Ikatan Sejati Antara Guru dan Murid, Murid dan Guru

10168103_1400692696873017_6541511942870471271_n

Ikatan Sejati Antara Guru dan Murid
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih SpiritualBagian 7 –  Wisnu Prakasa“)

Ikatan sejati antara Guru dan Murid yang sebenarnya adalah diluar batas konsep dan bentuk. Ikatan ini tidak dapat di gambarkan hanya dengan kata-kata itu sendiri, bahkan kesunyian kadang dapat lebih melukiskan makna dari ikatan yang sebenarnya.

 

 

Ikatan Sejati Antara Murid dan Guru
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih SpiritualBagian 7 –  Wisnu Prakasa“)

Seorang umat berkata bahwa dirinya telah mempunyai ikatan yang kuat dengan saya. Bilamana saya menyuruhnya untuk melakukan apapun, dirinya pasti akan menjalankannya. Bahkan saya pernah mendengar dari umat lainnya bahwa dirinya rela menyerahkan hidupnya bilamana saya menyuruhnya.

Mendengar berita tentang keyakinannya terhadap saya, saya menjadi sangat bersedih. Sungguh telah terjadi suatu kesalah-pahaman yang sangat luar biasa dari umat tersebut, sehingga umat ini menjadi fanatik yang berlebih-lebihan. Saya sangat bersedih, karena saya mengetahui dengan benar bahwa umat ini belum mencapai tahap kesadaran sejati yang sebenarnya.

Walaupun dirinya sangat mempercayai akan kebenaran ajaran yang saya berikan, tetapi jalan pencapaiannya masih jauh dalam pembinaan kesadaran sejatinya. Walaupun umat ini mempunyai keyakinan yang sangat tinggi terhadap saya, tetapi saya mengetahui bahwa pembinaan kehidupan spiritualnya masih belum mencapai tingkat kejernihan kesadaran sejati.

Memang benar diperlukan suatu ikatan samaya yang kuat antara murid dan guru. Dimana sang guru mempunyai kewajiban untuk membimbing dan menunjukan jalan Pencapaian Agung, dan sang murid harus mempunyai keyakinan yang kuat akan gurunya. Tanpa bimbingan dan petunjuk dari guru, tidak mungkin dirinya dapat mengenal ajaran kebenaran yang dapat membawanya mencapai Pencapaian Agung.

Guru akan selalu membimbing dan menuntun sejak awal pembinaan ajaran kebenaran, sehingga dirinya bagaikan terlahirkan kembali. Dengan membina ajaran kebenaran maka kesadaran yang semula selalu tertutupi oleh pikiran, akhirnya dapat terbebaskan dari gambaran pikiran yang selalu memperdayainya. Hal ini yang menjadikan dirinya bagaikan terlahir kembali. Sang murid terlahir kembali menjadi mahluk spiritual yang menjalankan kehidupan spiritual. Sang murid bagaikan terlahir kembali untuk memulai lembaran kehidupan baru dalam pembinaan kehidupan spiritualnya.

Walaupun benar bahwa ikatan samaya antara murid dan guru melebihi segalanya, tetapi konsep ikatan samaya yang demikian harus dipahami lebih lanjut. Seorang guru spiritual sejati, seharusnya tidak akan pernah menyuruh sang murid untuk menghilangkan nyawa mahluk apapun termasuk nyawa dirinya tanpa dasar alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Pencapaian kehidupan dalam alam manusia juga sangat sulit dicapai, maka sangat tidak beralasan bilamana sang guru menyuruh sang murid untuk menghilangkan kesempatan yang sangat berharga ini. Sebagai guru sejati seharusnya tidak akan pernah menyia-nyiakan kehidupan muridnya ini sebelum sang murid dapat mencapai tahap kejernihan kesadaran sejati yang sesungguhnya.

Mengorbankan diri muridnya tanpa tujuan dan alasan yang kuat, tidak akan bermanfaat sedikitpun bagi sang guru. Demikian pula dengan pengorbanan nyawa yang hanya karena disuruh oleh guru tanpa alasan yang mendasar, juga tidak akan bermanfaat bagi pencapaian spiritualnya. Bahkan dapat mengakibatkan penderitaan yang lebih besar lagi.

Dengan memahami keadaan yang sebenarnya, tentunya keyakinan sang murid untuk rela mengorbankan dirinya bilamana sang guru menginginkan adalah suatu pandangan yang salah karena tidak mungkin sang guru akan menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut. Para murid harus dapat memahami makna yang sebenarnya dari ikatan samaya antara guru dan murid. Pahamilah bahwa keyakinan terhadap ajaran sang guru sebenarnya jauh lebih berharga dibandingkan rasa ingin pengorbanan dirinya yang hanya sia-sia belaka.

Pahamilah bahwa pengorbanan yang demikian bukanlah makna sesungguhnya dari ikatan samaya murid dan guru. Ikatan samaya dari murid terhadap guru yang sebenarnya adalah pengabdian sang murid terhadap gurunya. Dengan mengabdikan dirinya kepada sang guru, maka sang murid telah menunjukan rasa terima kasih yang setulusnya atas segala bimbingan sang guru dalam pembinaan kehidupan spiritualnya.

Pengabdian sang murid yang sebenarnya adalah dengan mendahulukan kepentingan sang guru diatas segala kepentingan pribadinya, dengan demikian selanjutnya sang murid dapat mengembangkan pengabdiannya kepada mahluk lainnya. Pengabdian sang murid akhirnya akan berkembang lebih lanjut lagi yaitu dengan mendahulukan kepentingan mahluk lainnya diatas kepentingan pribadinya.

Inilah makna yang sebenarnya dari membina ikatan samaya sang murid dengan jalan mengabdikan diri sepenuhnya terhadap sang guru. Dimana pengabdian sang murid sebenarnya merupakan latihan pembinaan cinta kasih yang tanpa batas terhadap seluruh mahluk.

 

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/C-J/Ikatan%20Sejati%20Antara%20Guru%20dan%20Murid.htm

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/C-J/Ikatan%20Sejati%20Antara%20Murid%20dan%20Guru.htm

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on September 15, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: