Dhammapada … Verses 407

407 Brahmana

Verse 407. A Brahmana Is He Who Has Discarded All Passions

From whomever lust and hate,
conceit, contempt have dropped away,
as mustard seed from a point of a needle,
that one I call a Brahmin True.

Explanation: His mind does not accept such evils as lust, ill-will, pride and ingratitude. In this, his mind is like a point of a needle that just does not grasp a mustard seed. An individual endowed with such a mind I describe as a brahmana.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/brahmana-vagga/

XXVI. BRAHMANA

Seseorang yang nafsunya, kebenciannya, kesombongannya
dan kemunafikannya telah gugur,
seperti biji lada yang telah jatuh dari ujung jarum,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kisah Mahapanthaka Thera
Wednesday, October 27th, 2010 at 1:00 pm

Kisah Mahapanthaka Thera

[Lihat juga syair 25 Bab II nomor (3)]

Mahapanthaka Thera telah menjadi seorang arahat ketika adik laki-lakinya Culapanthaka masuk pasamuan bhikkhu. Culapathaka sejak lahir adalah seorang yang dungu karena ia pernah menertawakan seorang bhikkhu dungu pada salah satu kehidupannya terdahulu. Culapanthaka tidak dapat bahkan mengingat satu syair dalam waktu empat bulan. Mahapanthaka menjadi kecewa dengan adiknya dan menyuruhnya untuk meninggalkan vihara karena ia tidak ada gunanya berada dalam pasamuan bhikkhu.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada suatu kesempatan, para bhikkhu bertanya kepada Sang Buddha, mengapa meskipun ia seorang arahat, mengusir adik laki-lakinya dari vihara. mereka juga menambahkan, “Apakah para arahat masih kehilangan kesabarannya? Apakah mereka masih mempunyai kekotoran batin seperti keinginan jahat dalam diri mereka?”

Kepada mereka, Sang Buddha menjawab, “Para bhikkhu! Para arahat tidak mempunyai keinginan jahat seperti nafsu dan kebencian dalam diri mereka. Murid-Ku Mahapanthaka melakukan hal seperti itu dengan pengertian demi keuntungan saudaranya dan bukan karena keinginan jahat.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 407 berikut :

Seseorang yang nafsunya, kebenciannya,
kesombongannya dan kemunafikannya telah gugur,
seperti biji lada yang jatuh dari ujung jarum,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-mahapanthaka-thera/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: