Apakah Ajaran TAO Merupakan Tradisi

Apakah Ajaran TAO Merupakan Tradisi
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih SpiritualBagian 5 –  Wisnu Prakasa“)

1375230_508689555894068_1531790865_n

Ajaran-ajaran para master Tao bukan merupakan suatu tradisi dari kebudayaan tertentu. Ajaran para master Tao merupakan ajaran spiritual bagi para mahluk yang membina kehidupan spiritual. Dimana para master Tao menjalankan pembinaan spiritual, untuk mencapai Ke-Tunggal-an Agung Tertinggi.

Para Master Tao di zaman lampau, membina kehidupan spiritualnya dengan menjalankan kehidupan pertapaan di tempat-tempat sunyi dan sepi. Para master Tao membina ajaran Tao sebagai pedoman kehidupannya sehari-hari. Sehingga segala perbuatan, ucapan, dan kesadaran para Master Tao, tidak terpisahkan dari ajaran Tao.

Kehidupan master Tao, juga tidak luput dari perhatian masyarakat yang mencari kebenaran. Sehingga sebagian masyarakat mulai mencoba untuk memahami kebenaran akan kehidupan yang di jalankan oleh para master Tao. Akhirnya, masyarakat dapat menerima kebenaran ajaran pembinaan para Master Tao, sebagai bagian kehidupannya. Sehingga banyak ajaran Tao yang telah membaur dan melekat, sebagai suatu tradisi yang baik dan benar.

Salah satu contoh adalah kebiasaan vegetarian yang dikenal oleh masyarakat china. Para master Tao, menjalan kehidupan vegetarian dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga keserasian. Baik untuk menjaga keserasian dari dalam seperti tubuh dan ucapannya, keserasian luar seperti perbuatan dan lingkungannya, hingga keserasian rahasia, seperti pikiran dan kesadarannya. Dimana menjaga keserasian adalah salah satu bagian dari pembinaan spiritual yang selalu dijalan oleh para pembina ajaran Tao.

Masyarat mulai memahami bahwa kehidupan vegetarian adalah baik keserasian, bagi untuk pembinaan spiritual, dan baik untuk kesehatan. Sehingga banyak yang mulai mencoba menjalankan kehidupan vegetarian seperti para master Tao.

Banyak yang berhasil menjadi vegetarian penuh seperti master Tao, tetapi banyak pula yang mengalami kesulitan menjalankan vegetarian. Masyarat menyadari bahwa pembinaan spiritual para master Tao yang tampak sangat sederhana, ternyata sangat sulit dan membutuhkan tekad yang kuat. Masyarakat juga tidak mudah berputus asa, sehingga mereka memutuskan untuk menjalankan secara bertahap. Ada yang memulai dengan menjalankan vegetarian seminggu sekali, ada yang vegetarian setiap tanggal 1 dan 15 kalendar bulan, ada yang berpantangan untuk tidak memakan daging tertentu seperti daging sapi, dsb.

Banyaknya ajaran Tao yang menjadi tradisi dalam masyarakat china, juga membuktikan akan kebenaran ajaran Tao sejak ribuan tahun yang lampau. Walaupun kadang ajaran Tao yang sudah melekat menjadi tradisi, kadang tidak dipahami lagi makna pembinaannya oleh generasi-generasi selanjutnya. Bahkan generasi penerusnya, cenderung menganggap segala tradisi adalah kuno, tidak berdasar, dan hanya mengada-ada.

Saya sangat menyayangkan kecenderungan para generasi penerus yang demikian. Dimana saya melihat dengan jelas, bahwa sumber masalah yang sebenarnya bukan karena tradisi tersebut kuno atau tidak berdasar. Masalah yang sebenarnya, bersumber dari generasi penerus yang tidak lagi dapat memahami makna dan ajaran yang terkandung dari tradisi tersebut. Kelemahan dan ketidak tahuan para generasi penerus, akhirnya menutupi dan membodohi mereka untuk menganggap orang lain yang bodoh.

Walaupun banyak ajaran Tao yang telah melekat dalam tradisi masyarakat china. Tetapi saya tetap mengingatkan bahwa, ‘Ajaran Tao diturunkan sebagai ajaran yang harus dibina oleh para mahluk, untuk mencapai Kesempurnaan Agung Sejati. Pencapaian Kesempurnaan Agung Sejati merupakan tujuan seluruh mahluk yang memahami akan kehidupan spiritual, dan tujuan pencapaian tertinggi ini merupakan hak setiap mahluk’.

Sehingga tidaklah benar bahwa ajaran Tao hanya diperuntukkan bagi masyarakat china. Walaupun pada awalnya ajaran timbul dari masyarakat china, tetapi ajaran Tao bukan hanya sebagai tradisi dari masyarakat china tetapi ajaran Tao merupakan ajaran pembinaan kehidupan spiritual bagi seluruh mahluk yang ingin terbebaskan dari segala penderitaan, dan membina kehidupan spiritual hingga Pencapaian Agung Sejati.

 

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/A/Apakah%20Ajaran%20TAO%20Merupakan%20Tradisi.htm

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on July 2, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: