Dhammapada … Verses 179

April 26, 2013

 Dhammapad..Treasury of Truth..Chapter 3..Twin Verses 179

From Dhammapad..Chapter ..Buddha

Verse 179. The Buddha Cannot Be Tempted

That Buddha traceless of infinite range
whose victory none may e’er undo,
whose vanquished follow to no world,
then by which track will you trace him?

Explanation: The Buddha’s victory has not been won incorrectly. No one can turn Buddha’s victory into defeat. Nothing that he has conquered can return, or pursue him, because his conquest is so complete: His ken infinite, In what way can you tempt or ensnare him.

Unlike · · Share

Excerpt from :

XIV. BUDDHA

Beliau yang kemenangannya tak dapat dikalahkan lagi,
yang nafsunya telah diatasi
dan tidak mengikutinya lagi,
Sang Buddha yang tiada bandingnya,
yang tanpa jejak nafsu,
dengan cara apa akan kaugoda Beliau?

Kisah Tiga Putri Mara
Wednesday, October 27th, 2010 at 12:43 am

Kisah Tiga Putri Mara

Brahmana Magandiya dan istrinya tinggal di kerajaan Kuru bersama dengan Magandiya, putri mereka yang amat cantik. Begitu cantiknya putrinya itu sehingga ayahnya dengan keras menolak semua pelamarnya. Suatu hari, pagi-pagi sekali ketika Sang Buddha meninjau sekeliling dunia, Beliau mengetahui bahwa sudah saatnya bagi brahmana Magandiya dan istrinya untuk mencapai tingkat kesucian anagami. Sambil membawa mangkuk dan jubah-Nya, Sang Buddha berangkat ke tempat di mana sang brahmana biasanya melakukan pengorbanan dengan api.

Begitu melihat Sang Buddha, sang brahmana dengan seketika memutuskan bahwa Sang Buddha adalah orang yang layak menjadi suami putrinya. Ia meminta Sang Buddha untuk menunggu di sana dan dengan terburu-buru ia pergi menjemput istri dan putrinya.

Sang Buddha meninggalkan jejak kaki-Nya dan pergi ke tempat lain, yang berada di dekatnya. Ketika Sang brahmana dan keluarganya tiba, mereka hanya menemukan jejak kaki Sang Buddha, istri brahmana berkata bahwa itu adalah jejak kaki dari seorang yang telah terbebas dari keinginan-keinginan hawa nafsu. Kemudian, sang brahmana melihat Sang Buddha dan menawarkan putrinya untuk dinikahi oleh Sang Buddha.

Sang Buddha tidak menerima ataupun tidak menolak penawaran itu, tetapi pertama kali Beliau menceritakan kepada sang brahmana bagaimana putri-putri Mara menggoda-Nya pada saat Beliau baru saja mencapai Ke-buddha-an. Kepada putri-putri Mara yang cantik, Tanha, Arati dan Raga, Sang Buddha berkata, “Tidak ada gunanya menggoda seseorang yang telah terbebas dari keinginan, kemelekatan dan nafsu, karena ia tidak lagi dapat terpikat oleh godaan apapun juga.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 179 dan 180 berikut ini :

Beliau yang kemenangannya tak dapat dikalahkan lagi,
yang nafsunya telah diatasi
dan tidak mengikutinya lagi,
Sang Buddha yang tiada bandingnya,
yang tanpa jejak nafsu,
dengan cara apa akan kaugoda Beliau?

Beliau yang tak terjerat dan
terlibat nafsu keinginan yang menyebabkan kelahiran,
Sang Buddha yang tiada bandingnya,
yang tanpa jejak nafsu,
dengan cara apa akan kaugoda Beliau?

Kemudian, Sang Buddha melanjutkan, “Brahmana Magandiya, walaupun saya melihat putri-putri Mara yang tiada bandingnya, saya tidak merasakan hawa nafsu dalam diri saya. Lagipula, apakah tubuh putrimu ini? Hanya penuh dengan air kencing dan kotoran; Saya tidak ingin menyentuhnya walaupun dengan kaki saya!” Begitu mendengar kata-kata Sang Buddha tersebut, mereka berdua, sang brahmana dan istrinya, mencapai tingkat kesucian anagami. Kemudian, mereka bergabung dengan bhikkhu yang lainnya dan akhirnya mereka berdua mencapai tingkat kesucian arahat.

Kutipan dari :

http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-tiga-putri-mara/

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on February 7, 2014, in Dhammapada. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: