Dhammapada … Verses 315

315 Hell

Verse 315. Guard The Mind

Even as a border town
guarded within and without,
so should you protect yourselves.
Do not let this moment pass
for when this moment’s gone they grieve
sending themselves to hell.

Explanation: As a border town is guarded both inside and outside, so guard yourself. Let not the moment go by. Those who miss this moment has come to grief when they fall into hell.

Excerpt from :

http://www.buddhanet.net/dhammapada/d_hell.htm

XXII. NERAKA

Bagaikan perbatasan negara
yang dijaga kuat di bagian dalam dan luar,
begitu pula seharusnya engkau menjaga dirimu;
janganlah membiarkan kesempatan baik
(dalam era ajaran Sang Buddha) ini berlalu.
Karena mereka yang melepaskan kesempatan ini
akan bersedih hati
bila nanti berada di alam neraka.

Kisah Banyak Bhikkhu
Wednesday, October 27th, 2010 at 11:19 am

Kisah Banyak Bhikkhu

Dalam bulan pertama mereka berdiam di pinggir kota, para bhikkhu diperlakukan dan dirawat dengan baik oleh penduduk kota tersebut. Bulan berikutnya, kota itu dijarah oleh beberapa perampok, bahkan beberapa penduduk diculik sebagai sandera. Karena itu penduduk kota harus memperbaiki kota mereka dan memperkuat pertahanan, sehingga penduduk tidak lagi memperhatikan kebutuhan para bhikkhu sebanyak mereka inginkan, dan para bhikkhu harus menjaga diri mereka sendiri.

Pada akhir masa vassa, para bhikkhu tersebut datang untuk memberi hormat pada Sang Buddha di Vihara Jetavana, Savatti. Ketika mengetahui kesulitan yang mereka lewati selama masa vassa, Sang Buddha berkata kepada mereka, “Para bhikkhu, jangan terus berpikir tentang ini atau hal lainnya. Memang sulit untuk mempunyai suatu kehidupan yang tanpa masalah sama sekali. Seperti halnya penduduk kota tersebut menjaga kota mereka, demikian pula seorang bhikkhu seharusnya menjaga dan memelihara dan pikirannya tetap pada tubuhnya.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 315 berikut :

Bagaikan perbatasan negara
yang dijaga kuat di bagian dalam dan luar,
begitu pula seharusnya engkau menjaga dirimu;
janganlah membiarkan kesempatan baik
(dalam era ajaran Sang Buddha) ini berlalu.
Karena mereka yang melepaskan kesempatan ini
akan bersedih hati
bila nanti berada di alam neraka.

Para bhikkhu tersebut mencapai tingkat kesucian arahat, setelah khotbah Dhamma berakhir.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-banyak-bhikkhu-2/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 27, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: