Dhammapada … Verses 323

323 Gajah

Verse 323. The Right Vehicle To Nibbana

Surely not on mounts like these
one goes the Unfrequented Way
as one by self well-tamed
is tamed and by the taming goes.

Explanation: Indeed, not be any means of transport can one go to the place one has never been before, but by thoroughly taming oneself, the tamed one can get to that place – Nibbana.

Excerpt from :

http://www.buddhanet.net/dhammapada/d_great.htm

XXIII. GAJAH

Tidak dengan mengendarai tunggangan seperti itu
seseorang dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi (nibbana).
Namun orang yang telah dapat melatih, menaklukkan,
dan mengendalikan dirinya sendiri
dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi itu (nibbana).

Kisah Seorang Bhikkhu
Wednesday, October 27th, 2010 at 11:27 am

Kisah Seorang Bhikkhu
Yang Dahulu Sebagai Pelatih Gajah

Pada suatu kesempatan, beberapa bhikkhu melihat seorang pelatih gajah dan gajahnya di tepi sungai Aciravati. Saat itu, pelatih tersebut menemui kesulitan untuk mengendalikan gajahnya. Salah satu dari para bhikkhu tersebut, yang merupakan bekas pelatih gajah, berkata pada bhikkhu-bhikkhu yang lain bagaimana cara menanganinya dengan mudah. Pelatih gajah tersebut mendengarnya dan melakukan seperti yang dikatakan oleh bhikkhu tersebut. Dengan cepat gajah tersebut ditaklukkan. Setelah tiba kembali di vihara, para bhikkhu memberitahukan kejadian tersebut kepada Sang Buddha.

Sang Buddha mengundang bhikkhu bekas pelatih gajah tersebut dan berkata, “O bhikkhu yang sia-sia, yang jauh dari ‘Jalan’ (Magga) dan ‘Hasil’ (Phala)! Kau tidak mendapatkan apapun dengan menaklukkan gajah. Tak ada seorangpun yang dapat pergi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya (yaitu nibbana) dengan menaklukkan gajah; hanya ia yang telah menaklukkan dirinya sendiri yang dapat merealisasinya.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 323 berikut :

Tidak dengan mengendarai tunggangan seperti itu
seseorang dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi (nibbana).
Namun orang yang telah dapat melatih, menaklukkan,
dan mengendalikan dirinya sendiri
dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi itu (nibbana).

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-seorang-bhikkhu-4/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 30, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: