Bumipati Sebagai Sahabat Manusia

Bumipati Sebagai Sahabat Manusia
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian 1 – oleh: Wisnu Prakasa”)

1656276_651550391550437_1111373342_n

Banyak umat yang datang memohon bantuan kepada Bunda Mulia agar mereka dapat diberikan jalan dalam usahanya. Bunda Mulia telah memberikan banyak cara dalam membantu para umat sesuai dengan keyakinan dan karma masing-masing. Berdasarkan pengalaman pribadi saya , ada satu cara yang kiranya sangat mudah untuk di laksanakan, tetapi mempunyai manfaat yang besar.

Telah banyak umat yang mempunyai karma baik dan jodoh sehingga dapat diberi petunjuk oleh Bunda Mulia untuk bersahabat dengan Bumipati setempat. Dalam membantu para umat untuk menjalin persahabatan dengan Bumipati, Bunda Mulia telah mengajarkan berbagai macam tata cara pengundangan Bumpati sesuai dengan tradisi dan tata cara setempat masing-masing.

Tata cara pengundangan Bumipati hanya dapat saya berikan bagi mereka yang benar-benar mempunyai jodoh dengan Bumipati setempat, dimana saya hanya dapat membantu umat yang memang telah diperbolehkan dan diizinkan oleh Bunda Mulia.

Saya telah melihat banyak manfaat yang didapat oleh umat yang mengikuti petunjuk Bunda Mulia untuk menjadikan Bumipati sebagai sahabatnya, dan mereka semua mengakui bahwa Bumipati benar-benar dapat dijadikan sebagai sahabat yang dapat di andalkan.

Sesungguhnya hal ini bukanlah suatu misteri yang baru, tetapi sebagai suatu alamiah yang wajar karena Bumipati merupakan mahluk halus spiritual yang sangat dekat hubungannya dengan alam kehidupan manusia. Walaupun Bumipati tergolong mahluk Im, tetapi peranan Bumipati dapat sebagai perantara antara mahluk di Bumi dan mahluk suci di Sorga.

Saya melihat betapa besarnya manfaat dari Bumipati, salah satu contoh saya angkat satu kisah nyata yang dialami oleh seorang pengusaha muda di jakarta.

Seorang pengusaha datang menghadap Bunda Mulia memohon petunjuk tentang usahanya agar dapat lebih lancar, selama ini dirinya merasa terlalu banyak halangan yang datang silih berganti seperti seringnya kecurian, orang luar yang selalu menghasut pegawainya, kerusakan mesin yang tidak terduga, dan banyak kecelakaan terjadi di pabrik, dsb. Dirinya merasa selalu saja timbul halangan yang datang silih berganti tanpa hentinya.

Setelah mendengar segala keluhan dan permohonannya, saya memohon petunjuk kepada Bunda Mulia untuk membantu pengusaha ini. Setelah mendapatkan petunjuk yang jelas dari Bunda Mulia tentang keadaan dan masalah yang dihadapi pengusaha ini, saya lalu bertanya kepadanya “Mengapa tidak ada lagi yang memberikan persembahan kepada Bumipati di pabrik anda ?”

Pengusaha ini terkejut atas pertanyaan yang tidak terduga-duga, dia akhirnya menjawab juga: “Beberapa tahun yang lampau ayah saya selalu mengurus tempat persembahan Bumipati di pabrik. Setelah ayah meninggal dunia, tidak ada lagi yang mengurus dan memberikan persembahan.”

“Apakah anda mempercayai adanya Bumipati sebagai penunggu setempat. ?” tanya saya lagi.

“Saya percaya adanya Bumipati, tetapi saya tidak tahu harus bagaimana.” Jawabnya dengan bingung.

“Apakah anda menyadari bahwa disaat ayah anda masih membantu dipabrik, usaha anda maju pesat dan tidak banyak halangan yang timbul.” Tanya saya.

“Benar sekali, setelah ayah meninggal. Pabrik saya semakin banyak kendala panjang yang selalu timbul.” Ungkapnya dengan sedih.

“Ketika ayah anda masih hidup, almarum selalu memberikan persembahan kepada Bumipati setempat. Bumipati setempat dipabrik anda selalu datang mengunjungi pabrik. Sebagai balas jasa atas kemurahan hati almarhum, Bumipati ini banyak membantu ayah anda sehingga banyak halangan dan kendala dapat dipecahkan dengan cepat sebelum berkembang jauh lebih rumit. Sehingga segala energi negatif yang datang ataupun timbul di pabrik, dapat di halau oleh Bumipati sebelum berakibat negatif dan mempengaruhi mahluk-mahluk lainnya di pabrik. Secara tidak langsung ataupun tidak Bumipati dapat mempengaruhi untuk menciptakan suasana kerja yang tenang dan nyaman bagi para mahluk lainnya.” Jelas saya kepadanya.

“Jadi….” Katanya dengan bingung.

“Inilah salah satu cara dari Bumipati setempat sebagai ungkapan rasa terima kasih atas ketulusan dan keiklasan persembahan yang telah diberikan oleh ayah anda. Setelah lama tidak ada lagi yang memberikan persembahan di pabrik anda, maka Bumipati tidak lagi mampir ataupun tinggal di pabrik anda.”

“Sebenarnya sejak ayah meninggal. Saya selalu berniat untuk meneruskan memberikan persembahan kepada Bumipati, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya.” Katanya.

“Bilamana anda mau, saya dapat memperkenalkan Bumipati agar kembali menjadi sahabat anda.”

“Tolong ajarkan saya bagaimana caranya memberikan persembahan kepada Bumipati.” Mohon pengusaha dengan serius.

Atas izin dan petunjuk dari Bunda Mulia, saya menjelaskan dengan singkat kepada pengusaha ini tentang tata-cara singkat dalam memberikan persembahan kepada Bumipati di sekitar tempat pabriknya. Kemudian pengusaha ini mohon pamit dan mengucapkan terima kasih.

Sekitar kurang lebih setengah tahun kemudian, pengusaha ini kembali datang kepada saya. Dirinya tampak lebih berseri dan rapih. Ternyata kedatangannya untuk mengucapkan banyak terima kasih atas petunjuk yang telah saya berikan kepadanya.

Setelah dirinya melakukan petunjuk yang telah diberikan, ternyata kendala yang dihadapinya jauh semakin berkurang dan akhirnya dapat terselesaikan dengan cepatnya. Sekarang pabriknya semakin lancar produksinya dan suasana kerja di pabriknya banyak berubah menjadi lebih tenang dan ceria.

Dia menjelaskan bahwa disaat tidak dapat memutuskan sesuatu masalah, rasanya ada suatu dorongan energi yang memberikan ilham dan petunjuk secara mendadak. Dia mempercayai bahwa inilah energi dari Bumipati yang membantunya untuk memecahkan masalah, ternyata keputusannya selalu tepat sehingga satu-persatu masalahnya dapat terselesaikan.

Saya mengucapkan selamat atas keberhasilannya, dan atas izin dari Bunda Mulia saya memberikan hadiah satu Fu Bunda Mulia untuk di persembahkan kepada Bumipati karena jasanya yang turut serta dalam meringankan penderitaan manusia.

Persahabatan dan pertolongan dari Bumipati sebenarnya juga tergantung dari keyakinan dan karma masing-masing. Dengan izin dan petunjuk dari Bunda Mulia, Saya hanya dapat membantu mereka yang benar-benar mempunyai ikatan jodoh dan karma baik dengan Bumipati setempat.

Setelah mereka mempunyai ikatan persahabatan, semua saya serahkan kembali kepada masing-masing pihak untuk menjaga ikatan persahabatan tersebut. Awal tujuan dari terbentuknya persahabatan bukan untuk saling merugikan, tetapi ikatan persahabatan dharma yang berdasarkan saling membantu dalam kehidupan spiritual hingga mencapai Pencapaian Agung.

Walaupun banyak Bumipati setempat masih tergolong tingkat mahluk Im (alam bawah), tetapi dibutuhkan karma baik yang besar dan pembinaan spiritual yang cukup tinggi sehingga mahluk Im dapat mencapai tingkat dan gelar bumipati. Kehadiran dan usia Bumipati jauh melampau usia manusia hidup, dimana pengalaman dan kehidupan spiritual dari Bumipati jauh melampaui pengalaman manusia umum. Menjalin persahabatan dengan bumipati secara positif juga sebagai menjalin hubungan yang positif dalam pembinaan kehidupan spiritual dalam satu sangha.

Para mahluk harus dapat menjalankan kehidupan spiritual dengan jalan menghindari perbuatan yang menghasilkan karma buruk, dan melakukan perbuatan yang menghasilkan karma baik. Para manusia dapat mengumpulkan karma baik dengan beramal, membantu fakir miskin, menolong mahluk lain, berderma, melepas mahluk hidup lainnya ke alam bebas, dsb. Demikian pula dengan Bumipati yang dapat mengumpulkan karma baik dengan membantu para mahluk suci, para guru dan master spiritual, para mahluk spiritual, para umat yang menjunjung tinggi dharma kemuliaan, dsb.

Banyak umat yang menanyakan apakah rahasianya untuk menjadikan Bumipati sebagai sahabat manusia. Saya hanya dapat memberikan jawaban sebagai berikut: “Untuk menjadikan Bumipati sebagai sahabat, pertama-tama harus menjadikan diri sendiri sebagai sahabat yang baik bagi Bumipati.”

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/B/Bumipati%20Sebagai%20Sahabat%20Manusia.htm

Kritik dan saran :

Apakah Bumipati di cerita ini merupakan Rezeki? Apakah Rezeki itu makhluk? Bukankah pada awal sudah menyampaikan bahwa Rezeki itu tergantung dari Karma? Jadi untuk dapat menjalin hubungan dengan Bumipati (Rezeki), banyak berbuat baik, menjaga tingkahlaku, menolong makhluk tanpa pamrih. (jangan lupa menolong, jangan sampai menyakiti diri sendiri dan menyakiti makhluk lain).

Untuk usaha yang banyak mengalami kendala? Kendala tersebut haruslah jelas. Baru bisa di beri saran yang benar.

Tjoaputra.com

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on July 16, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: