Latihan Pembayangan

Latihan Pembayangan
(dikutip dari buku “
Kisah-Kasih Spiritual –  Wisnu Prakasa“)

1609566_10151867195361714_957126861_n

Mereka yang berlatih pembayangan dan visualisasi pada awalnya selalu mengalami kesulitan dalam membayangkan mahluk-mahluk suci dan sinar-sinar berkah lainnya. Dalam berlatih pembayangan dengan menggunakan gambaran dari para mahluk suci, diperlukan suatu pemahaman yang benar akan perasaan dan konsentrasi. Dengan giat berlatih pembayangan, maka akan terjalin ikatan spiritual yang semakin kuat dengan para mahluk suci tersebut.

Ketika berlatih pembayang mahluk-mahluk suci, kita selalu mengalami berbagai halangan pembayangan seperti timbul pikiran untuk menebak dan mencoba mengira-ngira: berapa besar bentuknya, datangnya dari mana, letaknya dimana, warnanya, bentuk mukannya, bentuk matanya, bentuk tubuhnya, bentuk tangannya, bagaimana ornamennya, dsb.

Semua halangan ini selalu timbul mengganggu apa yang kita bayangkan. Tanpa disadari kita hanya terjerat dalam lingkaran halangan yang tiada habisnya, sehingga latihan pembayangan tidak lagi terkonsentrasi.

Cobalah anda membayangkan orang yang anda cintai. Bayangkanlah kehadiran mereka, maka dengan mudah anda dapat membayangkan kehadiran mereka. Membayangkan kehadiran orang yang anda cintai akan jauh lebih mudah dibandingkan membayangkan para mahluk suci. Anda mungkin mengira karena anda lebih sering melihat orang yang anda cintai dibanding melihat gambar mahluk suci. Alasan yang ini ada benarnya, tetapi bukan menjadi alasan yang utama.

Ketika seorang pemuda untuk pertama kalinya melihat seorang gadis yang cantik, pemuda ini langsung jatuh cinta. Pemuda yang sedang jatuh cinta ini dengan mudah dapat membayangkan gadis idamannya setiap saat, walaupun pemuda ini sebenarnya baru melihat gadis idamannya beberapa saat saja.

Pemuda tersebut dapat dengan mudah membayangkan gadis idamannya, karena pemuda tersebut jatuh cinta kepada gadis tersebut. Rasa cinta yang timbul membangkitkan suatu ikatan perasaan, sehingga dengan mudah pemuda tersebut membayangkan gadis idamannya.

Pahamilah adanya ikatan perasaan yang timbul sebelum kita melakukan pembayangan. Bilamana kita telah dapat menimbulkan ikatan tersebut, tentunya kita dengan mudah dapat membayangkan kehadiran para mahluk suci yang kita hendaki.

Bagi para umat yang masih mengalami hambatan dalam melakukan pembayangkan, pada awalnya dapat mencoba dengan menimbulkan rasa kasih dan cinta pada mahluk-mahluk suci tersebut. Atau dapat juga berlatih dengan menimbulkan perasaan seperti seorang yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Cara pembayangan lain yang dapat dilakukan, adalah dengan membayangkan rasa cinta kasih dari mahluk suci yang kita bayangkan. Ataupun dengan membayangkan mahluk suci tersebut sebagai seorang ibu, dan diri kita sebagai seorang bayi. Perasaan cinta kasih dan perlindungan yang diberikan oleh sang ibu, dapat mengalir penuh kedalam diri dan pikiran sang bayi.

Mereka yang telah berhasil dalam latihan pembayangan, dengan sekejab dapat membayangkan mahluk-mahluk suci. Hal ini dapat mereka lakukan, karena mereka tidak lagi terfokus atau berusaha menimbulkan. Hanya dengan merasakan gambaran pembayangan dan berkah dari para mahluk suci, pembayangan tersebut dapat timbul dan menyatu dengan alam roh dari mahluk suci tersebut.

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/L-M/Latihan%20Pembayangan.htm

Tambahan :

Membayangkan pada saat meditasi adalah bagus, pertanyaannya apakah yang anda bayangkan tersebut sudah pasti baik? Sebelum membayangkan sesuatu pikirkanlah/lihatlah berdasarkan Jalan Beruas Delapan, kajilah satu persatu kemudian tentukan.

Lebih bagus memikirkan diri sendiri terhadap tingkah laku, ucapan dan perbuatan yang setiap hati kita lakukan, sudahkan pantas dan sesuai dengan Jalan Beruas Delapan? Lalu meditasilah berdasarkan Manifes anda.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on December 28, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: