Dhammapada … Verses 404

404 Brahmana

Verse 404. A Brahmana Is He Who Has No Intimacy With Any

Aloof alike from laity
and those gone forth to homelessness,
who wanders with no home or wish,
that one I call a Brahmin True.

Explanation: He does not establish extensive contact either with laymen or with the homeless. He is not attached to the way of life of the householder. He is content with the bare minimum of needs. I call that person a true brahmana.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/brahmana-vagga/

XXVI. BRAHMANA

Orang yang menjauhkan diri dari masyarakat umum maupun pertapa,
yang mengembara tanpa tempat tinggal tertentu
dan sedikit kebutuhannya,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kisah Tissa Thera
Wednesday, October 27th, 2010 at 12:44 pm

Kisah Tissa Thera

Tissa Thera, setelah menerima sebuah objek meditasi dari Sang Buddha, pergi ke suatu sisi gunung. Di sana, menemukan sebuah gua yang sesuai baginya dan ia memutuskan untuk menghabiskan waktu tiga bulan musim hujan (masa vassa) di dalam gua tersebut. Oleh karena tinggal di dalam gua, ia pergi ke desa untuk berpindapatta setiap pagi.

Di desa itu, terdapat seorang wanita yang usianya lebih tua yang secara teratur memberikan dana makanan kepada-nya. Di dalam gua, juga hidup hantu penjaga gua. Karena sang thera memiliki latihan moral (sila) yang baik, hantu gua tersebut tidak berani untuk tinggal di dalam gua yang sama dengan sang thera. Selain itu, ia juga tidak mempunyai keberanian menyuruh sang thera untuk meninggalkan gua. Jadi ia memikirkan suatu rencana yang akan mampu membuatnya menemukan kesalahan sang thera; yang kemudian menyebabkan sang thera tersebut meninggalkan gua.

Hantu gua merasuki anak laki-laki dari wanita tua yang bertempat tinggal di rumah dimana sang thera biasanya pergi untuk menerima dana makanan. Ia menyebabkan anak tersebut bertingkah laku aneh, menolehkan kepalanya ke arah belakang, dan memutar-mutarkan matanya yang terbuka lebar. Ibu anak itu menjadi kebingungan dan menangis. Hantu gua, yang merasuki anak tadi, kemudian berkata, “Biarkan gurumu, sang thera mencuci kakinya dengan air dan menuangkan air tersebut pada kepala anakmu.”

Pada hari berikutnya, ketika sang thera datang ke rumahnya untuk menerima dana makanan, ia melakukan seperti yang telah dianjurkan oleh hantu gua tadi dan anaknya menjadi tenang dan damai.

Hantu gua kembali ke gua dan menunggu di lubang masuk kedatangan sang thera. Ketika sang thera tiba kembali dari berpindapatta, hantu gua menampakkan dirinya dan berkata. ” Akulah hantu penjaga gua ini. O, kamu, tabib, tidak boleh memasuki gua ini.”

Sang thera mengetahui bahwa ia telah hidup dalam kehidupan yang bersih sejak ia menjadi thera, jadi ia menjawab bahwa ia tidak ingat mempraktekkan ilmu ketabiban. Kemudian hantu gua menuduhnya bahwa pada pagi hari ia telah menyembuhkan seorang anak muda yang dirasuki oleh raksasa pada rumah wanita tua tersebut. Tetapi sang thera tersebut menyadari hal itu sesungguhnya bukan praktek ilmu ketabiban, dan ia menyadari bahwa bahkan hantu gua tidak dapat menemukan kesalahan yang lain padanya. Hal ini memberinya suatu kepuasan yang sangat mengembirakan (pitti) pada dirinya sendiri, meninggalkan kegiuran (pitti) dan konsentrasi keras menuju ‘Meditasi Pandangan Terang’ (Vipassana).

Ia kemudian mencapai tingkat kesucian arahat disana, ketika ia sedang berdiri pada lubang masuk gua.

Karena sang thera sekarang telah menjadi seorang arahat, ia menasehati hantu gua untuk meninggalkan gua. Sang thera terus menetap di sana sampai akhir vassa, dan kemudian ia kembali menemui Sang Buddha. Ketika ia menceritakan kepada para bhikkhu yang lain tentang pertemuannya dengan hantu gua, mereka bertanya apakah ia tidak marah terhadap hantu gua ketika ia dilarang masuk ke dalam gua. Sang thera menjawab tidak, tetapi para bhikkhu yang lain tidak mempercayainya. Lalu mereka pergi menemui Sang Buddha dan berkata, “Tissa Thera telah menegaskan dirinya sebagai seorang arahat; ia tidak berbicara yang sebenarnya.”

Kepada mereka Sang Buddha menjawab, “Para bhikkhu, murid-Ku Tissa berbicara yang sebenarnya ketika ia berkata bahwa ia tidak marah. Ia telah sungguh-sungguh menjadi seorang arahat. Ia tidak lagi melekat kepada siapapun; ia tidak mempunyai kesempatan untuk marah kepada siapapun ataupun kepada segala sesuatu yang berhubungan dengannya.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 404 berikut :

Orang menjauhkan diri dari masyarakat umum maupun para pertapa,
yang mengembara tanpa tempat tinggal tertentu
dan sedikit kebutuhannya,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-tissa-thera-6/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: