Dhammapada … Verses 325

325 Gajah

Verse 325. The Slothful, Greedy Sleeper Returns to Samsara, Over and Over

A sluggard stupid, steeped in gluttony,
who’s sleep-engrossed, who wallows as he lies,
like a great porker stuffed, engorged with swill,
comes ever and again into a womb.

Explanation: The stupid one who is lazy, gluttonous, and drowsy, who just wallows like a well-fed pig, is subjected to repeated births.

Excerpt from :

http://www.buddhanet.net/dhammapada/d_great.htm

XXIII. GAJAH

Jika seseorang menjadi malas, serakah,
rakus akan makanan dan suka merebahkan diri
seperti babi hutan yang berguling-guling ke sana kemari.
Orang yang bodoh ini akan terus menerus dilahirkan.

Kisah Raja Pasenadi dari Kosala
Wednesday, October 27th, 2010 at 11:29 am

Kisah Raja Pasenadi dari Kosala

Suatu hari, Raja Pasenadi dari Kosala pergi ke vihara untuk memberi hormat kepada Sang Buddha setelah raja bersantap dengan banyak. Raja mempunyai kebiasaan makan seperempat sangku (setengah gantang) nasi dan kari daging. Saat di hadapan Sang Buddha, raja merasa sangat mengantuk sehingga ia terus menerus terangguk-angguk menahan kantuk dan hampir tidak dapat mempertahankan dirinya untuk tetap terjaga. Kemudian ia berkata kepada Sang Buddha, “Bhante! Saya merasa sangat tidak nyaman setelah saya makan.” Padanya, Sang Buddha menjawab, “O, Raja! Orang serakah banyak makan benar-benar menderita dengan cara seperti itu.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 325 berikut :

Jika seseorang menjadi malas, serakah,
rakus akan makanan dan suka merebahkan diri
seperti babi hutan yang berguling-guling ke sana kemari.
Orang yang bodoh ini akan terus menerus dilahirkan.

Setelah mendengarkan khotbah Dhamma itu, Raja mengerti pesan tersebut, berangsur-angsur mengurangi jumlah makanan yang dimakannya. Hasilnya, ia menjadi jauh lebih bersemangat dan mudah berjaga, oleh karena itu ia juga berbahagia.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-raja-pasenadi-dari-kosala-2/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 31, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: