Mengapa ada umat Buddha dari aliran tertentu makan daging sedangkan dari aliran lainnya vegetarian ?

1378645_526016254146840_48433719_n

Mengapa ada umat Buddha dari aliran tertentu makan daging sedangkan dari aliran lainnya vegetarian ?

Pada awalnya, mungkin agak membingungkan bahwa Theravada makan daging, orang Cina Mahayana tidak, orang Tibet yang mempraktekkan Vajrayana juga makan daging. Perbedaan dalam praktek ini tergantung kepada perbedaan penekanan pada masing-masing aliran.

Penekanan pada ajaran Theravada adalah untuk melenyapkan kemelekatan pada obyek-obyek indria dan untuk menghentikan pikiran tidak seimbang yang berkata, “Saya suka ini dan tidak yang itu.” Dengan demikian, ketika bhikkhu-bhikkhunya pergi keluar mencari derma mereka menerima dengan tenang dan rasa terima kasih, apapun yang diberikan, daging atau bukan. Tidak hanya akan menyinggung perasaan orang yang memberi tetapi juga akan merusak latihan bhikkhu itu sendiri dan menambah kemelekatan, jika ia berkata, “Saya tidak boleh makan daging, jadi berikan saya sayur-sayuran yang segar.”

Dengan demikian, sepanjang daging itu datang bukan karena dipesan olehnya, serta tidak melihat, mendengar, atau curiga bahwa binatang itu dibunuh untuknya, bhikkhu itu diperkenankan memakannya. Tetapi, akan lebih bijaksana jika mereka yang memberi derma ingat bahwa premis dasar dari Ajaran Buddha adalah tidak menyakiti makhluk lain, dan mau memilih apa yang akan dipersembahkan secara tepat.

Berpijak pada landasan ketidakmelekatan, belas kasih bagi makhluk lain sangat ditonjolkan, khususnya dalam tradisi Mahayana. Dengan demikian, bagi mereka yang mengikuti ajaran ini, dinasehatkan untuk tidak memakan daging, supaya tidak menimbulkan penderitaan bagi makhluk lain dan untuk mencegah orang menjadi tukang jagal. Selain itu juga, karena getaran yang ditimbulkan daging dapat menghalangi seorang siswa biasa dalam mengembangkan belas kasih.

Jalan Tantra atau Vajrayana mempunyai empat kelas. Di kelas bawah, kebersihan dan kesucian sebelah luar ditekankan sebagai teknik bagi praktisi untuk menumbuhkan kesucian sebelah dalam dari pikiran. Jadi, praktisi ini tidak memakan daging, yang dianggap tidak bersih.

Sebaliknya, dalam Tantra-yoga tertinggi, berandaskan pada ketidakmelekatan dan belas kasih, praktisi yang memenuhi syarat melaksanakan meditasi dengan mengambil obyek sistem urat syaraf yang sangat halus, dan untuk itu, unsur-unsur jasmaniah yang kuat sangat dibutuhkan. Dengan demikian, daging bahkan dianjurkan bagi orang seperti itu. Pada tingkat ini juga ditekankan transformasi obyek dengan meditasi atas ke-tanpa inti-an. Tapi ia, karena meditasi yang mendalam, tidak makan daging dengan serakah bagi kepentingan dirinya sendiri.

Di Tibet, terdapat faktor tambahan untuk dipertimbangkan : berkenaan dengan tempat yang sanga dingin dan iklim yang kejam, terdapat sedikit sekali yang bisa dimakan selain gandum tanah, produk-produk susu, dan daging. Untuk bertahan hidup, rakyat di sana mesti makan daging.

Yang Mulia Dalai Lama telah mendorong rakyat Tibet dalam pengasingan, yang sekarang tinggal di negeri-negeri yang penuh dengan sayur-mayur dan buah-buahan, untuk menahan diri sedapat mungkin dari makan daging.

Juga, jika seorang siswa mempunyai masalah berat dengan kesehatannya yang mengharuskannya makan daging, maka sang guru mungkin akan membolehkannya. Dengan demikian, setiap orang mesti memeriksa tingkatan latihannya serta kemampuan tubuhnya; dan makanlah dengan bijaksana.

Adanya beragam doktrin Buddhis itu, akhirnya menjadi bukti kesanggupan Sang Buddha dalam menuntun orang berdasarkan watak dan kebutuhannya. Sungguh amat-sangat penting untuk tidak terpecah dalam sekte-sekte, melainkan mesti menghargai semua tradisi beserta praktisinya.

— with Heny Tj.

Koamantar Palas/Tambah, Maret 05, 2017, 03.05

Fotad/Makan adala latah daere antoek labeh bayek.

  • Fotad Ohgen (Dageng) padae awal (bagaehe saodara foker, dagak Saodara da makan)
  • Fotad Faegatareyan (Nabat) jawoh labeh Sahat, Haengat bahwa Faegatareyan/Nabat/Taombohan adala Awal Kahayedoepan, samoa Dasar DNA darey Taomboehan, labeh Sahat,

Ohgen (Dageng) batoh wakto 2 bolan antoek hantjoer dalam badan hakan Boesoek dalam taboh kaeta (Janes Protaen maohe layenhe).

Haykan (Ikan) batoh wakto 1 Samga antoek boesoek dalam tabah kaeta. (Janes Protaen maohe layenhe).

Taomboehan batoh wakto 1 Horae, sodah dapat tjaenah samoa hakan boetoeh taboh kaeta. (Janes Protaen maohe layenhe).

  • Atoeran Pameranteh ka dapan kaeta Faegatareyan (Nabat), Tara dalam hayedoep, barey tampat antoek Hawan (Baenatang). Saetjapat moengken.

 

 

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on October 18, 2013, in Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: