Pembinaan Racun Menjadi Obat

Pembinaan Racun Menjadi Obat
(dikutip dari buku “Kisah Kasih Spiritual –  Wisnu Prakasa“)

150490_10151309657252076_2071590989_n

Mereka yang menghianati kita, telah membuat kita penderitaan, terlebih-lebih orang-orang dekat kita.Tetapi dibalik perbuatan yang mereka lakukan terhadap kita, sebenarnya mereka adalah Guru kita juga. Mengapa demikian ?

Pertama harus dipahami bahwa Siapa yang menanam, dia yang menuai. Sehingga, segala perbuatan yang mereka lakukan, adalah bibit karma yang mereka tanam sendiri, dan akan dipetik oleh mereka sendiri pula. Jadi, apapun perbuatan mereka terhadap kita, mereka sendiri yang akan menuai buahnya. Sehingga, perbuatan mereka baik buruk atau jelek, mereka yang akan menjalankannya sendiri, dan tidak berhubungan dengan kita.

Kedua, alamiah dari Welas Asih adalah tulus tanpa kondisi apapun. Kadang Welas Asih yang kita tanam di sekitar kita, secara tidak langsung kita juga mengharapkan mereka untuk baik kepada kita. Kita secara tidak langsung telah timbul suatu pandangan bahwa mereka melakukan seperti apa yang kita harapkan, juga kita memiliki pandangan bahwa mereka jangan melakukan seperti apa yang kita kehendaki.

Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah masuk kedalam suatu hubungan yang dibatasi oleh suatu kondisi yang tidak tertulis. Secara tidak langsung, kita telah menjadikan hubungan kita laksana suatu kontrak bisnis yang tidak tertulis.

Dalam arti kata: “Saya akan baik kepada siapapun, asalkan mereka selalu baik kepada saya.”
Hal ini bertentangan dengan pembinaan kita yaitu Welas Asih yang tulus tanpa kondisi apapun.

Jadi sesungguhnya, bukan suatu masalah dengan apa yang mereka lakukan atau tidak lakukan terhadap kita, tetapi apa yang telah kita harapkan dari mereka tidak terpenuhi.

Dengan demikian, apakah kita harus menodai pembinaan dan rasa Welas Asih yang kita jalani, hanya karena perbuatan orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan?

Sebaiknya kita harus bersyukur kepada mereka bahwa secara tidak langsung, mereka sebenarnya telah menunjukan keterbatasan dari welas asih kita, yang masih memiliki banyak kondisi-kondisi yang tersembunyi. Secara sengaja atau tidak sengaja, Mereka dengan rela dan iklas menanam karma buruk, untuk menyempurnakan pembinaan Welas Asih yang kita jalankan.

Kutipan dari :

http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/N-P/Pembinaan%20Racun%20Menjadi%20Obat.htm

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on June 20, 2014, in TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: