Dhammapada … Verses 421

421 Brahmana

Verse 421. He Yearns For Nothing

That one who’s free of everything
that’s past, that’s present, yet to be,
who nothing owns, who’s unattached,
that one I call a Brahmin True.

Explanation: Their path, neither gods, nor spirits, nor humans can fathom. Their taints are totally eradicated. They have attained the higher spiritual state. This person I declare a brahmana.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/brahmana-vagga/

XXVI. BRAHMANA

Orang yang tidak lagi terikat pada apa yang telah lampau,
apa yang sekarang maupun yang akan datang,
yang tidak memegang ataupun melekat pada apapun juga,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kisah Dhammadinna Theri
Wednesday, October 27th, 2010 at 1:35 pm

Kisah Dhammadinna Theri

Suatu ketika, ada seorang pengikut awam Sang Buddha bernama Visakha di Rajagaha. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha berulang-ulang, Visakha mencapai tingkat kesucian anagami dan ia berkata kepada istrinya, “Terimalah semua hartaku, sejak hari ini aku tidak akan campur tangan apapun dalam urusan keluarga.”

Istrinya, Dhammadinna, menjawab, “Siapa yang akan menelan air ludah yang telah engkau buang.” Kemudian ia minta ijin darinya untuk masuk dalam pasamuan dan menjadi seorang bhikkhuni. Setelah menjadi seorang bhikkhuni ia pergi ke sebuah vihara di suatu desa kecil bersama para bhikkhuni lain untuk melatih meditasi. Dalam waktu yang singkat, ia mencapai tingkat kesucian arahat dan kembali ke Rajagaha.

Visakha, setelah mendengar bahwa Dhammadinna telah kembali, pergi menemuinya dan bertanya kepadanya beberapa pertanyaan. Ketika Visakha bertanya kepadanya tentang tiga magga yang pertama; ia memberi jawaban kepadanya. Tetapi ketika Visakha memberikan pertanyaan kepadanya tentang ‘Jalan’ (magga) dan ‘Hasil’ (phala) arahat, ia berkata, “O pengikut awam! Masalah ini diluar batas kemampuan pengertianmu; jika engkau ingin tahu, engkau boleh pergi, dan bertanya kepada Sang Buddha.”

Ketika Visakha bertanya kepada Sang Buddha, Sang Buddha berkata, “Dhammadinna telah menjawab pertanyaanmu. Jika engkau bertanya kepada-Ku, Aku akan memberikan jawaban yang sama.” Setelah berkata demikian, Sang Buddha menegaskan kenyataan bahwa Dhammadinna telah mencapai tingkat kesucian arahat.

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 421 berikut :

Orang yang tidak lagi terikat apa yang telah lampau,
apa yang sekarang maupun yang akan datang,
yang tidak memegang ataupun melekat pada apapun juga,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-dhammadinna-theri/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: