Chief Rescuer Denies Reportsof AirAsia’s Second Black BoxRetrieval

Indonesian navy ship KRI Sultan Hasanudin is seen through the window of a Super Puma helicopter during a search operation for passengers onboard AirAsia Flight QZ8501, off the Java sea, in Indonesia January 7, 2015

© REUTERS/ Beawiharta
ASIA & PACIFIC

06:38 13.01.2015(updated 07:11 13.01.2015)
AirAsia QZ8501 Deadly Dive (81)
4100

The chief of Indonesia’s national search and rescue operation in the Java Sea contradicted the recent reports on the lift the AirAsia flight QZ8501 second black box from underwater.

BALI, January 13 (Sputnik) – The chief of Indonesia’s national search and rescue operation in the Java Sea, working on the wreckage site of theAirAsia plane, has not confirmed reports of rescuers having lifted the second black box from underwater.”No such report has been received. Indeed, they [divers] are currently working underwater, but there have been no reports,” Detik News quoted Suryadi Bambang Supriyadi as saying Tuesday.

Earlier, Metro TV reported, citing an Indonesian transport ministry official, that a team of Indonesian divers had found the cockpit voice recorder from the AirAsia plane and had delivered it to investigators of the National Transportation Safety Committee (NTSC).

NTSC investigators have already received the first black box from the aircraft. The flight data recorder was found in the Java Sea on Monday, under part of the plane’s wing.The Malaysia-based AirAsia flightQZ8501 crashed into the Java Sea on December 28, while it was en route to Singapore from Indonesia. All of the 162 people on board are believed to have died in the crash.

Rescuers have recovered the bodies of 48 of the victims so far.

The cause of the crash has not been determined yet. According to NTSC, it could take up to two weeks to retrieve information from the plane’s black boxes, which could offer some answers as to the reason behind the AirAsia plane crash.

Other, first story about Second Orange Box

 

The flight data recorder of AirAsia QZ8501 is transferred to another container at the airbase in Pangkalan Bun, Central Kalimantan January 12, 2015.

Second Black Box From Crashed AirAsia Plane Retrieved: Reports

© REUTERS/ Darren Whiteside
ASIA & PACIFIC

05:50 13.01.2015(updated 06:19 13.01.2015)
AirAsia QZ8501 Deadly Dive (81)
20900

Indonesian rescue workers have lifted up the second black box from the AirAsia plane wreckage in the Java sea and has already delivered it to investigators of the National Transportation Safety Committee (NTSC) on the Banda Aceh ship.

MOSCOW, January 13 (Sputnik) – Indonesian rescue workers have lifted up the second black box from the AirAsia plane wreckage in the Java sea, MetroTV reported Tuesday.

The news agency cites an Indonesian transport ministry official, Tonny Budiono, as saying that a team of divers from the Jadayat ship has found the cockpit voice recorder and has already delivered it to investigators of the National Transportation Safety Committee (NTSC) on the Banda Aceh ship.

The first black box (flight data recorder) from the AirAsia plane was found in the Java Sea on Monday, under a part of the aircraft’s wing, and has also been sent to NTSC investigators.

According to NTSC, it could take up to two weeks to retrieve information from the two black boxes, depending on their condition.

The Malaysia-based AirAsia flight QZ8501 was en route to Singapore from the Indonesian city of Surabaya when it lost contact with air traffic control an hour into its flight on December 28. Its wreckage was later found in the Java Sea.

The plane was carrying seven crew members and 155 passengers, mostly Indonesians. The bodies of 48 of the people have been recovered so far, with 32 of them having been identified.

Excerpt from :

http://sputniknews.com/asia/20150113/1016823957.html

http://sputniknews.com/asia/20150113/1016823159.html

Translate from Google :

Kepala Penyelamat Menyangkal Laporan AirAsia Kedua Black Box Retrieval

Kapal Angkatan Laut Indonesia KRI Sultan Hasanudin terlihat melalui jendela helikopter Super Puma selama operasi pencarian untuk penumpang onboard, AirAsia Flight QZ8501, dari laut Jawa, di Indonesia 7 Januari 2015Chief Penyelamat Menyangkal Laporan AirAsia Kedua Black Box Retrieval © REUTERS / Beawiharta
ASIA PACIFIC &
06:38 2015/01/13 (diperbaharui 07:11 2015/01/13)
Topik: AirAsia QZ8501 Mematikan Dive (81)
4100
Kepala operasi pencarian dan penyelamatan nasional Indonesia di Laut Jawa bertentangan dengan laporan baru-baru ini di lift penerbangan AirAsia QZ8501 kotak hitam kedua dari bawah air.

© REUTERS / Darren WHITESIDE
Kedua Black Box Dari Hancur AirAsia Pesawat Diperoleh: Laporan
BALI, 13 Januari (Sputnik) – Kepala operasi pencarian dan penyelamatan nasional Indonesia di Laut Jawa, bekerja di situs reruntuhan pesawat AirAsia, belum mengkonfirmasi laporan dari tim penyelamat telah mengangkat kotak hitam kedua dari bawah air.
“Tidak ada laporan tersebut telah diterima. Memang, mereka [penyelam] sedang bekerja di bawah air, tetapi tidak ada laporan,” dikutip Detik Berita Suryadi Bambang Supriyadi mengatakan Selasa.

Sebelumnya, Metro TV melaporkan, mengutip seorang pejabat kementerian transportasi Indonesia, bahwa tim penyelam Indonesia telah menemukan perekam suara kokpit dari pesawat AirAsia dan telah disampaikan kepada penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
© REUTERS / Beawiharta
Penyelam Mencoba untuk Ambil Kedua AirAsia Black Box: Cari Chief Operation
Peneliti NTSC telah menerima kotak hitam pertama dari pesawat. Data penerbangan perekam ditemukan di Laut Jawa pada hari Senin, di bawah bagian sayap pesawat.
The Malaysia berbasis AirAsia penerbangan QZ8501 jatuh ke Laut Jawa pada tanggal 28 Desember, sementara itu dalam perjalanan ke Singapura dari Indonesia. Semua 162 penumpang diyakini telah tewas dalam kecelakaan itu.

Tim penyelamat telah menemukan mayat 48 korban sejauh ini.

Penyebab kecelakaan itu belum ditentukan. Menurut NTSC, bisa memakan waktu hingga dua minggu untuk mengambil informasi dari kotak hitam pesawat, yang bisa menawarkan beberapa jawaban mengenai alasan di balik pesawat AirAsia kecelakaan.

Perekam data penerbangan AirAsia QZ8501 ditransfer ke wadah lain di pangkalan udara di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah 12 Januari 2015.Second Black Box Dari Hancur AirAsia Pesawat Diperoleh: Laporan © REUTERS / Darren Whiteside
ASIA PACIFIC &
05:50 2015/01/13 (diperbaharui 06:19 2015/01/13)
Topik: AirAsia QZ8501 Mematikan Dive (81)
20.900
Pekerja penyelamat Indonesia telah mengangkat kotak hitam kedua dari AirAsia pesawat rongsokan di laut Jawa dan telah disampaikan kepada penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di kapal Banda Aceh.
MOSKOW, 13 Januari (Sputnik) – petugas penyelamat Indonesia telah mengangkat kotak hitam kedua dari AirAsia pesawat rongsokan di laut Jawa, MetroTV melaporkan Selasa.
Kantor berita mengutip seorang pejabat kementerian transportasi Indonesia, Tonny Budiono, mengatakan bahwa tim penyelam dari kapal Jadayat telah menemukan perekam suara kokpit dan telah disampaikan kepada penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Banda Aceh kapal laut.

Kotak hitam pertama (perekam data penerbangan) dari pesawat AirAsia ditemukan di Laut Jawa pada hari Senin, di bawah bagian sayap pesawat, dan juga telah dikirim ke penyidik NTSC.

Menurut NTSC, bisa memakan waktu hingga dua minggu untuk mengambil informasi dari dua kotak hitam, tergantung pada kondisi mereka.
AirAsia penerbangan asal Malaysia QZ8501 sedang dalam perjalanan ke Singapura dari kota Indonesia dari Surabaya ketika kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara satu jam dalam penerbangan pada tanggal 28 Desember reruntuhan Its kemudian ditemukan di Laut Jawa.

Pesawat itu membawa tujuh awak dan 155 penumpang, sebagian besar orang Indonesia. Mayat 48 orang telah ditemukan sejauh ini, dengan 32 dari mereka yang telah diidentifikasi.

Tambahan :

Ada apakah gerangan sampai Orange Box ke dua di sangkal pemerintah Indonesia

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on January 13, 2015, in Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: