Clean, Good “Goverment”

Clean, Good “Goverment”

Memimpin suatu pemerintahan bukanlah hal yang mudah, tentu banyak masalah yang akan di hadapi. Pemimpin itu bukan saja dari Presiden, melainkan tentu di mulai dari Rumah Tangga, sekolah, dan banyak organisasi yang tentu semua berawal dari dasar.

Mengapa memulai dari dasar bukan pada saat langsung memimpin? Sewaktu kita baru lahir apakah kita bisa langsung merangkak dan berjalan, tentu tidak. Harus mulai dari mengenali siapa yang menggendong, membuka mata, merangkak berbicara dan masih banyak langkah yang harus di lalui satu persatu.

Setelah umur mulai berjalan, di mulai dengan melarang anak melakukan ini dan itu, melihat tingkah laku orang tua, sikap, perilaku dan masih banyak. Apa hubungan dengan pemimpin? Sebagai orang tua dalam keluarga yang di sebut kepala keluarga adalah ayah dan wakil adalah ibu, berti pemimpinnya adalah ayah dan wakilnya adalah ibu.

Pada saat kecil dengan melihat cara memimpin orang tua mulai dari melarang, sikap dan perilaku akan menjadi cerminan bagi anak. Jika di larang tentu ada sebabnya bisa jadi akan mengotorkan rumah, berbohong membuat moralitas jelek, memukul akan mengakibatkan memberi pelajaran berbut kasar pada yang lain, makan untuk menjaga kesehatan, kebutuhan dan jika berlebihan akan mengakibatkan kelebihan berat badan. Dari hal di atas jelas mengajarkan, tingkah laku, perbuatan dan moralitas untuk masa depan anak.

Hal itu akan membuat menjadi mengetahui Baik (Good), Buruk (Bad), Bersih (Clean) dan Kotor (Dirty). Apa hubungan antara Baik (Good), Buruk (Bad), Bersih (Clean) dan Kotor (Dirty) ?

Baik (Good), Buruk (Bad) and Bersih (Clean) dan Kotor (Dirty)

Tingkah laku, perbuatan, IQ, tutur kata tentu dapat dikatakan Baik (Good), Buruk (Bad).

Kebersihan, sifat, moralitas dari diri-nya tentu dapat dikatakan Bersih (Clean) dan Kotor (Dirty).

Banyak yang terlihat di mall atau tempat rekreasi anak-anak di-asuh oleh pengasuh, memukul, berlarian dengan tidak dapat di larang oleh pengasuh. Apakah yang mengakibatkan hal tersebut? Cara didik yang salah, mengapa bisa? Karena memanjakan anak dan menganggap pengasuh tersebut hanya orang kerja bukan memberikan pengertian pada pengasuh saat merekrut di mana memberi kesempatan mengajar anak. Pengasuh sendiri sering dikategorikan sebagai kurang tata krama dan bodoh karena pendidikan SD, SMP, sehingga harus selalu mengikuti kemauan dari Orang Tua dan anak.

Banyak anak yang mengumpat, memukul pengasuh, apakah pantas terjadi? Silahkan pembaca menilai sendiri dengan membuka diri, sifat dan tingkah laku pembaca.

Pengasuh kurang berpendidikan, apakah penyebabnya? Bisa jadi biaya sekolah tidak ada, harus membantu orang tua dengan bekerja, kurang perhatian pemerintah pada masyarakat kalangan bawah.

 

Good, Clean at Goverment

Setiap Negara mempunyai Hukum, tata cara dalam memerintah. Ada yang tidak punya tanah untuk menghasilkan perkebunan, beras, ada pula Negara yang luas tanahnya sehingga berbagai hasil alam maupun tambang dapat di kelola dengan baik. Seperti apa Negara baru dapat dikatakan berhasil dalam semua segi pembangunan? Tentu berhasil dalam memberantas buta huruf (sekolah minimal SMA), kejahatan tidak ada, perekonomian yang menunjang kehidupan Rakyat, tidak terdapat gelandang maupun pengemis, keamanan terjamin pada semua lapisan masyarakat tanpa memandang siapa dia.

 

Menyekolahkan Rakyat Minimal lulusan SMA sederajat.

Dulu pernah keluar Negeri yaitu Hong Kong pada saat berumur 25 tahun. Di sana saya melihat majalah Play Boy yang di larang di Indonesia berjualan bebas di pinggir jalan. Tidak ada anak berpakaian sekolah yang datang melihat penjual majalah tersebut. Lalu bioskop yang memutar film dengan usia min 21 tahun baru bisa menonton, pada saat masuk karena takut masih di bawah umur, di minta menunjukkan identitas. Setelah menunjukkan identitas baru bisa masuk karena sudah berusia 25 tahun. Film yang di putar memang termasuk film panas.

Apa yang menjadikan Hongkong bisa mengatur masyarakat di sana mengetahui apa yang dapat mereka beli, nonton (majalah, rokok, minuman ber-alkohol, film). Jawabannya adalah HUKUM. Untuk bioskop maupun penjual di toko dan pengecer, jika ketahuan menjual, memasukkan ke dalam bioskop hal yang belum cukup umur maka mereka sebagai penjual, pengelolah bioskop dan toko dapat di Vonis Hukuman dengan maksimal 10 tahun penjara dan penutupan tempat usahanya selama proses persidangan dilakukan. Hukum menjadi tolak ukur dari masyarakat dengan mengerti dan tahu hukum apakah yang mereka dapat terima jika melanggar aturan Negara tersebut.

Sebagai bagian masyarakat di Indonesia belum pernah melihat, mendengar dari Pemerintah Indonesia yang mengumumkan tentang Undang-Undang yang akan di berlakukan pada masyarakat dengan minimal setelah setahun di-gaung-kan/di uji publik lebih dahulu baru di-sah-kan oleh pimpinan DPR/MPR. Dapat dikatakan langsung diberlakukan dan kadang sebagai masyarakat terkejut akan adanya UU tersebut.

Di jalan raya dan dapat kita lihat bahwa pengendara banyak yang melanggar, larangan masuk di jalur bus-pun masuk apakah penyebabnya? Akan banyak alasan, mulai dari ubur waktu, macet dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan kita melihat hal tersebut ikut melakukan? Tentu tidaklah pantas. Jikalau mengetahui tidak pantas janganlah melakukan dan berarti anda mempunyai Moralitas yang jauh lebih baik dengan yang melakukan.

Dengan menyekolahkan Rakyat hal tentang hukum akan lebih di mengerti oleh masyarakat (Rakyat) dan jika di lihat hal di atas baik di luar Negeri (Hongkong) dan Indonesia menjadi perbedaan yang sangat menyolok. Kebanyakan yang berkendaraan sudah bersekolah meski tidak semua lulusan SMA. Lulusan SMA dan Sarjana juga banyak malah ikut melakukan tindakan melanggar Hukum untuk aturan Lalu Lintas di mana sudah tidak memperhatikan keselamatan jiwanya dan keselamatan orang lain. Lalu apakah yang kurang selain Hukum yang sudah kita ketahui bahwa melanggar itu salah. Pendidikan Moralitas yang sangat kurang pada generasi kita. Macam-macam penyebabnya sewaktu masih kecil. Tawauran sekolah banyak terjadi, mulai SD, SMP bahkan SMA dan Universitas. Apakah yang menjadi tanggung jawab dari hal itu terjadi, tentu semua ikut bertanggung jawab, baik orang tua, pelaku, pendidik dan pemerintah. Pada awal sekolah mulai TK di ajarkan moralitas yang baik, akan lebih mudah merubah sikap maupun perilaku mereka sehingga pada saat besar bisa menjadi lebih baik, tidak mudah marah/tersinggung.

Siapakah pemimpin kita? Pemimpin kita adalah diri sendiri, jika anda tidak dapat memimpin diri sendiri melakukan hal baik, bagaimana mau memimpin orang lain. Pimpinlah dahulu diri anda dengan menaati Hukum, aturan, tingkah laku, perbuatan pikiran sehingga tidak melakukan kejahatan kemudian memimpin orang lain. Bagaimana Moralitas dari pemimpin-pemimpin kita yang memimpin oraganisasi? Silahkan baca di :

http://tjoaputra.com/2014/10/22/memerintah-suatu-negara-komunis-liberal/

http://tjoaputra.com/2014/10/16/budaya-korupsi-pencucian-uang-dan-pengawasan/

http://tjoaputra.com/2014/10/27/hukuman-terdakwa-di-mata-hukum/

Memerintah Negara, Komunis – Liberal yang menceritakan perbedaan dan kesamaan suatu sistem Komunis dan Liberal yang merupakan tata kelolah suatu sistim agar tidak di manfaatkan oleh Individu maupun Kelompok sehingga menjadikan Komunis bagi pelaku tersebut. Apakah Negaranya Komunis? Tidak, Negaranya bukan Komunis melainkan Pelaku (Kelompok, Terorganisasi) yang melakukan Korupsi dan di dukung oleh Individu lain dan mempertahankan diri melalui Hukum yang di buat tanpa ada pengumuman ke Masyarakat (Rakyat) tanpa ada sosialisasi minimal 1 tahun melalui Media Cetak atau Televisi tentang aturannya. Adakah Negara Komunis? Tentu tidak ada melainkan Individu dan Kelompok yang melakukannya yang merupakan Komunis karena tidak memperhatikan Rakyat (Rakyatlah Negara). Tanpa Rakyat mana mungkin tercipta sebuah Negara.

Bayangkan Moralitas dalam melanggar aturan lalu lintas sedemikian banyaknya sehingga aparat lalu lintas kadang di-abai-kan karena aturannya sangat ringan hanya dengan tilang, bayar lalu besok melakukan lagi. Bagaimana jika melakukan 5 x (kali) berturut-turut SIM pelaku di copot dan tidak diperkenankan mengemudi selama 5 tahun atau pada kali ke 3 melakukan di ancam hukuman penjara selama 6 bulan. Silahkan pembaca menelaah, hanya tolong sebelum diberlakukan harus ada sosialisasi pada pengendara kendaraan dengan minimal 1 tahun pengumuman melalui Media Cetak dan TV yang memuat aturan-aturan tersebut.

Korupsi, pencucian uang dan pengawasan, hal tersebut terjadi karena celahnya terlalu banyak. Untuk itu sudah menuliskan cara penanggulangan sehingga tidak terjadi dan tentu kembali pada Aparatur yang menangani hal tersebut, apakah akan membiarkan atau melakukan tindakan seepatnya sehingga tidak meluas. Akibat yang terjadi adalah kesenjaan, sekolah tidak semua bisa lulus SMA sederajat, berulang-ulang oleh Oknum dari Aparatur lain melakukan karena HUKUM untuk terdakwa seperti pada hukuman-terdakwa-di-mata-hukum memberi celah agar Aparatur lain melakukan. Bagaimana memberantas, berantas mulai dari paling atas sampai ke bawah bukan dari bawah ke atas.

 “Jika di atas di-biar-kan sampai kapanpun akan terulang terus menerus karena yang di atas merupakan pimpinan dan yang di bawah berpikir di atas dapat melakukan mengapa di bawah tidak dapat melakukan.”

 

Kejahatan

Bagaimana menekan kejahatan? Kejahatan bisa di tekan dengan pendidikan sejak dini (Kecil) dengan mengajarkan Nilai-Nilai Moralitas dari orang tua dan mengetahui mana baik, buruk, tutur kata, tingkah laku, perbuatan dan tanggung jawab. Berikan pengertian sedini mungkin bahwa kebohongan merupakan awal dari segala kejahatan.

Pada saat di sekolah pendidikpun pasti senang dan bangga dengan tingkah laku, perbuatan, ucapan dan tanggung jawab si-anak. Di sini pula pendidik mempunyai tanggung jawab dengan tidak memukul siswa nya memakai benda atau tangan. Untuk menghukum bisa dengan cara menulis tidak akan mengulangi perbuatan sebanyak kesalahan yang di buat (contoh SD menulikan sebanyak 10 lembar bolak-balik buku atau hukuman dengan menganggat 1 kaki dan tangan di telingga selama beberapa waktu di depan kelas).

Jika dilakukan dengan memukul akan mengajarkan kekasaran pada orang lain, apakah pembaca ingin juga di-kasar-i jika anda melakukan pada orang lain?

Untuk yang tawuran, tentu hal itu di mulai dari didikan pada saat kecil, cobalah rubah sifatnya dengan hukuman yang pantas. Mau SD, SMP, SMA maupun Universitas jika diberikan hukuman tanpa menyakiti dirinya melainkan hukuman Publik apakah yang akan terjadi? Malu, benar malu. Ajarilah mereka mengenal rasa malu untuk melakukan perkelahian/tawuran sehingga tidak melakukan karena malu untuk melakukan perkelahian/kejahatan.

Budayakan Budaya malu pada anak didik sehingga mereka bisa mempunyai pikiran yang baik bukan berpikir buruk. Dengan Budaya Malu melakukan Kejahatan, Perbuatan Buruk hasilnya membangun Bangsa dan Negara. Hukuman Publik itu sangat luar biasa selain hukuman yang harus di-jalan-i.

Pemerintah juga mempunyai tanggung jawab dalam Pelajaran Moralitas di mana pada pelajaran Pendidikan Moral Pancasila tidak mencantumkan banyak tentang Moralitas hanya mencantungkan tentang Indonesia Merdeka, Pancasila, Suku sedangkan Moral itu artinya apa? Mungkin pembaca lebih mengetahui dan silahkan menilai.

Selain dari Kurikulum tanggung jawab pemerintah menyekolahkan Rakyat sehingga mempunyai kemampuan dalam berkarya dan buatlah Undang-Undang di mana Rakyat yang tidak mampu bersekolah akan di sekolah-kan oleh Negara dan bagi yang tidak mau bersekolah akan di Hukum Penjara untuk bersekolah sampai Lulus seperti di Asrama.

Bagaimana dengan Rakyat yang sulit mendapatkan makan sehari-hari. Tentu juga merupakan PR (Pekerjaan Rumah) untuk memberi makan karena semua ada di dalam UUD 17 Agustus 1945.

Itulah cara menekan kejahatan menyekolahkan, meberi makan, Hukum di perjelas ke Masyarakatdan memperhatikan semua Rakyat terutama masyarakat desa/kampung di daerah.

 

Perekonomian yang menunjang kehidupan Rakyat

Pada Memerintah Negara, Komunis – Liberal sudah menyinggung masalah pendapatan yang pantas bagi pengusaha yaitu Rakyat nomor 1 (satu) untuk usaha yang berbasis bahan makanan. Rakyat butuh makan, sebagai pengusaha anda adalah Rakyat juga jika hanya mau mengambil keuntungan belipat dari Modal dasar dengan lebih 250% silahkan angkat kaki dari wilayah Indonesia karena anda berbasis Komunis, hanya mementingkan keuntungan Pribadi dan Kelompok dan menyusahkan Rakyat.

Hal tersebut di sebabkan sebagai pengusaha skala Internasional bukankah pengusaha sudah diberikan kesempatan Eksport dengan ke-untung-an belipat lipat dari modal dasar.

Pada pemerintah apakah yang di-nama-kan tax Holliday, karena pengetahuan saya kurang jika ada tolong di perinci. Yang diketahui hanya jika membuka pabrik/Investasi maka mesin.perlatan yang masuk tidak akan di kenakan pajak. Dan bagaimanakah dengan Eksport apakah pantas tidak di kenakan pajak di mana ke-untung-an pengusaha Internasional berlipat-lipat.

Jalan toll bertaburan di tiap daerah dengan pembebasan lahan Rakyat yang menanam padi atau sayur. Bagaimanakah kelanjutan dari kehidupannya? Apakah kegiatan atau pengajaran dari Negara pada Rakyat yang tanahnya di beli dan peruntukkan jalan toll.

Apakah pangan dari Rakyat Indonesia bisa tercukupi dengan pembelian lahan dan tanpa pengajaran pada Rakyat untuk usaha lain atau pergantian lahan bagi Rakyat yang di beli lahannya buat jalan toll.

Peruntukkan percepatan dalam transportasi lupa akan kerugian pada Rakyat, pangan. Nama Toll adalah bebas hambatan, jika sudah sampai macet apakah penyebabnya? Adakah solusi dari kemacetan tersebut. Bagaimana jika dibuat di atas dan di bawah buat jalan kecil (untuk 2 jalur) untuk Rakyat kalangan bawah dan selebihnya bisa di pakai bercocok tanam tidak harus keseluruhan. Silahkan pembaca menelaah/kaji lebih dalam.

Jika Rakyat tidak mempunyai pekerjaan pengganti dari lahan, apakah yang dapat terjadi? Penghasilan tidak ada, pekerjaan tidak ada, pengetahuan tidak ada, bisa terjadi kejahatan. Setelah di pertimbangkan siapa pembuat kejahatan? Jadi berapa besar ke-untung-an dan ke-rugi-an yang di peroleh?

Hal sama yang terjadi pada gedung tinggi, tambang, pembalakan hutan semena-mena, berikut dampak lingkungan, banjir, kurang perhatian dan adakah kesejahteraan yang di-terima oleh masyarakat langsung di lokasi? Ada, banjir yang tidak dapat di atasi, dan siapakah yang harus bertanggung-jawab? Amdalnya berada di mana?

Perekonomian yang menunjang Rakyat adalah, hasil tani, perkebunan keterampilan, kerajinan tangan dan tentu perlu campur tangan pemerintah untuk memasarkan Dalam maupun keluar Negeri. Caranya silahkan olah dengan dipikirkan secara matang bagaimana memasarkan?

Inflasi, Depresiasi, merupakan hal yang harus di jaga sehingga tidak memberatkan Rakyat. Penurunan daya beli masyarakat karena kemahalan dan penurunan nilai mata uang pada negara lain merupakan sumber kesenjaan antara Modal besar (Pengusaha) yang eksport dan Rakyat yang berbasis pertanian. Penguatan Nilai mata uang Negara dan Surplus merupakan sumber kekuatan Ekonomi Rakyat yang merata pada suatu Negara dan menjangkau semua kalangan tanpa memandang perbedaan.

Prasarana dari telekomunikasi di Indonesia yang termasuk mahal sehingga menahan laju Informasi melalui media Internet baik pada cara bertani, kemampuan anak sekolah untuk membuat lebih kreatif dalam segala bidang. Jika tidak salah untuk Internet pembeliannya melalui Bulanan yang di bayarkan berdasarkan Kecepatan, Besarnya Koneksi yang di Kuota melalui banyaknya pemakai. Jika bisa tahu berapakah Kontrak dari Telkom ke Luar Negeri untuk Internet dan berapa besar pemakai maupun Kecepatan yang di berikan dalam Kontrak? Setelah mengetahui bagilah dengan jumlah pelanggan yang ada dan pantaskah sebagai Perusahaan Pemerintah yang Go Publik Meraup Keuntungan jika melebihi dari 250%. demikian pula pulsa telepon seluler maupun rumah.

Bagaimana dengan Listrik yang di kelola oleh PLN? Satu hal yang membingungkan adalah setiap Pembangkit Listrik mengapa bukan di kelola oleh PLN malahan PLN harus membeli dari swasta? Berapa besarkah modal dasar pengusaha pada Pembangkit Listrik untuk di jual ke PLN dan PLN menjual kembali ke Rakyat? Akibat dari hal tersebut mengalami peningkatan berapa persen (%) ? Sedangkan Listrik merupakan kebutuhan khalayak hidup orang banyak Rakyat yang di mana di atur oleh UUD 17 Agustus 1945.  Jika ada yang tahu modalnya tolong di perincikan.

PAM silahkan menilai, sekiranya tidak akan berbeda jauh dengan yang di atas. Kadang airnya tersendat tidak mengaklir beberapa hari. Penyebabnya apakah? Lalu irigasi untuk pengairan di pedesaan yang kekeringan sehingga mengalami gagal panen, tidak dapat bertani. Bagaimana bisa menjadi Negara Swasembada dan pengaliran air PAM lancar jika tidak di perhatikan untuk Irigasi.

Dengan sistem pengairan yang bagus juga memungkinkan masyarakat desa (Rakyat) menikmati listrik yang tidak mahal dengan pembuatan Kincir Air yang menghasilkan listrik hingga ke pedalaman dan menjadi tonggak Irigasi yang baik untuk pertanian.

 

Gelandang, Pengemis

Gelandangan (Tuna Wisma), Pengemis yang banyak di kota besar, apakah penyebabnya? Segala sesuatu kita harus menelusuri penyebab sehingga ada dan bagaimana penanggulangan masalah tersebut agar bisa menghasilkan untuk mereka bukan dengan cara mengemis maupun tidur di emper jalan. Penahkah ada yang survei penyebabnya? Kalau tidak ada mengapa tidak di survei, karena itu merupakan masalah dan menjadi tanggung-jawab dari Pemerintah. Cobalah buat program di mana masalah sosial ini dapat menemui jalan keluar yang baik. Ada yang berhasil menemukan jalan keluar, waoh Perfet for you Sir. Setidaknya 1 (satu) masalah terlewati.

Ada cerita entah benar atau tidak, mereka datang dari kampung/desa karena belum saatnya panen. Pada saat panen mereka akan balik ke kampung/desa. Untuk hal ini apakah yang pantas di-beri-kan hukuman pada mereka? Cari jalan keluarnya sehingga mereka bukan mengajar malas pada yang lain dengan cara seperti pengemis. Mengapa di buatkan Hukum, karena mereka mempunyai lahan dan berbohong sehingga mempermalukan Negara yang di anggap tidak bisa mensejahterakan Rakyatnya. Jika tidak mempunyai beras bukannya bisa ke Kepala Desa meminta bantuan makanan dan pekerjaan.

Berita :

http://news.liputan6.com/read/2128315/fungsi-3-kartu-sakti-jokowi

Harapan dengan Kartu tersebut Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa sejahtera dengan menyekolahkan anak di jalanan yang menjadi pengemis, anak malam yang berumur di bawah 18 tahun, tidak adanya tuna wisma di seluruh pelosok Negeri, menjangkau pedesaan dengan membantu yang tidak mampu menyekolahkan anaknya dan makan pun sulit.

 

Keamanan

Keamanan merupakan suatu kewajiban dari Pemerintah untuk mengamankan keamanan Rakyat agar terhindar dari Kejahatan. Keamanan yang terbaik melalui perekonomian yang dapat mensejahterahkan dan meningkatkan tingkat kemakmuran dari Rakyatnya di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan tingkat Ekonomi yang bagus baik dari segala hal, Penguatan Nilai Mata Uang, Surplus tentu akan meningkat taraf hidup Rakyat. Investasipun pasti masuk dengan posisi Indonesia yang sedang giat dalam pembangunan.

Selain dari keamanan dalam negeri untuk rakyat tentu harus waspada pula dengan ajaran salah yang mengajak menjadi teroris di timur tengah seperti ISIS. Mengapa dikatakan teroris? Perlakuan pada masyarakat yang memerkosa, membunuh tanpa memandang bulu, memeras, mengancam. Teroris tersebut saat ini bukan hanya pada Alam Kehidupan di Alam manusia malahan sudah merambat ke Alam Mistik dengan memata-matai untuk melakukan kejahatan. Silahkan baca di :

http://tjoaputra.com/2014/06/24/fight-for-the-truth/

lalu di perkuat oleh bukti :

http://tjoaputra.com/2014/10/29/terbongkar-modus-canggih-mencontek-massal-2-440-siswa/

http://tjoaputra.com/2014/10/10/menaklukkan-skizofrenia-dan-hidup-mandiri/

http://tjoaputra.com/2014/10/07/pengajaran-sesat-sam-poo-kong/

Untuk pelaku perampokan yang ter-organisir menjadi pertanyaan saya beberapa waktu lalu dengan banyaknya kejadian di ATM, Bank jalan dan berbagai tempat. Pertanyaannya adalah mengapa mereka bisa merampok dan menghilang? Dan kebanyakan merampok berhasil, lalu penyerangan Pos Polisi dengan penembakan senjata api yang tentu bukan hal mudah. Mengapa mereka bisa berhasil? Pelaku Bom yang tidak di deteksi oleh aparat keamanan dalam Intel sehingga berhasil melakukan, apa penyebab keberhasilannya. Harapan bisa terkuak secepatnya.

 

Hal-hal inilah sekiranya buat Negara yang sedang berkembang adalah awal dari pembangunan dalam mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kecuali. Sesudah mengantongi kata, Bersih (Clean), baik (Good). Jika suatu pemerintahan tidak di sertai dengan Bersih (Clean) dari segala kejahatan bagaimana bisa menjadi pemerintahan yang baik (Good).

 

Salam Sejahtera Selalu

Tambahan :

Kartu Jaminan Kesehatan, Kartu Indonesia Pintar dan Kertu Keluarga Sejahtera

Apakah ada yang tahu Implentasi dari dasar penggunaan Dana perbulan di Keluarkan untuk 3 Kartu tersebut 6 triliun atau permacam Kartu 6 Triliun?

Lalu bagaimana dengan Kartu Indonesia Pintar apakah ada Premi demikian pula dengan Kartu Keluarga Sejahtera?

Jika ada premi lalu apa yang dapat di belanjakan oleh pemegang Kartu dll, jika ada tolong berikan Informasi.

Dan siapakah menjadi penanggung jawab dari peredaran Dana atau Dana tersebut?

Lama pula tidak terdengar Jamsostek, entah bagaimana dengan Dananya yang banyak pemilik tidak menarik dari Jamsostek tersebut?

Terima kasih.

Contoh cerminan Individu Aparatur Negara yang mengucapkan kata-kata dan menepati apa yang telah di ucapkan.

http://regional.kompas.com/read/2014/11/09/13280121/Ridwan.Kamil.Gunduli.Kepala.di.Bawah.Pohon.Rindang?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Harapan  ke depan semua Aparatur Negara bisa mengucapkan Kebenaran dengan Sejujur-jujurnya dan menepati seperti sumpah sebagai Aparatur Negara yang mengabdi untuk Negara (Rakyat) bukan berdiri pada kepentingan Pribadi dan Golongan.

Dan yang melakukan pembohongan dan mengingkari sumpahnya dapat di hukum dengan seberat-beratnya, apa lagi sebagai seorang Aparatur Negara.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on October 31, 2014, in Artikel Tjoaputra, Makalah Gov. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: