Mata Hati Rakyat dan Penguasa (Update Kamis, Apr 16, 2015, 17.45 WIT)

Mata Hati Rakyat dan Penguasa

Sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945

Kemerdekaan di mulai dengan berdirinya Negara Indonesia yang tentu tidaklah mudah memulai mengatur satu jalur bersih dari atas ke bawah, maupun dari bawah ke atas. Semua harus di mulai dengan hati yang bersih sebagai pemimpin dari Negeri maupun apatar Negara di Sipil dan Militer.

Perjuangan tersebut bukan hal mudah di-banding-kan dengan Kemerdekaan yang di peroleh dengan Darah. Mengapa? Awal perjuangan adalah penyatuan persepsi dari Rakyat Indonesia. Setelah bersatu baru bisa memperoleh hasil sebagai Negara baru dan belum berpengalaman dalam segala bidang. Setelah Merdeka bukan hal mudah mempertahankan dari Agresi Luar maupun Dalam. Agresi Luar berarti invasi dari Luar, Agresi Dalam merupakan perpecahan yang dapat terjadi dapat menyebabkan pemisahan Negara Kesatuan yang sudah menyamakan Persepsi dari berbagai Suku, Ajaran (Agama), Ras.

PKI atau G30S yang lalu di katakan sebagai Komunis, menjadi pertanyaan besar bagi saya, mengapa? Namanya Komunis adalah mengumpulkan harta kekayaan untuk Pribadi maupun Golongan, menggunakan kekuasaan untuk menjaga elektibilitasnya sebagai penguasa agar tidak tersentuh sehingga bisa melakukan segala sesuatu yang di inginkan oleh penguasa. Apakah yang dulu itu ada terjadi pengumpulan harta, menjaga kekuasaannya melalui aparat, korupsi yang di tutupi? Bagaimana dengan keadaan Negara saat ini? Apakah ada yang bisa memberikan tanggapan?

Berbagai rintangan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah lalui, mulai dari Agresi Jepang, Pemberontakan diberbagai wilayah Negara Kesatuan Repulik Indonesia, Makar, dsb.

Partai Politik pun mulai berdiri sejak Kemerdekaan Indonesia yang merupakan Panggung Politik sampai saat ini. Jaman susah di lalui pula oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai dari Inflasi, Pemotongan Uang, Devaluasi, Reformasi.

Ternyata belum mampu mensejahterakan Rakyat Indonesia yang mempunyai Kekayaan yang Luar Biasa baik melalui Tanah, Laut, Tambang. Ada sedikit pertanyaan saya pribadi pada Pemerintah saat ini. Sebagai Rakyat Indonesia tentu mempunyai hak untuk bertanya. Tolong terbuka dan jawab.

  • Kenapa belum mampu Pemerintah mensejahterahkan Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  • Kilang Minyak di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai awal tentu 1 dan berapa Kilang Minyak (Rig) maupun yang di darat sampai saat Ini (2014). Berapa Barel per hari penghasilan Kilang tersebut? Apakah sudah langsung menjadi Minyak jadi (Premium Ron 92, 94) atau tidak? Berapa pembagian yang di terima Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dibukanya Klilang Minyak dan Rig? Setahu saya pada Kilang Minyak maupun Rig sudah ada pengolahan langsung sehingga tinggal di angkut ke Depot dan menyalurkan, yang di angkut adalah, Ron 92, 94, Solar, Ampas Minyak yang akan di oleh menjadi Olie dan lain lain. Kalau masih ada Ron 88 berarti adalah pengolahan tersendiri, siapa yang mengelolah? Apakah itu bukan merupakan pembohongan Publik. Berarti seluruh Rakyat Indonesia telah di bohongi, dan mulai kapan?
  • Tambang di Indonesia sangatlah banyak, mulai dari tambang Rakyat, Perusahaan Dalam Negeri, Perusahaan Modal Asing. Batu bara, Mas, Perak, Nikel, Plutonium, merupakan kekayaan Alam Indonesia yang luar biasa, tentu harapan Royalti yang di dapatkan dari tambang batu bara tersebut bisa memakmurkan dan mensejahterakan seluruh lapisan Rakyat Indonesia. Semua rakyat bahagia jika dapat merasakannya. Berapa besarkah pembagian (Royalti) tersebut untuk pengelolah dan pemerintah? Berapa besarkah pengiriman (penjualan) keluar Negeri dan dalam Negeri?
  • Mata uang, dengan mata uang Rupiah yang mengalami Inflasi bahkan menuju Devaluasi, siapakah yang di untungkan, Harga makin mahal, kesenjaan antara miskin dan kaya makin jauh, Rakyat miskin makin susah. Apa tindakan yang Pemerintah lakukan?
  • Perikanan untuk Perusahaan besar DN, PMDA bagaimanakah systim pembagian (Royalti) dengan Izin yang diberikan pada Pengusaha maupun perusahaan tersebut?
  • Perkebunan untuk Perusahaan besar DN, PMDA bagaimanakah systim pembagian (Royalti) dengan Izin yang diberikan pada Pengusaha maupun perusahaan tersebut?
  • Pembangunan di Indonesia sangatlah banyak seperti jalan Tol, Pelabuhan, Bandara, bagaimanakah sistem pembagian dari Royalti tersebut? Milik siapakah dan Dana dari mana yang dipakai membangun?
  • Pajak, baik pajak perorangan (rakyat kecil, pengusaha, perusahaan) dan ekport, Gedung bertingkat perkantoran yang melebihi dari 4 tingkat (perhitungan pajak PBB). Masih banyak hal lain tentang pajak hanya menunggu jawaban dahulu.
  • Bank Indonesia, berapa besarkah uang yang beredar (yang dicetak Negara) di Indonesia maupun Luar Negeri untuk mata uang Rupiah. Dan berapakah Nilai jaminan Emas yang ada di Bank Indonesia buat uang yang telah tercetak? Mengapa saya bertanya? Karena proyek di Indonesia Luar Biasa. Apakah mulai dahulu ada catatan tentang berapa besar uang yang di cetak dan ditarik? Sebagai Rakyat Indonesia tentu mempunyai hak untuk bertanya.
  • Bagaimanakah test asli dari UUD 1945 pada awalnya dan seberapa jauh menyimpang dengan UU saat ini?

 

Di luar konteks dari pendapatan negara untuk partai Politik, apakah yang menjadi tolak ukur pada partai Politik dalam mengambil suatu keputusan? Apakah anda menyuarakan Hati Nurani Rakyat atau anda menyuarakan kepentingan Partai anda? Sedemikian banyak nya anggota Partai maupun aparat Negara yang tersandung Korupsi, Pencucian Uang namun pada saat mau di cabut Hak Politik dan di copot dari Tugas Kelembagaan malah di belah oleh anggota Partainya maupun pemerintah atas dasar praduga tak bersalah?

 

Deal politik apakah pantas di lakukan oleh Partai yang mengklaim dirinya sebagai wakil Rakyat, maaf jika saya adalah anda Salah adalah Salah, Benar adalah Benar dan hal itu tidak dapat berubah menjadi suatu Deal Politik. Jika ada Deal Politik, itu sudah tidak menyuarakan hari Rakyat, lebih bagus partai tidak ada. MPR/DPR lebih baik di buka lowongan kerja untuk MPR/DPR saja sehingga Deal Politik tidak terjadi, karena Deal Politik hanya menyakitkan rakyat. Dengan test yang tentunya kredibel, bersih, penolong, memperhatikan kebutuhan rakyat. Itu jauh lebih baik dari pada partai politik dan 100% pasti memperhatikan rakyat bukan menjadi Deal Politik di Panggung Pemerintahan yang menjadi penyebak Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan menciptakan peluang melakukan kejahatan ekonomi, pembodohan publik.

 

Mengapa saya katakan demikian, karena jika ada Organisasi Non Profit yang selalu mendukung, menolong, membantu rakyat dilapangan secara langsung itu malah menjadi pilihan dari Rakyat. Berapa besarkah kontribusi partai dalam menolong, membantu rakyat? Masih banyak rakyat yang mengemis, butuh sekolah, kelaparan, tidak mempunyai pekerjaan.

 

Praduga tak bersalah bisa diberi jika tidak mempunyai bukti, jika mempunyai Bukti maka menurut saya Praduga Tak Bersalah sudah gugur dengan sendirinya. Jadi asas Praduga Tak Bersalah itu jika masih merupakan sebuah isue, gosip.

 

Hal lain dalam menimpan Rek Bank yang bukan miliknya, apakah anda pantas menyimpan Buku Bank milik orang lain? Jika anda menyimpan berarti ada sesuatu yang terjadi dan pantas untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

 

Sebagai Abdi dari Rakyat bukannya mau mengajar, menurut saya sudah sepantasnya melaporkan semua Rek Bank anda pada Negara dan Negara berwewenang memeriksa kapan saja untuk saling menjaga kepercayaan amanat Rakyat yang telah diberikan pada anda sebagai wakil Rakyat. Karena anda bekerja sebagai wakil Rakyat. Untuk hal itu sebagai rakyat pantas untuk melaporkan semua harta kekayaan pada aparat Negara.

PerEkonomian :

 

Dari gambar di atas menurut saya yang terjadi hanyalah terbagi atas 2 tingkatan. Mengapa? Yang mempunyai penghasilan lebih dari 100 juta ada berapa banyak penduduk?  Yang mempunyai penghasilan di bawah 100 juta ada berapa banyak? Jadi kalau dikatakan bahwa kemiskinan sudah makin menurut bagaimana pendapat anda? Yang makin kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan makin miskin, tak lama bisa bisa terjadi kelaparan di mana mana seperti di Afrika, sekolahpun sulit untuk Rakyat, contohnya semakin banyak Wanita Malam, malahan di bawah umur. Apa penyebabnya, mengapa tidak bersekolah, mengapa sulit bagi Rakyat di Desa sehingga ke kota bekerja sebagai wanita malam.

Korupsi makin merajalela, kehidupan semakin sulit untuk Rakyat hanya karena Korupsi, Kejahatan dan lain lain.

 

Terorisme merupakan teror untuk Rakyat berada di manapun dan tidak pantas untuk di beri kesempatan membangun jaringan di mana pun berada. Mau di Negara manapun teror pasti merupakan momok ketakutan bagi rakyat, dengan pernyataan bahwa ada jalan lain yang bisa dilakukan, jalan apakah itu? Apakah dengan jalan ditunjukan akan menghentikan teror tersebut dan tidak mengganggu stabitas Negara lain? Seberapa lama bisa efektif? Sehingga bisa memberikan kedamaian bagi semua. Dengan pembunuhan masal apakah itu merupakan hal yang mempunya jalan keluar? Nyawa mereka tidak kembali dan perlu di-maaf-kan? Silahkan menganalisa. Dan teroris pasti tidak di inginkan oleh Rakyat di manapun dan perlu di tangkap dan di berikan hukuman yang pantas.

Korupsi dan Terorisme dapat di kategorikan sebagai Pemakzulan terhadap Rakyat karena menyusahkan, membebani Kebahagiaan dan Kesejahteraan Rakyat.

Yang dapat di golong teror melalui Alam Spiritual :

http://tjoaputra.com/2014/06/24/fight-for-the-truth/

 

Sebagai bagian Individu dari Rakyat Indonesia, ini merupakan ganjalan dalam hati. Dan besar harapan bisa diberikan jawaban atas hak untuk bertanya.

 

Terima kasih

Pengaduan Anda telah kami terima (No.Tiket_ J144111) - tjoaputra@gmail Clip_11 Clip_12 Clip_13

Clip_11

 

Update Kamis, Apr 16, 2015, 17.45 WITeng (seluruh Indonesia 1 waktu menjadi WI)

Di mana pada kenyataannya semua Aparatur hanya Haha dan Hihi, tidak ada yang di proses beserta Media Tahi.

Lebih tega melihat Inflasi melambung membuat Rakyat semakin susah akan segala sesuatu.

.

Untuk tanggung jawab Publik atas segala kebohongan mereka maka bisa di hitung dengan berapa banyak kebohongan lalu mengikuti penambahan ayat di bagian Hukum pada UUD 17 Agustus 1945 yang berbunyi :

Berbohong di pidana Minimal 10 Tahun, bertingkat.

Ingat jangan lupa catat kebohongan tersebut lalu ajukan ke Polisi atau Aparatur Negara bagian Hukum.

* Pe, KoLu BaBi untuk anggota Dewan (Tahi) maupun Pemerintahan Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, Habiebie, Soeharto, Hatta, Sudirman (Tahi, Komunis, OKNUMISASI).

Butki bahwa Mark ke Jakarta (MPR/DPR) bisa lihat di link :

http://tjoaputra.com/2015/03/07/mprdpr-pemerintahan-joko-widodo-tahi-tidak-bertanggung-jawab/

Berita lain yang sudah di Posting di WEB DPR/MPR silahkan lihat di :

http://tjoaputra.com/2015/02/12/terciptanya-indonesia-baru/

http://tjoaputra.com/2015/03/25/indonesia-baru-mpr-bagian-ii-di-posting-di-berita-mpr-update-maret-25-15-pukul-08-15-wit/

* Salinan Asli, “Naskah UUD 17 Agustus 1945 dan Pancasila”.

Penambahan 1 ayat bagian Hukum, “Berbohong di Pidana Minimal 10 tahun, bertingkat”.

Indonesia berjumlah 28 Provinsi (Pemerintahan Indonesia Baru termasuk Timor -Timur).

* Pemerintahan Indonesia Baru tidak mengenal Partai Politik sesuai dengan Amanah Presiden Soekarno yang tertulis di UUD 17 Agustus 1945 bagian keterangan yang merupakan Larangan.

Deal Politik apakah selama ini yang menguntungkan Rakyat, tolong berikan alasan Deal Politik selama puluhan tahun tersebut yang terjadi.

Dalam Ber-Politik, Keterbukaan akan memenangkan semua Politik apapun pada siapapun yang melawan dengan Ketertutupan atau Kerahasiaan. (Politik Kotor akan bersembunyi dalam Kerahasiaan dan Ketertutupan).

– 00000000 –

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on September 26, 2014, in Artikel Tjoaputra, Makalah Gov, MPR ( Indonesia Gov, Interaksi ), Update. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: