Keinginan dan Rasa Lapar

Keinginan dan Rasa Lapar
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih SpiritualBagian 5 –  Wisnu Prakasa“)

10653645_10152400031858994_3733916617410503289_n

Murid: “Jika tidak ada keinginan, mengapa kita harus makan ?”

Master: “Saya makan, karena saya lapar.”

Murid: “Apakah rasa lapar timbul dari keinginan untuk makan ?”

Master: “Tidak seluruhnya benar. Saya merasa lapar, karena saya memiliki tubuh ini, dan tubuh saya membutuhkan energi untuk dapat bergerak. Kebutuhan akan energi dari tubuh saya diterjemahkan oleh otak saya sehingga timbul rasa lapar yang alamiah. Rasa lapar yang timbul secara alamiah, berbeda dengan gambaran jelmaan keinginan dari pikiran. “

Murid: “Mengapa makan, jika tidak ada keinginan ?”

Master: “Saya makan bukan untuk memenuhi keinginan yang timbul dari pikiran, saya makan setiap hari untuk menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi prima. Dengan tubuh yang prima, tentu akan lebih bemanfaat dalam menjalankan tugas dari Bunda Mulia. Bila tubuh tidak mudah lelah, tentunya saya dapat lebih banyak menolong para mahluk yang membutuhkan bantuan.”

Murid: “Benar, kita semua harus makan.”

Master: “Jika tidak makan bagaimana saya bisa berada disini dan mengajarkan anda sekalian. Bukankah dengan demikian saya makan demi kepentingan para mahluk lainnya.”

Murid: “Kalau demikian saya makan demi kepentingan mahluk lain juga.”

Master: “Benar, anda makan juga demi kepentingan mahluk lain termasuk keluarga anda. Bayangkan jika anda mogok makan, maka keluarga anda pasti akan kalang kabut. Tetapi juga sebaliknya, jika anda setiap saat makan tanpa hentinya. Keluarga anda pasti akan kalang kabut.”

Murid: “Saya mengerti sekarang.”

Master: “Bagus. Harus dipahami bahwa ketika makan, saya hanya makan sebagaimana adanya. Disaat sedang makan, kesadaran harus selalu jernih dan memahami tidak ada lagi keterikatan akan pikiran yang timbul. Apakah ketika makan anda menyadarinya seperti ini ?”

Murid:”Saya tidak mengerti.”

Master:”Bagus sekali. Anda telah mengerti mengapa anda harus makan. Selanjutnya ketika makan, jagalah ketidak-tahuan ini. Maka ketika rasa lapar timbul dan ketika sedang makan, anda terbebaskan dari segala keterikatan pikiran.”

 Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/K/Keinginan%20dan%20Rasa%20Lapar.htm

 

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on November 2, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: