Liu Erl – Pek Yang – TAO

by Wilbert Huang

Pencipta TAO adalah LAUTZE, juga bernama LIE ERL alias PEK YANG, lahir pada tahun 605 SM, dikeluarga bangsawan, ketika lahir rambutnya sudah beruban semua. Beliau adalah guru besar filsafat pada dinasti CHU, jaman CHUEN JIU, pengertiannya luas, kepandaiannya luar biasa, masa tuanya beliau menghilang (jadi SIAN/DEWA) menunggang sapi hijau keluar dari HAN KUK KWAN (daerah Barat Laut Tiongkok).

Beliau pernah mencipta TAO TEK CING lima ribu kata. Kitab tersebut memuat alam pikiran filsafat beliau. TAO yang diuraikan adalah TAO yang nature/sungguh, selanjutnya oleh kaum TAO beliau dihormati sebagai THAY SANG LAUW CIN.

Sedikit catatan tentang Keagungan Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN

Tentang keagungan yang nyata Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN sungguh menakjubkan. “Yang biasa”, kaum SIU TAO yang belajar TAO YING SUK semuanya akan dapat mengalami sendiri, sudah banyak contoh-contohnya. “Yang Luar Biasa”, memang jarang terjadi, hanya tercatat beberapa buah dalam sejarah sebagai berikut :

Pada tahun 99 sebelum Masehi, bangsa SHIUNG NU menyerang perbatasan, banyak penduduk yangdibunuh dengan kejam. Waktu itu raja HAN WU TEE memerintahkan Jenderal LIE KWANG LI memimpin pasukan untuk mengusirnya, tak diduga masuk perangkap dan terkepung oleh musuh,hampir semuanya musnah. Jenderal-jenderal tak berdaya, cepat-cepat mereka berdoa danmemohon perlindungan Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN. Malam itu angin menderu hingga batu-batu berterbangan menakutkan orang. Kemah-kemah bangsa SHIUNG NU jadi berantakan. Pasukannyapun tampak bingung dan kacau balau, mundur lari tunggang langgang. Esok paginya semua pasukan LIE KWANG LI menengok ke atas langit, ternyata tampak jelas bahwa Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN dengan ERL LANG SEN perlahan-lahan membumbung ke atas dan menjauh,lalu semua bersujud dan berterima kasih atas kebesaran Dewa-Dewa.

CU KOK LIANG (KHUN MING) adalah seorang ilmuwan tinggi agama TAO yang senantiasa menyembah Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN. Pada tahun 207 LIU PEI menjemputnya di kota LUNG CUNG meminta bantuan untuk mengurus ketentaraannya. Ia sering menggunakan siasat-siasat yang lihai dan banyak jasanya. Pada suatu saat karena kekurangan tentara terpaksa memakai siasat yang bernama KHUNG JEN CIE (kota kosong) untuk menangkis musuh, ini adalah satu praktek yang berani.

Sebelum musuh datang CU KOK LIANG perintahkan penduduk yang masih tinggal di kota seluruhnya berdoa kepada Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN dahulu. Ketika musuh maju mendekati kota tersebut, tiba-tiba terlihat Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN turun dari langit dan mendadak angin topan menderu-deru, batu pasir berterbangan menuju kearah musuh, musuh tak tahan dan lari mundur puluhan kilo meter jauhnya, ia berhasil mendapatkan kemenangan yang gemilang.

Pada suatu tahun, bandit-bandit propinsi CIANG SI ganas membunuh penghuni-penghuni didusun-dusun, hingga rumah-rumah banyak yang kosong, karena penduduknya semua mengungsi.Diantara rumah-rumah tersebut terdapat satu rumah yang dihuni CHEN MUNG CHING dengan ibu tua dan anak-anaknya berjumlah 9 jiwa, tidak dapat mengungsi dan sangat berbahaya.

Untung saja mereka biasanya memang sembahyang Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN. Waktu itu puluhan bandit yang membawa pedang sudah masuk rumah, tiba-tiba patung Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN mendadak membesar puluhan kali lipat dan berdiri ditengah ruangan tersebut. Bandit-bandit begitu melihat Nya takut setengah mati dan menjerit-jerit, bergegas meninggalkan rumah tersebut dan amanlah akhirnya.

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=164253553622518&set=a.138162939564913.25736.100001136221528&ref=nf

Advertisements

About Tjoapoetra

Suatu perbuatan yang menguntungkan makhluk lain dan diri sendiri maka perbanyak lakukanlah. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan menguntungkan diri sendiri jangan dilakukan. Suatu perbuatan yang merugikan makhluk lain dan diri sendiri maka hindarilah dan jangan dilakukan. Fav : Bernapaslah dengan Cinta, Bernapaslah dengan Kasih, Bernapaslah dengan Kejujuran. Berjalanlah dengan Kebenaran, Berjalanlah dengan Kedamaian, Berjalanlah dengan Kesetiaan. Berusahalah dengan Giat, Berusahalah yang Terbaik, Berusahalah setiap Waktu. Harapan Semua Makhluk Bahagia, Harapan Semua Makhluk Sejahtera, Harapan Semua Makhluk Terlepas dari Penderitaan Dan Sukses Selalu dalam Kebajikan. Pada Tiap Kehidupan : Lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan dalam kebenaran apapun yang terjadi pada diri sendiri. Tetap fokus pada Kebajikan sehingga menciptakan Kedamaian, Kebahagian dan Kesejahteraan bagi semua Makhluk.

Posted on February 1, 2011, in History Profile, TAO'ES. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: