Dhammapada … Verses 378

378 Bhikku

Verse 378. He Is Peaceful Who Is Free From All Worldly Things

That bhikkhu calmed of body, speech,
calmed and well-composed of mind,
who world-enjoyments has renounced,
‘one calmed’ indeed is truly called.

Explanation: For a monk to be wholly and completely tranquil, he must be restrained in body and speech. This discipline derives from restraint of mind. Then, when these three forms of restraints have been achieved, the monk is automatically wholly and completely tranquil.

Excerpt from :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/bhikkhu-vagga/

XXV. BHIKKHU

Seorang bhikkhu yang memiliki perbuatan, ucapan,
serta pikiran yang tenang dan terpusat,
yang telah dapat menyingkirkan hal-hal duniawi,
maka ia adalah orang yang benar-benar damai.

Kisah Santakaya Thera
Wednesday, October 27th, 2010 at 12:11 pm

Kisah Santakaya Thera

Terdapat seorang Thera bernama Santakaya, yang dalam kehidupan lampaunya hidup sebagai singa. Seperti biasa dikatakan : bahwa singa-singa pada umumnya pergi seharian mencari makan, kemudian akan beristirahat selama satu minggu berikutnya tanpa bergerak di dalam gua. Santakaya Thera yang hidup sebagai singa dalam kehidupannya yang lampau mempunyai kebiasaan juga seperti singa. Ia gergerak sangat sedikit, geraknya sangat pelan dan pasti, dan ia biasanya tenang serta terpusat. Bhikkhu-bhikkhu lain merasa sangat aneh melihat kelakuannya, mereka memberitahukan hal itu kepada Sang Buddha.

Setelah mendengar keterangan dari para bhikkhu, Sang Buddha berkata kepada mereka, “Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang tenang dan terpusat; ia akan berperilaku seperti Santakaya.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 378 berikut :

Seorang bhikkhu yang memiliki perbuatan, ucapan,
serta pikiran yang tenang dan terpusat,
yang telah dapat menyingkirkan hal-hal duniawi,
maka ia adalah orang yang benar-benar damai.

Santakaya Thera mencapai tingkat kesucian arahat, setelah khotbah Dhamma itu berakhir.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-santakaya-thera/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on April 15, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: