Kisah Sedih Masha Si Anjing Setia dari Siberia

News / Internasional

Kisah Sedih Masha Si Anjing Setia dari Siberia

Rabu, 26 November 2014 | 20:47 WIB
The Siberian Times/ Daily MailSelama satu tahun terakhir, setiap pagi Masha selalu datang ke ruang resepsionis sebuah rumah sakit di Novosibirsk, Siberia untuk menunggu majikannya yang dirawat. Padahal majikannya itu sudah lama meninggal dunia.

MOSKWA, KOMPAS.com – Kisah kesetiaan seekor anjing kembali terjadi kali ini di Rusia. Seekor anjing kecil menunggu tuannya yang sudah meninggal dunia setahun lalu di sebuah rumah sakit di Siberia, Rusia.

Masha, nama anjing itu, kini menjadi hewan yang terkenal dan dicintai semua orang di rumah sakit nomor satu distrik Novosibirsk, Siberia, Rusia. Bahkan para staf rumah sakit memastikan Masha mendapatkan tempat yang hangat dan makanan yang cukup.

Para dokter berharap seseorang merasa iba kepada anjing itu lalu membawanya pulang menuju ke rumah barunya.

“Anda bisa melihat di matanya, dia terlihat sangat sedih, matanya tak berbinar seperti anjing yang bahagia. Anda bisa melihat ini bukti bahwa hewan sama dengan manusia,” kata dokter kepala di rumah sakit itu, Vladimir Bespalov.

“Tak ada obat apapun yang bisa menyembuhkan Masha. Namun, kami tetap berharap Masha bisa mendapatkan rumah baru,” tambah Bespalov.

“Satu hari nanti, dan kami sangat berharap hari itu akan datang secepatnya, Masha akan mempercayai seseorang,” ujar Bespalov.

Masha, selalu muncul di ruang resepsionis rumah sakit setiap hari sejak majikannya mulai dirawat di rumah sakit itu dua tahun lalu.

Majikan Masha adalah seorang pria tua dari desa Dvurechie yang jatuh sakit dan datang ke rumah sakit untuk berobat diantar anjing kesayangannya itu.

Saat sang majikan harus menginap di ruang perawatan, Masha merupakan satu-satunya pengunjung. Saat malam tiba, Masha pulang untuk menjaga kediaman majikannya. Di pagi hari dia selalu kembali ke rumah sakit.

Salah seorang perawat Alla Vorontsova mengatakan sebuah keluarga belum lama ini mencoba mengadopsi Masha. Mereka lalu membawa anjing itu ke kediaman mereka. Namun, hari berikutnya Masha sudah kembali ke rumah sakit. “Saya kira Masha tidak akan pernah meninggalkan rumah sakit ini,” ujar Alla.

Kisah kesetiaan seekor anjing sudah berulang kali terjadi. Salah satunya adalah kisah anjing milik seorang polisi bernama John Gray di Skotlandia. Saat John meninggal pada 1958 dia dikebumikan di sebuah makam tanpa nisan di Greyfriar Kirk.

Meski demikian anjing itu bisa menemukan makam sang majikan dan kemudian tinggal di sana hingga anjing itu mati pada 1872. Setahun kemudian warga setempat mendirikan sebuah patung batu untuk mengenang anjing setia itu. Kisah anjing ini juga sudah diangkat ke layar lebar pada 1961.

Kisah serupa juga terjadi di Jepang, ketika seekor anjing bernama Hachiko selalu datang ke sebuah stasiun kereta api di Tokyo selama 10 tahun untuk menjemput majikannya yang meninggal dunia pada 1925.

Pada 1935, warga menemukan anjing itu sudah mati di jalanan. Bangkai Hachiko kemudian diawetkan dan dipajang di Museum Sains Nasional Jepang. Sementara patung perunggu Hachiko didirikan di luar stasiun Shibuya.


Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on November 26, 2014, in Real Story. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: