Anggota Dewan Rakyat DPR/MPR, SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Anggota Dewan Rakyat DPR/MPR

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Membaca pada Artikel Kompas : http://nasional.kompas.com/read/2014/11/01/15375311/Tenaga.Pendukung.DPR.Pun.Tak.Terima.Gaji?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Menjadi tanda tanya besar tata cara memilih Anggota Dewan Rakyat baik di DPR/MPR. Entah bagaimana dengan bagian pemerintahan di PEMDA dan lain lain. Harapan lebih bagus tidak sama dengan hasil test di DPR/MPR karena dari artikel tersebut terbersik bagaimana cara kerja mereka dengan memakai tenaga Ahli. Dalam mengerjakan sesuatu, memakai tenaga ahli akan memakan waktu, biaya dan menunjukkan ketidak mampuan sebagai anggota Dewan Rakyat. (Harapan tidak semua). Dilanjut dengan mekanisme penjelasan akan sesuatu kasus, apakah bisa menjelaskan secara detail.

Contoh pada UU MD3 yang berbenturan dengan UUD 1 Agustus 1945 dengan memberikan Hak Kebal Hukum bagi aparatur. (Aparatur adalah individu yang bekerja pada negara dan di gaji oleh negara, negara adalah rakyat).  Selain dari UU MD3 (Hukum, UU) sepertinya masih banyak yang harus di periksa, mengenai produksi bahan makanan pada perusahaan swasta, BUMN yang telah membuat harga naik berlebihan dari biaya produksi bahan makanan dan memberatkan Rakyat. Lalu listrik, PAM, Investasi, Pajak (ke-seluruh-an), Pengadaan, kontraktor (pembangunan), sistem bagi hasil pada Investasi baik pada tambang, hutan produksi (banyak lahan gundul, reboisasinya kapan terlaksana) maupun pabrikan (tidak jelas), dan lain lain.

Setiap Pemilu kita memilih partai yang akan mengusung kader dari Partai Politik, yang menjadi pertanyaan pada Kader Partai Politik apakah sudah memenuhi kriteria dari pencalonan menjadi Anggota Dewan atau Aparatur Negara. Mengapa saya bertanya karena dari Artikel Kompas di atas dengan 200 an (entah berapa bisa saja sebanyak anggota DPR/MPR) tenaga ahli yang di pekerjakan di DPR/MPR, lalu siapakah yang sebenarnya bekerja, tenaga ahli atau DPR/MPR?

Lebih bagus DPR/MPR melalui lamaran kerja dan di kelola oleh SDM yang berada di DPR/MPR sehingga benar-benar bekerja dan tidak memakai tenaga ahli sebanyak itu (untuk masa kerja 5 tahun).  Karena biaya pasti lebih, harus bayar gaji tambahan.

Dengan hal tersebut banyak keterbukaan yang Rakyat bisa peroleh, baik segi Hukum, Peraturan, dan tidak ada deal politik yang tersembunyi karena akan merugikan Negara (Rakyat). Dari deal politik apakah yang di dapatkan oleh rakyat, makan susah, sekolah susah, swasembada tidak, limbah kiri kanan, pengrusakan lingkungan di mana mana. Segala sesuatu malah menyengsarakan Rakyat.

Contoh kasus Trisakti, Perebutan Kantor PDIP, Munir, Kerusuhan, Inflasi (Ekonomi hancur), dan tentu masih banyak kasus lain yang di sembunyikan karena deal politik atau demi menjaga kekuasaan, Kasus teroris yang sudah menjajaki untuk alam mistik (perasaan kasus bom bali, J.W. Marriot, belum tuntas), apakah ada hasil? Maaf saja kalau agak menyinggung kenyataannya …? Baca :

http://tjoaputra.com/2014/06/24/fight-for-the-truth/

dan mereka yang bisa mendengar, melihat untuk kasus : http://tjoaputra.com/2014/10/10/menaklukkan-skizofrenia-dan-hidup-mandiri/

dan pembuktian dari : http://tjoaputra.com/2014/10/29/terbongkar-modus-canggih-mencontek-massal-2-440-siswa/

Dari hal tersebut sudah terlihat bahwa teroris sudah jauh melangkah, apa lagi beberapa kasus perampokan apakah ada yang terbongkar? Dari pengalaman pribadi sudah mendengar perampasan jasad tubuh manusia dan di manfaatkan oleh Sam Poo Kong (Komunis) yang menurut saya termasuk teroris kejatuhan pesawat MH370 Malaysian Airlines, 11 Sep (USA). Apakah ada yang di-sembunyi-kan sehingga tidak ada yang menyelidiki dan tidak punya tenaga ahli pada TNI/POLRI. Lalu di mana kewajiban TNI/POLRI untuk membela Rakyat dan yang benar, semua omong kosong. Di mana pelaku teroris tersebut adalah orang Indonesia 100%. (MH370 Malaysian Airlines, 11 Sep (USA), bom bali, J.W. Marriot)

Hanya membela Aparatur Negara, seperti yang menabrak dan meninggal di daerah bogor bebas tidak di tahan yang merupakan anak Menteri Bpk. Ir. M. Hatta Rajasa. Juga anak anak dari Bpk. Ahmad Dani, tidak di tangkap yang mengakibatkan beberapa meninggal dunia. Dalam hukum seharusnya di dakwa hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Silahkan pembaca menilai.

Kinerja suatu apa saja pasti harus di-dahulu-i dengan sumberr daya manusia (SDM), pada SDM apakah yang dibutuhkan untuk individu tersebut?

Setidaknya harus memiliki :

Tanpa melalui test dan setidaknya melalui proses di atas bagaimana Indonesia bisa mensejahterakan dan meberi keamanan buat Rakyat.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on November 1, 2014, in Artikel Tjoaputra, Makalah Gov. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: