Bagaikan Sekuntum Mawar

Bagaikan Sekuntum Mawar
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian 7 – oleh: Wisnu Prakasa”)

999285_532482030169605_1034343986_n

Sangat indah bentuknya tetapi juga mengandung duri-duri yang tajam dibatangnya. Keindahan alamiah bunga mawar yang sangat menawan, mengalahkan rasa takut para mahluk akan duri-duri dibatangnya. Lihatlah para kumbang tidak pernah berhenti mengambil sarinya, bahkan para wanita selalu ingin memilikinya sebagai ungkapan tanda cinta.

Demikian pula tubuh manusia yang memiliki misteri bagaikan bunga mawar.
Bagi yang optimis, tubuhnya dianggap sebagai bunga mawar yang indah.
Bagi yang pesimis, tubuhnya dianggap sebagai duri-duri penghalang.
Bagi yang lain, tubuhnya bagaikan bunga mawar yang indah dengan duri-duri yang tajam dibatangnya.

Mereka yang tergila-gila dengan keindahan bunga mawar, akan terjerat oleh kemelekatan akan kecantikannya. Pahamilah bahwa seindah-indahnya bunga mawar, akhirnya akan layu juga. Demikian pula dengan kecantikan tubuh yang tidak dapat dipertahankan selamanya.

Mereka yang takut akan duri-duri yang tajam, akan terjerat untuk memotong duri-durinya sehingga menyiksa dan menelantarkan tubuhnya. Pahamilah bahwa sumber awal timbulnya penderitaan bukan berasal dari tubuh, tetapi sumber awal penderitaan yang sebenarnya berasal dari kemelekatan pikiran yang selalu ingin dipuaskan.

Mereka yang telah memahaminya tidak akan terperdaya oleh kemelekatan akan keindahan bunganya dan dapat memahami sifat-sifat alamiah dari duri-duri dibatangnya. Bunga mawar yang berduri, merupakan satu ikatan keindahan alamiah yang sempurna. Mereka akan memandang kecantikannya secara alamiahnya dan dapat memahaminya tubuhnya sebagai pelengkap keindahan alamiah yang sebenarnya.

 

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/B/Bagaikan%20Sekuntum%20Mawar.htm

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on July 9, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: