia (Makhluk) tersebut memilih jalannya sendiri bukan Tuhan, Allah yang mengharuskan seperti hal tersebut terjadi. Pilihan ada di Manusia (Makhluk) itu sendiri.

Hal yang terjadi banyak Manusia (Makhluk) jahat yang memaksakan ke wanita (anak-anak) sehingga hal tersebut terjadi dan merupakan tanggung jawab bersama sehingga hal terserbut tidak terjadi di kemudian hari yang tentu memperkeras aturan (HUKUM) untuk kejahatan tersebut.

Jangan lupa 1 Hal web dari tjoaputra.com bukan bermaksud mendiskriminasikan Ajaran lain karena kata Tuhan, Allah, Dewa ataupun bertujuan membawa suatu Ajaran tertentu untuk anda percayai. (Pilihan selalu berada pada Manusia (Makhluk), satu saja Hukum Abadi untuk Kebajikan yaitu “Jangan Merugikan Makhluk lain, Berikan Kebebasan”, Karma anda akan indah kemudian harinya.

Jika ada yang ingin bertanya silahkan mereplay.

Link untuk Doa :

http://tjoaputra.com/2014/03/18/doa-sehari-hari/

Mark Mamangkey Tjost

Tjoaputra

Tujuan dari Facebook membuat Media Sosial di mana kita dapat belajar bersama, meningkatkan Kwalitas diri pada pengertian melalui Media. (malu Bertanya Sesat di Jalan).

Saya tidak percaya pada tuhan atau Allah, yang saya percaya/bersandar pada Yang Maha Kuasa. (tuhan dengan Dewa adalah berbeda)

Dalam Bahasa Indonesia tidak mengenal kata Agama yang ada adalah Ajaran, tiada asal usul kata Agama. Dalam Bahasa Inggris tertulis Religius adalah Ajaran/Kerpercayaan.

Tuhan / Allah (Bibel/Quran) adalah Kebohongan terbesar di Dunia. Siap menerima Debat depan TV, Media, Elektronik secara langsung tanpa ada editan.

Mengajar/memberitakan/menyiarkan/membawa/menyebarkan Ajaran melalui Media Cetak/Elektronik/Radio/Internet memakai/menggunakan nama/kitab Allah/Tuhan/Agama/ilahi/Jibril/Bibel/Quran, di Pidana Minimal 10 Tahun, bertingkat. (Pasal 378, in Indonesia).
Alasan silahkan baca :

https://tjoaputra.wordpress.com/2015/07/24/ajaran-bersih-benar-jujur-terbuka-bertanggung-jawab-dan-transparan/

Merupakan tugas saya sebagai warga Dunia memperlihatkan Kebohongan terbesar di Dunia untuk di ungkap sehingga tidak berkepanjangan.

https://tjoaputra.wordpress.com/2015/04/05/pekerja-seks-bersuara-di-media-sosial/

 

Other News about Paus Fransiskus di Manila

Pope Francis (R) reaches out to a child during his visit to the University of Santo Tomas in Manila

Pope Francis Urges World to ‘Learn How to Cry’ for Suffering Children

© AFP 2015/ GIUSEPPE CACACE

ASIA & PACIFIC

11:03 18.01.2015
11831

Pope Francis will conclude his Asian trip with an outdoor Mass in Manila, Philippines, and is expected to attract millions of worshippers.

MOSCOW, January 18 (Sputnik) — On the last day of his Asian tour, Pope Francis asked those present at a youth rally at a Church-run university in the Philippines to “learn how to cry” for children in need, Reuters reports.

The pontiff had prepared a speech for the occasion, but he departed from the text to respond to a question, asked by 12-year-old Glyzelle Iris Palomar. “Many children are abandoned by their parents. Many of them became victims and bad things have happened to them, like drug addiction and prostitution,” said Palomar, who was once homeless.”Why does God allow this to happen, even if the children are not at fault? Why is it that only a few people help us?” she asked, as quoted by the news agency. The girl broke down in tears prompting the pontiff to hug her.

In a heartfelt response the Pope asked some 30,000 young people at the rally at Santo Tomas University in Manila, Philippines why children suffer. “When the heart is able to ask itself and weep, then we can understand something,” he said, as quoted by the Vatican news service. “Today’s world doesn’t know how to cry,” the pontiff stressed.

“I invite each one of you to ask yourselves, ‘Have I learned how to weep, how to cry when I see a hungry child, a child on the street who uses drugs, a homeless child, an abandoned child, an abused child, a child that society uses as a slave’?” he said, as quoted by Reuters.The pontiff also urged those present to care for the poor. “We are Christians.  We are members of God’s family.  No matter how much or how little we have individually, each one of us is called to personally reach out and serve our brothers and sisters in need,” the Pope said, as quoted by the Vatican news service.

“There is always someone near us who is in need, materially, emotionally, spiritually.  The greatest gift we can give to them is our friendship, our concern, our tenderness, our love for Jesus,” he added.

Later on Sunday, the Pope will conduct a Mass in Manila, the capital of the Philippines. Approximately six million people of 80 million Catholics in the country are expected to attend.

.

Excerpt from :

http://sputniknews.com/asia/20150118/1017037840.html

Translate from Google :

Paus Francis (R) menjangkau anak selama kunjungannya ke Universitas Santo Tomas di ManilaPope Francis Desak Dunia untuk ‘Pelajari Cara Cry’ untuk Penderitaan Anak © AFP 2015 / GIUSEPPE CACACE
ASIA PACIFIC &
11:03 2015/01/18
11.831
Paus Francis akan menyimpulkan perjalanan ke Asia dengan Misa luar di Manila, Filipina, dan diperkirakan akan menarik jutaan jamaah.
MOSKOW, 18 Januari (Sputnik) – Pada hari terakhir dari tur Asia-nya, Paus Francis meminta mereka yang hadir di kampanye pemuda di sebuah universitas yang dikelola Gereja di Filipina untuk “belajar bagaimana menangis” bagi anak-anak yang membutuhkan, Reuters melaporkan.

Paus Francis tersenyum saat ia gelombang kepada warga selama iring-iringan di kota Tacloban, setelah memegang massa dekat bandara, 17 Januari 2015
© REUTERS / ERIK DE CASTRO
Paus Francis Gelar Misa Kudus di Filipina Kota Hancur oleh Topan
Paus telah menyiapkan pidato untuk acara ini, tapi ia berangkat dari teks untuk menanggapi pertanyaan, ditanya oleh 12-tahun Glyzelle Iris Palomar. “Banyak anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. Banyak dari mereka menjadi korban dan hal-hal buruk terjadi pada mereka, seperti kecanduan narkoba dan prostitusi,” kata Palomar, yang pernah tunawisma.
“Mengapa Allah membiarkan hal ini terjadi, bahkan jika anak-anak tidak bersalah? Mengapa hanya beberapa orang membantu kami?” tanyanya, seperti dikutip oleh kantor berita. Gadis itu mulai menangis mendorong Paus untuk memeluknya.

Dalam respon tulus Paus meminta sekitar 30.000 orang muda di reli di Santo Tomas University di Manila, Filipina mengapa anak-anak menderita. “Ketika jantung dapat bertanya pada diri sendiri dan menangis, maka kita dapat memahami sesuatu,” katanya, seperti dikutip oleh kantor berita Vatikan. “Dunia saat ini tidak tahu bagaimana menangis,” Paus menekankan.

Paus Francis (pusat L) berjalan bersama baru Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (pusat R) selama menyambut upacara di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake pada 13 Januari 2015. Paus Francis tiba di Sri Lanka pada 13 Januari, bantalan pesan aa perdamaian dan rekonsiliasi antara berbagai agama di pulau yang dilanda perang saat ia mulai tur Asia dua-negara.
© AFP 2015 / GIUSEPPE CACACE
Paus Francis Membela Kebebasan Berbicara, tapi Mendesak Tidak Membuat Fun Iman
“Saya mengundang masing-masing dari Anda bertanya sendiri, ‘Apakah saya belajar bagaimana menangis, bagaimana menangis ketika saya melihat seorang anak lapar, anak di jalan yang menggunakan obat-obatan, anak tunawisma, anak yang ditinggalkan, seorang anak yang dilecehkan, anak yang memanfaatkan masyarakat sebagai budak ‘? “katanya, seperti dikutip Reuters.
Paus juga mendesak mereka yang hadir untuk merawat orang miskin. “Kami orang-orang Kristen. Kami adalah anggota keluarga Allah. Tidak peduli seberapa banyak atau sedikit yang kita miliki secara individual, masing-masing dari kita dipanggil untuk secara pribadi menjangkau dan melayani saudara-saudara yang membutuhkan kami,” kata Paus, seperti dikutip layanan berita Vatikan.

“Selalu ada seseorang di dekat kita yang membutuhkan, material, emosional, spiritual. Hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada mereka adalah persahabatan kami, perhatian kita, kelembutan kita, kasih kita bagi Yesus,” tambahnya.
Kemudian pada hari Minggu, Paus akan melakukan misa di Manila, ibukota Filipina. Sekitar enam juta orang dari 80 juta umat Katolik di negara itu diperkirakan akan hadir.

Gambar lain dari Paus Fransiskus di Manila

1016877884 1016878488 1016881049 1016882556

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on January 18, 2015, in Moeslim - Nashrany - Tzu Chi = Kommunis, Umum. Bookmark the permalink. 10 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: