Dhammapada … Verses 397

397 Brahmana

Verse 397. A Brahmana Is He Who Has Destroyed All Fetters

Who fetters all has severed
does tremble not at all,
who’s gone beyond all bond, unyoked,
that one I call a Brahmin True.

Explanation: He has got rid of all fetters; in consequence, he is free of trepidation and is fearless. He has travelled beyond all bonds. Disengaged from bonds, he is no longer tied to the world. Such a person I describe as a brahmana.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/brahmana-vagga/

XXVI. BRAHMANA

Ia telah memotong semua belenggu,
tidak lagi gemetar,
yang bebas dan telah mematahkan semua ikatan,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kisah Uggasena
Wednesday, October 27th, 2010 at 12:35 pm

Kisah Uggasena, Anak dari Seorang Hartawan

[kisah ini merupakan kelanjutan Bab XXIV nomor (6)]

Setelah menikah dengan seorang penari dari suatu rombongan sirkus, Uggasena dilatih oleh ayah mertuanya yang merupakan seorang pemain akrobat, sehingga ia menjadi sangat ahli di bidang akrobatik. Suatu hari ketika ia sedang datang mendemonstrasikan keahliannya, Sang Buddha datang ke tempat itu. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha, Uggasena mencapai tingkat kesucian arahat, ketika ia sedang melakukan atraksi yang hebat sekali di puncak dari sebatang galah yang panjang.

Setelah itu, ia turun dai galah dan memohon dengan sangat kepada Sang Buddha untuk menerimanya sebagai seorang bhikkhu dan kemudian ia diterima dalam pasamuan bhikkhu.

Suatu hari, ketika para bhikkhu yang lain menanyakan padanya apakah ia tidak mempunyai segala macam perasaan takut ketika sedang turun dari tempat yang amat tinggi (sekitar sembilan puluh kaki), ia mengatakan tidak. Para bhikkhu tersebut menanggapi dan mengartikan hal itu sebagai cara Uggasena untuk menyatakan diri telah mencapai tingkat kesucian arahat.

Oleh karena itu, mereka pergi menemui Sang Buddha dan berkata, “Bhante! Uggasena menyatakan diri sebagai seorang arahat; dia pasti mengatakan suatu kebohongan.” Kepada mereka, Sang Buddha menjawab, “Para bhikkhu, seseorang yang telah memotong semua belenggu, seperti murid-Ku Uggasena, tidak lagi memiliki ketakutan.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 397 berikut :

Ia telah memotong semua belenggu,
tidak lagi gemetar,
yang bebas dan telah mematahkan semua ikatan,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-uggasena-2/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: