Dhammapada … Verses 304

September 17, 2013

Dhammapad..Treasury of Truth..Chapter 3..Twin Verses 304
Verse 304. The Virtuous Are Seen

Afar the true are manifest
like Himalayan range,
yet even here the false aren’t seen,
they’re arrows shot by night.

Explanation: Like the Himalayas, the good are visible even from afar; like arrows shot in the night, the wicked are not seen even though they may be near.

Unlike · · Share

Excerpt from :

http://www.buddhanet.net/dhammapada/d_misc.htm

XXI. BUNGA RAMPAI

Meskipun dari jauh,
orang baik akan terlihat bersinar
bagaikan puncak pegunungan Himalaya.
Tetapi, meskipun dekat,
orang jahat tidak akan terlihat,
bagaikan anak panah
yang dilepaskan pada malam hari.

Kisah Culasubhadda
Wednesday, October 27th, 2010 at 9:39 am

Kisah Culasubhadda

Anathapindika dan Ugga, orang kaya dari Ugga, belajar di bawah bimbingan guru yang sama ketika mereka berdua masih muda. Ugga mempunyai seorang anak laki-laki dan Anathapindika mempunyai seorang anak perempuan. Ketika anak-anak mereka telah cukup dewasa, Ugga meminta persetujuan Anathapindika untuk menikahkan kedua anak mereka. Dengan demikian pernikahan diadakan, dan Culasubhadda, anak perempuan Anathapindika, harus tinggal di rumah mertuanya.

Ugga dan keluarganya adalah pengikut petapa bukan murid Sang Buddha. Suatu saat mereka mengundang petapa tersebut ke rumahnya. Pada kesempatan itu, Ugga meminta Culasubhadda, untuk memberi penghormatan kepada para petapa telanjang bukan murid Sang Buddha tersebut, tetapi ia selalu menolak untuk memenuhinya. Sebaliknya, ia bercerita kepada ibu mertuanya tentang Sang Buddha dan sifat-sifat mulia Beliau.

Ibu mertua Culasubhadda, sangat ingin bertemu dengan Sang Buddha, setelah ia diberitahu tentang Sang Buddha oleh menantu perempuannya. Ia bahkan menyetujui permintaan Culasubhadda mengundang Sang Buddha untuk menerima dana makanan di rumahnya.

Culasubhadda menyiapkan makanan dan mengumpulkan persembahan lainnya untuk Sang Buddha beserta murid-murid Beliau. Kemudian ia naik ke tempat yang paling tinggi di rumahnya dan melihat ke arah Vihara Jetavana. Ia membuat persembahan bunga serta dupa dan merenungkan sifat-sifat dan kebajikan mulia Sang Buddha. Ia kemudian mengucapkan keinginannya, “Bhante! Semoga hal ini membuat Bhante berkenan datang, bersama dengan murid-murid Bhante, ke rumah kami esok hari. Saya, umat awam yang berbakti, dengan penuh hormat mengundang Bhante. Semoga permohonanku diketahui oleh Bhante melalui lambang dan sikap seperti ini.”

Kemudian ia mengambil delapan genggam bunga melati dan menebarkannya ke langit. Bunga-bunga itu mengambang di udara menuju Vihara Jetavana dan terletak menggantung pada langit-langit ruang pertemuan tempat Sang Buddha sedang membabarkan Dhamma. Pada akhir khotbah Beliau, Anathapindika, ayah Culasubhadda, mendekati Sang Buddha untuk mengundang menerima dana makanan di rumahnya pada esok hari.

Sang Buddha menjawab bahwa ia telah menerima undangan Culasubhadda untuk esok hari. Anathapindika bingung dengan jawaban Sang Buddha dan berkata, “Tetapi, Bhante! Culasubhadda tidak tinggal di Savatthi sini, ia tinggal di Ugga yang berjarak seratus dua puluh yojana dari sini.” Kepadanya Sang Buddha berkata, “Benar, perumah tangga, tetapi kebaikannya jelas terlihat nyata seakan-akan hadir meskipun hal itu mungkin berada pada jarak jauh.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 304 berikut :

Meskipun dari jauh,
orang baik akan terlihat bersinar
bagaikan puncak pegunungan Himalaya.
Tetapi, meskipun dekat,
orang jahat tidak akan terlihat,
bagaikan anak panah
yang dilepaskan pada malam hari.

Hari berikutnya, Sang Buddha datang ke rumah Ugga, ayah mertua Culasubhadda. Sang Buddha diiringi dengan lima ratus bhikkhu dalam perjalanan ini, mereka semua datang melalui udara dalam perahu penuh dekorasi yang diciptakan atas perintah Sakka, Raja para dewa. Melihat Sang Buddha dalam kemegahan dan keagungannya, ayah mertua Culasubhadda sangat terkesan dan mereka memberi penghormatan kepada Sang Buddha. Untuk tujuh hari berikutnya, Ugga dan keluarganya memberi dana makanan dan membuat persembahan kepada Sang Buddha beserta murid-murid Beliau.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-culasubhadda/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 23, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: