Dhammapada … Verses 294

August 27, 2013

 Dhammapad..Treasury of Truth..Chapter 3..Twin Verses 294

Verse 294. The Destroyer Who Reaches Nibbana

One’s mother and father having slain
and then two warrior kings,
a realm as well its treasurer,
one goes immune, a Brahmin True.

Explanation: The brahmin kills the mother – craving, kills the father – egotism, self-cherishing: They represent the two views, Eternalism and Nihilism, opposed to Buddhist thought. The subordinates are clinging to life. And he destroys the defilements which cling to life. Having destroyed all these, the brahmin (arahat) goes without punishment.

Unlike · · Share

Excerpt from :

XXI. BUNGA RAMPAI

Setelah membantai ibu (nafsu keinginan)
dan ayah (kesombongan),
serta dua orang ksatria
(dua pandangan ekstrim berkenaan dengan kekekalan dan kemusnahan);
dan setelah menghancurkan negara
(pintu-pintu indria) bersama dengan para menterinya (kemelekatan),
maka seorang brahmana
akan berjalan pergi tanpa kesedihan.

Kisah Bhaddiya Thera
Wednesday, October 27th, 2010 at 9:32 am

Kisah Bhaddiya Thera, Si Orang Pendek

Suatu ketika beberapa bhikkhu datang berkunjung dan memberi hormat kepada Sang Buddha di Vihara Jetavana. Ketika mereka bersama Sang Buddha, Lakundaka Bhaddiya kebetulan lewat tidak jauh dari mereka.

Sang Buddha meminta mereka untuk memperhatikan Thera yang pendek itu dan berkata kepada mereka, “Para bhikkhu, lihatlah kepada Thera itu. Ia telah membunuh kedua ayah dan ibunya, dan setelah membunuh orang tuanya ia pergi tanpa penderitaan lagi.”

Para bhikkhu tidak dapat mengerti pernyataan yang telah diucapkan oleh Sang Buddha. Karena itu mereka memohon kepada Sang Buddha untuk menjelaskannya dan Beliau berkenan menjelaskan artinya.

Pernyataan di atas dibuat oleh Sang Buddha berkaitan dengan kehidupan arahat, yang telah melenyapkan nafsu keinginan, kesombongan, pandangan salah, dan kemelekatan pada indria dan objek indria. Sang Buddha telah membuat pernyataan metaforis. Istilah ‘ibu’ dan ‘ayah’ digunakan untuk menunjukan nafsu keinginan dan kesombongan. Kepercayaan / pandangan tentang keabadian (sassataditthi) dan kepercayaan / pandangan tentang pemusnahan (ucchedaditthi) seperti halnya dua raja, kemelekatan seperti para menterinya, dan indria serta objek indria seperti halnya sebuah kerajaan.

Setelah menjelaskan arti pernyataan itu kepada mereka, Sang Buddha membabarkan syair 294 dan 295 berikut ini :

Setelah membantai ibu (nafsu keinginan)
dan ayah (kesombongan),
serta dua orang ksatria
(dua pandangan ekstrim berkenaan dengan kekekalan dan kemusnahan);
dan setelah menghancurkan negara
(pintu-pintu indria) bersama dengan para menterinya (kemelekatan),
maka seorang brahmana
akan berjalan pergi tanpa kesedihan.

Setelah membantai ibu (nafsu keinginan)
dan ayah (kesombongan),
serta dua raja yang arif
(dua pandangan ekstrim berkenaan dengan kekekalan dan kemusnahan);
dan setelah menghancurkan
lima jalan yang penuh bahaya
(lima rintangan batin),
maka seorang brahmana
akan berjalan pergi tanpa kesedihan.

Para bhikkhu yang datang berkunjung mencapai tingkat kesucian arahat, setelah khotbah Dhamma itu berakhir.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-bhaddiya-thera-2/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on March 20, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: