Ajaran Yang Dirahasiakan

Ajaran Yang Dirahasiakan
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian 8  – oleh: Wisnu Prakasa”)

993458_443658542401462_172285237_n

Para mahluk suci menurun ajaran-ajaran spiritual tertentu, untuk membantu para mahluk lainnya agar dapat mencapai kehidupan spiritual yang lebih baik. Sangat disayangkan, pencapaian dan karma setiap mahluk berbeda-beda. Demikian pula dengan motivasi dan pengabdian dalam pembinaan kehidupan spiritual setiap mahluk juga berbeda-beda.

Memahami tujuan dan tingkat pencapaian spiritual setiap mahluk yang berbeda-beda, maka para mahluk suci menurunkan beraneka-ragam ajaran agar para mahluk dapat memahami sesuai dengan tingkat pencapaian spiritualnya. Sehingga timbul adanya beberapa ajaran spiritual khusus yang dirahasiakan, ajaran yang dirahasiakan bukan bertujuan untuk menghentikan atau menghambat niat para mahluk untuk membina ajaran tersebut.

Kerahasiaan suatu ajaran kadang bertujuan untuk menjaga samaya antara guru dan murid. Dengan menerima ajaran khusus dari sang guru, maka samaya murid yang menerimanya kepada sang guru akan menjadi lebih kuat. Dengan demikian murid tersebut memahami bahwa ikatan samaya antara guru dan murid memang benar apa adanya.

Dengan menjaga kerahasiaan suatu ajaran, maka para pembina ajaran tersebut secara tidak langsung tetap menjaga ikatan batin dan ikatan samaya dengan para pelindung ajaran dan pewaris ajaran tersebut.

Penurunan ajaran yang tidak umum juga bertujuan untuk menjaga sakralitas dari ajaran, agar ajaran tersebut tidak dianggap sebagai pengetahuan umum biasa. Ajaran yang diungkapkan secara umum, akan lebih dianggap sebagai pengetahuan umum yang hanya enak didengar tetapi tidak pernah dipahami atau dibina lebih dalam lagi. Sebagai contoh, sebagian besar manusia pada umumnya pernah mendengar dan telah mengetahui ajaran yang menekankan untuk selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.

Sejujurnya bilamana harus menjawab kebenaran yang sesungguhnya bahwa berapa banyak mahluk yang dapat selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.

  • Menjaga ke-Agungan Ajaran. Ajaran yang didapat oleh guru besar merupakan intisari dari pencapaian guru tersebut. Bilamana para murid dapat terus mengangungkan ajaran tersebut, maka para murid sebenarnya selalu menghormati gurunya.

Demikian pula dengan Ajaran “Pembinaan Kesadaran Sejati” dari Bunda Mulia, yang termasuk dalam kategori ajaran yang bersifat sangat rahasia, dimana maksud dari kerahasiaan bukan dirahasiakan selamanya kepada para mahluk yang ingin membina Kessadaran Sejatinya. Ajaran “Pembinaan Kesadaran Sejati” bersifat rahasia disebabkan karena tidak seluruh mahluk telah siap untuk memulai pembinaan Kesadaran Sejatinya.

Mereka yang menanam bibit baik, dimasa yang akan datang pasti akan menghasilkan buah yang baik. Bilamana telah tiba waktunya, setiap Mahluk dapat menerima pemberkatan untuk memulai kehidupan spiritual dan membina Ajaran Bunda Mulia dan Ajaran-Ajaran Para Pencapaian Agung.

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/A/Ajaran%20Yang%20Dirahasiakan.htm

Sedikit komentar tambahan :

bagaimanapun ajaran rahasia yang bersifat tertutup perlu di telaah (di pelajari dan di baca) dengan baik untuk tujuan apa? Karena banyak ajaran Rahasia bertujuan malah menyakiti makhluk.

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on June 28, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: