Dhammapada … Verses 396

396 Brahmana

Verse 396. Non-Possessive And The Non-Attached Person Is A Brahmana

I call him a brahmin though
by womb-born mother’s lineage,
he’s just supercilious
if with sense of ownership,
owning nothing and unattached:
that one I call a Brahmin True.

Explanation: I would not call a person a brahmana merely because he was born out of a brahmana mother’s womb. Nor would I call a person a brahmin merely because he goes about addressing people as sir. These people are full of defilements. I call a person a brahmin who is free of faults and is not given to craving.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/brahmana-vagga/

XXVI. BRAHMANA

Aku tidak menyebutnya seorang ‘brahmana’
hanya karena ia berasal dari keluarga brahmana
atau karena ia lahir dari kandungan ibu seorang brahmana.
Apabila dirinya masih penuh dengan noda,
maka ia hanyalah seorang brahmana karena keturunan.
Tetapi orang yang tanpa noda dan telah bebas dari semua ikatan,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kisah Seorang Brahmana
Wednesday, October 27th, 2010 at 12:33 pm

Kisah Seorang Brahmana

Suatu ketika, seorang brahmana dari Savatthi berpikir bahwa karena Sang Buddha menyebut para pengikutnya ‘brahmana’, ia seharusnya juga disebut seorang ‘brahmana’ karena ia lahir dari orang tua brahmana. Ketika ia menceritakan hal ini kepada Sang Buddha, Sang Buddha memberi jawaban padanya, “O, brahmana! Aku tidak menyebut seseorang sebagai seorang brahmana hanya karena ia dilahirkan oleh orang tua brahmana. Aku menyebutnya seorang brahmana hanya jika ia terbebas dari kekotoran batin dan telah memotong semua keterikatan pada kehidupan.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 396 berikut :

Aku tidak menyebutnya seorang ‘brahmana’ hanya karena ia berasal dari keluarga brahmana
atau karena ia lahir dari kandungan seorang ibu brahmana.
Apabila dirinya masih penuh dengan noda,
maka ia hanyalah seorang brahmana karena keturunan.
Tetapi orang yang tanpa noda dan telah bebas dari semua ikatan,
maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-seorang-brahmana-5/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: